Bantuan Sosial Bagi Masjid Nurul Hijrah Adonara Diduga Dimanipulasi

Zona Line News, Adonara, Kepala desa Sagu Kecamatan Adonara Ridwan Bapa Kambe, ketua BPD Arifin Nuang Ate dan sekertaris Taufik Nasru, mendatangi Polres Flores Timur (Flotim) untuk melapor adanya dugaan pemalsuan cap dan tandatangan Desa Sagu yang digunakan untuk membuat proposal permohonan bantuan dana rehabilitasi bak penampung Air Wudhu, rehab teras samping dan pengadaan Toa, dengan rincian biaya sebesar Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta) untuk masjid Nurul Hijrah. Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, dengan tanggal surat sabtu 4 maret 2013.

Kades Sagu Ridwan Bapa Kamba kiri, dan ketua BPD Desa Sagu Arifin Nuang Ate

Kades Sagu Ridwan Bapa Kamba kiri, dan ketua BPD Desa Sagu Arifin Nuang Ate

Surat permhonan bantuan dana dengan nomor surat 01/IRMNH/111/20013 lampiran satu bundel, yang ditanda tangani oleh kepala desa Sagu Ridwam Bapa Kambe dan ketua Ikatan mesjid Nurul Hijrah, Nurdin Nimo. Ketika ditemui di Polres Flotim pada 07April 2015 , Kepala Desa Ridwan Bapa Kambe menuturkan, pihkanya bersama ketua BPD dan sekertaris desa mendatangi polres Flotim dan melaporkan adanya dugaan pemalsuan tandatangan dan cap yang di lakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengajukan proposal mendapatkan bantuan dana Bansos, yang digunakan untuk rehabilitasi mesjid Nurul Hijrah.

Lanjutnya, proposal yang dikirm kepada Bupati tidak diketahui oleh pihak desa dan dirinya sebagai kepala desa. “Surat yang dikeluarkan itu tidak melalui desa. Saya juga tidak mengetahui adanya proposal rehabilitasi mesjid Nurul. Namun pada saat orang dari Dinas Pendapatan, pengelolaan Keuangan dan aset daerah (DPPKAD),untuk meminta SPJ (surat pertanggungajawaban) saya jadi kaget. Sejak kapan pihak desa mengeluarkan proposal rehabilitasi mesjid Nurul Hijrah….?,’’ tanya Bapa Kambe.

Katanya lagi, kami tidak mempertanyakan dana yang digunakn sesuai dengan prosedur atau tidak, namun yang dipertanyakan itu cap dan tandatangan itu diperoleh dari mana? Karena selama ini desa sagu tidak mengeluarkan porposal rehabilitasi mesjid di desa sagu, anehnya lagi, cap dan tandatangan kepala desa direkayasa.

Hal senada juga disampaikan Sekertaris Desa Sagu, Taufik Nasru, ketika dimintai tanggapanya menuturkan, cap dan tandatangan kepala desa sagu di rekayasa untuk mengajukan proposal rehabilitasi mesjid dengan menggunakan dana bansos.

Nasru melanjutkan, segala sesuatu yang berhubungan dengan desa, semestinya desa mengetahui. Namun prroposal rehabilitasi mesjid dari dana bansos tidak diketahui pihak desa, namun dalam proposal kepala desa menandatangani proposal itu dan menggunakan cap yang bukan merupakan cap desa Sagu dan tandatangan kepala desa tidak sesuai dengan tandatangan aslinya.

Berdasarkan data yang diperoleh, pengajuan proposal itu langsung disertai dengan nomor rekening, padahal aturannya setelah proposal itu di ACC baru nomor rekening di minta. Ini terbalik. Disamping itu juga, proses pencairan dana bansos tahap senialai Rp Lima belas juta sudah dilakukan. Dengan menggunakan nomor rekening 026.02.02.003/163-9 atas nama IRM Nurul Hijrah Arang. Susunan kepengurusan ikatan Remaja Mesjid penanggung jawab Ridwan bapa kamba (Kades sagu), ketua, Nurdin Nimo, bendahara Siti hajar. Pencairan uang itu pada tanggal 09 juni 2014

Kadis DPPKAD Flotim usir Wartawan

Pencairan dana Bansos untuk rehabilitasi mesjid Nurul Hijrah diduga syarat kepentingan. Karena proses pencairan dana bansos itu dinilai terlampau cepat. Disamping itu juga diduga kuat adanya hubungan kekerabatan yang terjalin antara Kadis Dinas Pendapatan, pengelolaan, Keuangan dan aset daerah,(DPPKAD) Ramli Bapa Laot. Proposal yang diajukan ikatan remaja mesjid Nurul Hijarah pada tanggal 4 maret 2013 dan dilakukan pencairan senilai lima belas jutah rupiah melalui nomor rekening Nurul hijaradi Arang. Digunakan untuk rehabilitas mesjid Nurul Hijra,sesuai dengan proposal permohonan yang dikirimkan ikatan Remaja Mesjid.

Diduga adanya permainan ketika salah satu staf dari DPPKAD ditugaskan untuk menjemput SPJ (Surat Pertanggungjawaban) di Desa Sagu. Ketika tiba di Desa Sagu, kepala desa Sagu tidak mengetahui adanya proposal yang dikirm pihak desa untuk merehabilitasi mesjid itu. Hal itu disampaikan salah satu staf yang ditugaskan DPPKAD kepada wartawan dikantor DPPKAD 07 April 2015 , yang tidak mau namanya disebutkan.

Lanjutnya lagi, karena bermasalah maka dirinya bersama temannya kembali ke Larantuka. berselang beberapa hari kemudian ada orang datang memberikan SPJ ke kantor. “Orang itu tidak diketahuinya dengan jelas namanya. Namun memiliki ciri-ciri, badan besar dan kekar, berkumis, rambut air,bicaranya tegas,” jelas sumber itu.

Sumber itu melanjutkan, ketika tiba dikantor DPPKAD dirinya menemui orang itu. Orang itu juga menanyakan kepadanya dengan menggunakan bahasa daerah Adonara “nanak peli?” artinya “om saya di sana?” kutip sumber itu sedang mengulangi pertanyaan orang yang datang memberikan SPJ di kantor DPPKAD. Maksud petanyaan itu, menanyakan apakah omnya yang juga kadis DPPKAD Ramli Bapa Laot ada di ruangannya.

Wartawan diusir

Setelah menanyakan sumber itu, wartawan dipersilahkan masuk untuk menemui sekertaris DPPKAD Yoseph A.S.P.Keraf diruangan kerjanya. Wartawan bersama sekertaris desa sagu Taufik Nasru memasuki ruangan sekertaris DPPKAD untuk meminta melihat proposal asli yang diajukan untuk melakukan rehabilitasi mesjid Nurul Hijrah. Sekertaris pun menyuruh salah satu stafnya untuk mengambil proposal itu, namun proposal itu tidak kunjung datang juga. Berselang beberapa waktu kemudian, sekertaris DPPKAD menerimah telfon dari Kadisnya, Ramli Laot, untuk menemuinya.

Setibanya Sekertaris diruangan kadis, pramu tamu datang memanggil untuk langsung bertemu dengan kadis Ramli Laot, namun ketika wartawan hendak masuk kedalam ruangannya, Ramli, Bertanya, anda Siapa? Tim zonalinenews pun menjawab, saya wartawan. Tanpa menunggu lama kadis langsung mengusir dua orang wartawan, dan hanya menerima sekertaris Desa Sagu.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, Kadis DPPKAD gusar ketika mengetahui sekertaris Desa datang membawa wartawan. (atakey)