Bupati Flotim Yosni Dinilai Gagal Bangun Kampung Halamannya

ZONA LINE NEWS,LARANTUKA- Bupati Flores Timur (Flotim) Yoseph Lagadoni Herin, yang juga putra Solor dinilay masyarakat setempat gagal dalam masa jabatannya sebagai kepala daerah. Paket Sonata (Yoseph Lagadoni Herin dan Valentinus Tukan ) tidak menunjukan adanya kemajuan yang signifikan dalam masa kepemimpinannya selama lima tahun. Yosni dinilai gagal dikampung halamanya di pulau solor pasalnya pembangunan jalan dan jembatan di kecamatan Solor Barat yang menjadi tolak ukur keberhasilan masa kepemimpinan Bupati Yosni. Disamping itu juga terdapat pelabuhan laut pamakayo yang menelan kerugian negara mencapai 9 miliar. Proyek itupun dikampung halaman bupati Yosni, yang kini ditangani langsung pihak kejati, dan sudah menetapkan 3 tersangka dalam pekerjaan proyek itu.

Bupati Flotom Yosni Herin

Bupati Flotom Yosni Herin

Kegagalan bupati Yosni diukur mulai dari kampung halamannya di solor. Pasalanya ada beberapa titik jalan di Solor Kecamatan Solor Barat mengalami kerusakan jalan yang cukup serius. Ada beberapa titik jalan yang rusak parah dan membutuhkan perhatian serius diantaranya di kecamatan Solor barat. Mulai dari karawatung, menuju Ongelereng dan Pamakayo. Terdapat beberapa titik jalan yang rawan dan terdapat kubangan yang sangat dalam dan sangat mengganggu pengendara baik itu pengendara roda dua maupun roda empat dan roda enam.

Selain itu titik jalan lainnya diantaranya Lewo Nama, menuju Balaweling 1 dan balaweling 2 serta desa Daniwato. Ruas jalan itu juga terdapat kerusakan aspal dan kelikir kecil yang sangat mengganggu pengendara yang melintasi jalan tersebut. Disamping itu juga pada pertengahan desa karawatung menuju desa ongelereng suda dalam keadan rusak selama beberapa tahun terhakir.

Kerusakan jalan itu diakibatkan karena kwalitas pekerjaan yang buruk serta, tidak sesuai dengan spek. Akibatanya jalan yang baru dibangun beberapa bulan sudah rusak parah, apalagi jalan itu dilintasi pada saat hujan lebat. Warga masyarakat solor, Petrus N. ketika ditemui awak media 5 April 2015 menuturkan, pembangunan jalan di solor terkhususnya di kecamatan solor terdapat beberapa titik yang dinyatakan rusak para dan sangat mengganggu kendaraan yang melintasi jalan itu, yang menghubungkan desa-desa dikecamatan solor barat.

Katanya lagi, ruas jalan dari Ritaebang menuju salah satu tempat yang diberi nama warga setempat Otan juga terdapat jalan rusak yang mengganggu warga setempat. Disamping itu juga dari Otan menuju desa Lamaole juga mengalami jalan rusak

Pantauan media ini ada beberapa titik membutuhkan penanganan kusus dan secepat mungkin dilakukukan perbaikan. Sangat mengganggu pengendara yang melintasi jalan itu. Disamping itu juga akses transportasi menuju ibukota Kecamatan terhambat dengan salah satu faktornya yakni rusaknya jalan yang tidak pernah diperbaiki. Dari desa Tanahlein menuju desa Lamawalang aman karena jalanya diaspal, sedangkan didesa Lamawaleng dan sekitraanya menggunakan ageregat, yang dikerjakan sekitar pertengahan bulan November 2011 lalu.

 

Sementara pekerjaan pembuka salah satu jalan baru dari desa Lamawalang menuju desa Lewo Tanah Ole, yang baru selesai pekerjaannya sekitar 2 hingga 3 minggu kemarin.

Berdasarkan informasi dari penduduk setempat kepada wartawan ada penambahan dana senilai Rp 700 an juta yang diduga untuk penambahan perluasan jalan atau perluasan jaringan listrik tenaga surya.(*Plc)