Ada Apa … ? Dibalik Kadis BPPKAD Flotim Usir Wartawan

ZONA LINE NEWS, LARANTUKA- Pengusiran wartawan yang dilakukan oleh kepala BPPKAD,Ramli Bapa Laot, menuai kecaman keras dari aktivis Gertak Flores Timur (Flotim) Gertak. Bagi Gertak pengusiran wartawan itu merupakan suatu tindakan kekeliruan yang fatal dilakukan oleh kadis. Bahkan aktivis gertak meminta Kapolres Flotim untuk segera melakukan penangkapan terhadap oknum yang didiuga melakukan pemalsuan tanda tangan dan cap desa sagu.

Robert Ledor

Robert Ledor

Aktivis Gertak Robert Ledor ketika di hubungi Zona Line News menuturkan, tindakan yang dilakukan oleh kepala dinas Ramli Bapa Laot, merupakan tindakan keliru yang sangat fatal. Dan meminta Kejari Larantuka untuk segera melakukan audit dan pulbaket kedinas BPPKAD.

“Ini kekeliruan sangat fatal yang dilakukan oleh kadis DPPKAD flotim, kenpa saya katakn fatal karena kurang ada pengawasan langsung yang dilakukan instansi terkait seblum dan sesudah dana itu d cairkan. apakh pegawi PNS di lingkup DPPKAD itu sudah pada pensiun semua atau mash aktif ? dan ini di bukti bahwa kurang ada koordinasi antra pimpinan dengan bawhan sehingga semuanya bisa terjadi,” Ujarnya.

Katanya , kasus pengusiran wartawan yang di lakukan oleh kadis itu hanyalah untuk menutupi aib di matanya. maka kami dari aktivis gertak Flotim meminta kepada Plores Flotim untuk segera melakukan penagkapan terhadap oknum yang memalsukan tanda tangan dan cap. Tidak terlepas juga kejari flotim segera melakukan pulbaket dan Inpektorat segera melakukan audit ke dinas itu karena ini adalah kasus penipuan,pemalsuan dokumen serta penyalaguna anggran atau dengan kata lain korupsi berjemah . kadis DPPKAD flotim harus bertanggung jawab semua.

Berdasarkan data yang dihimpun , pencairan dana bansos untuk rehabilitasi mesjid Nurul Hijrah diduga syarat kepentingan. Karena proses pencairan dana bansos itu dinilai terlampau cepat. Disamping itu juga diduga kuat adanya hubungan kekerabatan yang terjalin antara Kadis pendapatan, pengelolaan, keuangan dan aset daerah,(DPPKAD) Ramli bapa laot. Karena Proposal yang diajukan ikatan remaja mesjid Nurul Hijarah pada tanggal 4 maret 2013 dan dilakukan pencairan senilai lima belas jutah rupiah melalui nomor rekening Nurul hijaradi Arang. Digunakan untuk rehabilitas mesjid Nurul Hijra,sesuai dengan proposal permohonan yang dikirimkan ikatan remaja mesjid.

Tercium adanya permainan itu, ketika salah satu staf dari DPPKAD ditugaskan untuk menjemput SPJ (Surat Pertanggungjawaban) di Desa Sagu. Ketika tiba di Desa Sagu, kepala desa Sagu tidak mengetahui adanya proposal yang dikirm pihak desa untuk merehabilitasi mesjid itu. Hal itu disampaikan salah satu staf yang ditugaskan DPPKAD kepada wartawan dikantor DPPKAD (07/04), yang tidak mau namanya disebutkan.

Lanjutnya lagi, karena bermasalah maka dirinya bersama temannya kembali ke larantuka. Berselang beberapa hari kemudia ada orang datang memberikan SPJ ke kantor. Orang itu tidak diketahuinya dengan jelas namanya. Namun memiliki ciri-ciri, badan besar dan kekar, berkumis, rambut air,bicaranya tegas, jelas sumber itu.

Sumber itu melanjutkan, ketika tiba dikantor DPPKAD dirinya menemui orang itu. Orang itu juga menanyakan kepadanya dengan menggunakan bahasa daerah Adonara “nanak peli?” artinya “om saya di sana?” kutip sumber itu sedang mengulangi pertanyaan orang yang datang memberikan SPj di kantor DPPKAD. Maksud petanyaan itu, menanyakan apakah omnya yang juga kadis DPPKAD Ramli Bapa laot ada di ruangannya.

Wartawan diusir

Setelah menanyakan sumber itu, wartawan dipersilahkan masuk untuk menemui sekertaris DPPKAD Yoseph A.S.P.Keraf diruangan kerjanya. Wartawan bersama sekertaris desa sagu Taufik Nasru memasuki ruangan sekertaris DPPKAD untuk meminta melihat proposal asli yang diajukan untuk melakukan rehabilitasi mesjid Nurul Hijrah. Sekertaris pun menyuruh salah satu stafnya untuk mengambil proposal itu, namun proposal itu tidak kunjung datang juga. Berselang beberapa waktu kemudian, sekertaris DPPKAD menerima telpon dari kadisnya Ramli Laot, untuk menemuinya. Setibanya sekertaris diruangan kadis, pramutamu datang memanggil untuk langsung bertemu dengan kadis ramli laot, namun ketika wartawan hendak masuk kedalam ruangannya, Ramli, Brrtanya, anda Siapa? Wartawan pun menjawab, saya wartawan. Tanpa menunggu lama kadis langsung mengusir dua orang wartawan itu, dan hanya menerima sekertaris Desa sagu.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, kadis DPPKAD gusar dan kesal  ketika mengetahui seekrtaris Desa datang membawa wartawan. (atakey)