Desa Perbatasan segera “Terang” Sebelum Agustus

Ilustrasi listrik

Ilustrasi listrik

Zona Line News- ATAMBUA, Desa-desa perbatasan di Kabupaten Belu yang berhadapan langsung dengan Timor Leste segera “terang” sebelum Agustus 2015 ini. Terdapat sekitar delapan desa perbatasan yang bakal dipasang jaringan listrik konvensional.

Kaban Pengelola Perbatasan Belu, Johanes Andes Prihatin menyampaikan hal ini ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin 27 April 2015.

Disebutkan Prihatin, dari 26.900 KK yang berada di kecamatan perbatasan, yang baru terpasang jaringan listrik sebanyak 9.681 KK dan yang belum berlistrik 17.219 KK (35%). Karenanya, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Belu sedang mengidentifikasi wilayah-wilayah perbatasan yang belum tersentuh jaringan listrik.

“Sebelum 17 Agustus ini, desa-desa di perbatasan sudah harus nyala. Ada dua desa di Lamaknen yang sudah masuk dalam kontrak jaringan listrik, yaitu Maudemu dan Halimodok. Kedua desa ini bakal dipasang jaringan listrik pada Mei ini,” ujarnya.

Sedangkan, empat desa yang ada di Kecamatan Nanaet Dubesi, kata Prihatin, juga sudah disurvei untuk dipasang jaringan listrik konvensional tapi masih terkendala status kawasan hutan. Wilayah kecamatan itu masuk kawasan hutan lindung sehingga perlu dicarikan solusinya.

“Dua desa lainnya, yakni Lookeu dan Takirin juga mau dipasang listrik tapi masih harus dikaji lagi karena kedua desa itu masuk kawasan hutan. Kita sementara koordinasi dengan pemerintah di tingkat atas supaya sederhanakan proses izin kawasan hutan di daerah perbatasan sehingga desa-desa batas yang masih gelap bisa terang sebelum Agustus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Pusat Listrik Atambua PT. PLN Sektor NTT Paulus Berek mengatakan PLN telah menurunkan tim untuk menyurvei wilayah-wilayah di Kecamatan Nanaet Dubesi supaya nantinya bisa dipasang jaringan listrik konvensional.

“Pada intinya, kita akan tetap penuhi permintaan masyarakat soal kebutuhan listrik. Kita sudah lakukan survei di sana dan siap ekspansi jaringan listrik ke sana sebelum perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI,” ungkapnya.

Menurut Berek, PLN juga saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah agar bisa memperjelas dan mau memberikan lahan yang berada di kawasan hutan lindung supaya dipasang jaringan (tiang) listrik.

“Pasalnya, ekspansi listrik ke wilayah Nanaet Dubesi tentunya melewati kawasan hutan lindung, sejumlah pohon pasti akan ditebang sehingga kita minta pemerintah supaya bisa bebaskan kawasan hutan lindung,” ujarnya. (*Devv)


TAG