Barang Sitaan Milik Pedagang di Ngada Dibuang Tanpa Tanggungjawab

ZONALINENEWS-NGADA-Tangisan pedagang di Kabupaten Ngada menjadi topik sorotan utama sejumlah media. Pedagang mendesak Pemeriath daerah (Pemda) Ngada membuka kembali Pasar Inpres Bajawa sementara Pemda Ngada dibawah kepemimpinan Bupati Marianus Sae bersama wakilnya Paulus Soliwoa bersikeras menutup Pasar Inpres Bajawa bahkan memagari seluruh komples Pasar Inpres menggunakan pagar besi serta seng, menyerupai kandang kosong tanpa aktifitas apapun.

Barang dagangan milik pedagang Ngada ditumpuk

Barang dagangan milik pedagang Ngada ditumpuk

Diberitakan sebelumnya Pemda Ngada melalui Kadis Koperasi Anastasisa Moi menyatakan bekas bangunan Pasar Inpres resmi digunakan sebagai Kantor Jaga Pol PP Ngada. Pantauan media ini 11 April 2015, seluruh bangunan Pasar Inpres Bajawa sudah dipagari menggunakan seng sementara gerbang pintu masuk depan dibuat pagar (besi las).

Sejumlah pedagang kepada media ini  11 April 2015 mengaku sedih dengan perilaku Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada yang berbau represif, berbau pemblokiran pasar serta tidak mempertimbangkan nasib  orang-orang usah kaum pedagang di Kota Bajawa. Mereka sesalkan sikap pemerintah melalui Aparat Satpol PP Ngada yang menyita sayur-sayuran, buah-buahan, tomat, lombok, garam serta berbagai jenis barang dagangan milik pedagang lalu dibuang begitu saja di depan Pasar Boubou Bajawa hingga rusak-rusak, membusuk serupai sampah baru yang diletakan di tempat parkiran kendaraan depan Pasar Boubou Bajawa.

“Seluruh kawasan Pasar Inpres sudah dipagari seng seperti mau buat kandang tetapi di dalamnya kosong bolong. Pintu masuknya mereka buat pakai besi-besi las. Tulisan Pasar Inpres dari coran semen yang melekat pada bangunan pun sudah mereka cabut kasi kosong, lalu mereka datang sita dagangan kami disini yang berjualan di kintal rumah milik pribadi atau kintal miliknya Pa Hengky Lodi. Setelahitu mereka jalan patrol keliling kota menyita dagangan para pedagang yang mereka temui di jalanan ataupun berjualan keliling. Setelah mereka sita, mereka muat dengan mobil pergi buang di depan Pasar Boubou, separuhnya ada dibuang disamping Pasar Boubou dekat kali”, ungkap sejumlah pedagang di lokasi dekat Pasar Inpres Bajawa.

Pantauan media ini 11 April 2014 di depan Pasar Boubou Bajawa, nampak tumpukan sayur, buah-buahan, Lombok, tomat, terpal sobek serta berbagai jenis barang dagangan lainnya hasil rampasan dan sitaan dari para pedagang diletakan begitu saja di areal parkir Pasar Boubou. Nampak sayuran, buah-buahan membusuk, kekeringan, kotor motor berserakan di tempat itu. Beberapa pedagang di Pasar Boubou kepada wartawan mengungkapkan keprihatinkan mereka atas kejadian ini. Menurut mereka, barang dagangan yang disita petugas keamanan selain diletakan begitu saja di depan Pasar Boubou, sebagiannya dibuang ke sungai samping atau belakang bangunan Pasar Boubou Bajawa. (*wrn)