Gereja GMIT MAHANAIM NITAS Panen Kacang Tanah

Zonalinenews – Oelamasi, Jemaat GMIT Mahanaim Nitas Klasis Fatuleu Tengah Desa Tuapanaf Kecamatan Takari Kabupaten Kupang gelar panen kacang tanah di areal  halaman Gereja. Dengan tekat yang besar Jemaat GMIT Mahanaim Nitas menanam kacang sehingga bisa menuai banyak hasil kacang tanah semua ini karena berkat dorongan yang begitu keras dari Bupati Kupang Ayub Titu Eki dengan selogan Gerakan tanam paksa, paksa tanam. Hal ini disampaikan Pdt. Ani Alelang-Klan dalam sambutannya pada acara panen kacang tanah di halaman Gereja Mahanaim Nitas Kabupaten Kupang,  Kamis 2 April 2015 pukul 10.30 wita.

Bupati panen kacang tanah

Bupati panen kacang tanah

Hadir pada kegiatan itu  Bupati Kupang AYub Titu Eki, Sekda Hendrik Paut, serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Kupang diantaranya Kadis Pertanian Arnold Saubaki, Kadis Perhubungan Jhoni Ati, Kadis Kesehatan Robert Amheka, Kaban Ketahanan Pangan Paulus Ati, Kabag Humas dan Protokol Stefanus Baha.

Pdt. Ani Alelang-Klan mengatakan, Gerakan tanam paksa, paksa tanam yang gencar digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Kupang dibawah kepemimpinan Bupati Kupang Ayub Titu Eki rupanya tidak sekedar menjadi slogan semata namun sudah menjadi program masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kian gencarnya masyarakat di Kabupaten Kupang melakukan gerakan menanam dan memanfaatkan lahan-lahan baik disekitar rumah, tempat ibadat dan lahan tidur menjadi lahan pertanian yang produktif.

Lanjutnya, GMIT Mahanaim Nitas  memiliki jemaat sebanyak 26 KK, dan  gerakan tanam paksa paksa tanam yang didengar masyarakat menimbulkan ide untuk membentuk  2 kelompk tani yang secara sukarela bercocok tanam dan hasilnya dapat digunakan untuk segala keperluan gereja khususnya pembangunan gereja. “Melalui kelompok tani ini jemaat melakukan kegiatan menanam tanamaan seperti kacang, dan sayuran yang hasilnya dijual dn digunakan untuk membangun gereja baru. Hasilnya setelah tiga hingga empat  tahun gereja baru dapat berdiri meskipun belum selesai 100 persen, “unkap Ani.

Gerakan tanam paksa, paksa tanam kata Ani, sudah menjadi inspirasi untuk  membangkitkan kebersamaan dan semangat maju ditengah-tengah jemaat GMIT Mahanaim Nitas yang sudah mau mendukung program Pemerintah Kabupaten Kupang.
“Dengan areal kurang lebih hampir setengah hektare, sayang kalau dibiarkan kosong. dengan dimanfaatkan areal ini  untuk ditanami tanaman kacang dapat memberikan  hasil yang lumayan untuk mendukung pekerjaan Tuhan, “katanya.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat masyarakat untuk memanfaatkan areal gereja tersebut untuk menanam dan memberikan hasil bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. “Kita semua manusia memiliki hak untuk memilih hidup yang baik atau tidak. mau maju atau tidak, dan  mau berhasil atau tidak, semua ini kembali lagi pada hak masing – masing orang, “tegasnya

Ia sangat bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh Jemaat GMIT Mahanaim Nitas Walaupun yang sudah berhasil membantu melakukan dan memperlancarkan program Pemerintah tanam paksa. “Saya sangat banga dengan apa yang dilakukan oleh  Jemaat GMIT Mahanaim Nitas, dan saya ingin semua Jemaat yang ada disetiap gereja harus bisa kerja keras seperti  Jemaat GMIT Mahanaim Nitas untuk melakukan kegiatan menanam bukan hanya areal rumah saja tetapi di areal yang mati di mana saja, harus dihidupkan dengan menanam, sekalipun itu di areal gereja. Sehingga areal tersebut bisa menjadi lahan potensi, “kata Ayub.

Ayub menembahkan,  menanam di areal Gereja merupakan sebuah terobosan yang baru karena Gereja telah berperan dalam membangun masyarakat secara nyata. “Hal ini seperti yang tertulis dalam firman bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih dua kunci dalam kehidupan ini yakni kunci kerajaan sorga ataupun neraka. Apa yang kita ikat didunia akan terikat di Sorga, apa yang kita lepaskan didunia akan terlepas di Sorga, jadi pilihlah dan ikatlah kunci kerajaan sorga dengan melakukan sesuatu yang benar dan bermakna dalam kehidupan kita. (*hayer)