Boby Pitoby Sebut Harga Rumah dari Tahun Ke Tahun Naik

Boby Pitoby

Boby Pitoby

ZONALINENEWS-KUPANG, Harga rumah tak pernah turun tetapi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, perumahan BTN Kolhua yang dulunya dijual dengan harga sekitar Rp 7 juta per unit, setelah sepuluh tahun harganya sudah meningkat tajam bahkan mencapai ratusan juta rupiah. Demikian diungkapkan Direktur Utamanya PT Charson Timorland Estate, Boby Pitoby di ruang kerjanya Jumat 24 April 2015 pukul 11.00 wita.

Menurutnya index kenaikan harga rumah bahkan lebih tinggi dibanding index kenaikan UMP tenaga kerja di Propinsi NTT ini. Oleh karena itu, sangat menyesal jika masyarakat NTT , tidak memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan rumah.

“Saat ini pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendorong pemerintah daerah menyediakan lahan buat pembangunan rumah murah bagi warganya. Penyediaan lahan itu untuk mempercepat Program Sejuta Rumah untuk Rakyat tahun ini yang dicanangkan oleh pemerintah pusat telah mengalokasikan sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR),”ungkap Boby.

Dijelaskannya, pada 29 April 2015 mendatang akan dilaksanakan Ground Breaking pembangunan sejuta rumah bagi Masyarakat yang secara serentak diresmikan oleh Presdien RI , Joko Widodo didilaksanakan secara serentak di 34 propinsi di Indonesia. Di NTT Ground Breaking akan dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Oetaru di Lokasi ketua Rey NTT , Boby Liyanto. “ Untuk Rey Indonesia mendapatkan jatah pembangunan MBR sebanyak 230 ribu rumah MBR , dan Rey NTT mendapatkan jatah sebanyak 1000 unit rumah MBR ,”jelas Boby.

Program sejuta rumah Jelas Boby Pitoby, dilaksanakan 1 Mei 2015 mendatang dengan program baru program FLPP merupakan program subsidi pemerintah untuk menyediakan pembiayaan pemilikan rumah tinggal dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“ Uang muka 1 persen ditanggung Pemerintah, biaya subsudi kas tunai dari Pemerintah kepada pembeli sebesar 4 juta rupiah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), program sejuta rumah ini sangat membantu masyarakat untuk memdapatkan rumah,” tegas Boby.

Kemudahan ini sangat berdampak bagi masyarakat, Boby Pitoby membanding sejak dulu (5-10 tahun lalu ) bila ingin mendapatkan rumah masyarakat harus menyediakan uang muka 5 persen ditambah biaya bank, dan pajak lainnya sehingga total berkisar 15- 18 Juta baru bisa memiliki rumah, namum saat ini diberlakukan program sejuta rumah masyarakat hanya menyediakan dana 5-6 juta rupiah sudah bisa memiliki rumah, itupun disubsidi dari pemerintah 1 persen uang muka serta uang kas 4 Juta rupiah.

Sementara itu Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 33,1 Triliun selama lima tahun ke depan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia. Namun, tahun 2015 ini pemerintah baru bisa menyediakan anggaran Rp 7,7 Triliun untuk mendorong program perumahan yang layak huni bagi masyarakat.

Pada 29 April 2015 pemerintah akan melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) Program Sejuta Rumah untuk Rakyat yang akan dipusatkan di Ungaran, Semarang. Pada saat itu dilakukan peletakan batu pertama untuk sebanyak 103.135 unit rumah di delapan provinsi.

Peletakan batu pertama ini bagian dari 331.693 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang akan dibangun pada tahap pertama. Tahap kedua dibangun 98.020 unit dan tahap ketiga sebanyak 173.803 unit. Sementara itu, 396.484 unit rumah non-MBR akan dibangun tahun ini yang disesuaikan dengan mekanisme pasar.(*tim)