Jalan Negara di Pantura Flores Terancam Putus

ZONA LINE NEWS , MAUMERE—Mondar mandir serta hilir mudik arus Lalu Lintas antar Kabupaten di wilayah Flores bagian utara( Pantura ), kianmarak. Nadi perekonomian serta pasar bisnispun kian melejit. Sebut saja arus pasar bisnis pakaian bekas( rombengan), antar Kabupaten Sikka-Nagekeohingga Labuan Bajo.Arus wisata bahari/ wisata pantai yang menakjubkan sepanjang wilayah Sikka hingga Labuan Bajo, serta berbagai jenis aktivitas umum lainnya yang membutuhkan dukungan sarana transportasi darat yang tertata apik-indah berkualitas.

Jalan Negara Pantura Flores

Jalan Negara Pantura Flores

Sayang sekali nadi perekonomian yang sudah tumbuh-kembang itu diduga bias menjadi lumpuh bahkan sama sekali putus akibat terisolirnya nadi lalu lintas dibeberapa titik sepanjang wilayah Pantura. Hal ini disebabkan oleh ambruknya dua titik ruas jalan hingga nyaris putus. Dua titik rawan ini masing-masing terletak di Dusun Mageloo yakni berupa sebuah deker, badan jalan serta turap bahu jalan. Dan yang satu lagi terletak di Dusun Koro berupa deker panjang, turap bahu jalan serta aspal badan jalan, yang tepatnya terletak di daerahpesisir pantai di wilayah Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT.

Kondisi turap bahu jalan serta aspal yang telah ambruk sebagai akibat dari pada hempasan gelombang pasang yang menyebabkan badan jalan pun nyaris putus. Kondisi seperti ini membuat warga dan pengemudi serta penumpang kendaraan merasa cemas dan trauma saat melintasi badan jalan dimaksud, Turap dan aspal/ badan jalan ini sudah lama rusak sebagai akibat pukulan atau hempasan ombak besar.

Ombak besar dan deras ini biasanya terjadi pada bulan juni hingga oktober,“ Demikian kata warga desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka saat ditemui di lokasi jalan rusak Sabtu 11 April 2015 dini hari.

Penyebab lain terjadinya kerusakan badan jalan ini adalah tertutupnya saluran air melalui beberapa lubang deker. Informasi yang dihimpun oleh media ini, beberapa lubang deker sebagai saluran pembuangan air diduga sengaja ditutup saat pengerjaan jalan dan deker olehPT.Alam Flores,” tukang ojek yang enggan namanya dipublikasikan .

Ia menutrukan, bahwa kondisi jalan yang sudah kian parah ini berlangsung lama, pasalnya selama ini belum ada upaya perbaikan dari pihak manapun.”Jalan ini sudah lama rusak dan menyempit akibat ambruk dan terancam putus nya aspal badan jalan, sehingga kendaraan yang lewat di sini harus mengambil jalur dekat dengan tebing berbatu yang sangat beresiko.“ Kata dirnya kepada media ini sambil menunjuk pada kondisi badan jalan rusak dan tebing berbatu yang panjangnya diperkirakan mencapai belasan meter.

Dirinya menambahkan, fakta ambruknya badan jalan Negara ini jika dibiarkan diduga dapat menggangu arus lalu lintas antar Kabupaten sedaratan Flores bagian pantura.” Kondisi badan jalan yang semakin memburuk ini jika dibiarkan maka bukan hanya melumpuh kan urat nadi lalu lintas, tetapi bahkan akan memimbulkan korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) atau kendaraan terbalik.

Menurut keterangan warga setempat, ambruk dan nyaris putusnya kedua titik badan jalan Negara di Magepanda ini disebabkan oleh hempasan gelombang pasang yang sangat deras tidak bersahabat. Peristiwa alam ini menurut warga biasanya terjadi pada musim kemerau yakni antara Bulan Juni hingga Oktober. Fenomena alam ini biasanya terjadi setiap tahun.“ Kondisi jalan ini semakin sempit bahkan hampir putus akibat ombak deras menyebabkan turap dan badan jalan jadi rusak,”Kata salah seorang tokoh masyarakat di Dusun Koro Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka NTT kepada media ini Sabtu 11 April 2015

Pantauan media ini, dua titik rawan yang sudah ambruk, akhir-akhir ini rawan Laka Lantas, Karena pernah terjadi kecelakaan lalu lontas antara mobil dan sepeda motor beberapa pecan lalu. Beberapa warga nelayan yang ditemui di lokasi jalan rusak menuturkan , bahwadi jalan deker panjang yang telah ambruk, pernah terjadi Kecelakaan Lalulintas. Warga menjelaskan terjadinya Laka Lantas disebabkan oleh karena saling merebut jalanantaramobildansepeda motor.”Jalan ini sudah semakin sempit akibat turap dan aspal jalan yang sudah rusak parah. “ Kami tahu sebelumnya jalan ini berukuran sangat lebar, tetapi sekarang malah sempit. Kadang-kadang menakutkan kalau ada kendaraan berpapasan di sini,“ Jelas warga.

Warga setempat turut merasa prihatin dengan kondisi jalan Negara di sepanjang jalan Magepanda yang pernah dibangun oleh PT. Alam Flores beberapa tahun lalu.

Camat Magepanda, Kabupaten Sikka, Drs. Urbanus Pagan ketiak dikonfimasi media ini menjelaskan pihaknya sangat prihatin atas persolan ini . Atas persoalan ini saya menghimbau agar pengemudi kendaraan bermotor berhati-hati saat melintasi kondisi jalan yang berisiko kecelakaan. Terkait keluhan warga tentang keterpurukan kondisi jalan Negara di Pantura ini, Camat yang lebih suka membaur dengan masyarakat ini mengatakan pihaknya juga sudah pernah berkoodinasidengan Dinas terkait di tingkat Kabupaten tentang kondisi jalan tersebut.

Dirinya menuturkan bahwa tentang masalah ini yakni kondisi kerusakan badan jalan Negara di Magenda ini sudah pernah dilihat langsung oleh beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sikka. Bahkan menurut dirinya kondisi jalan ini sudah didokumentasikan langsung oleh para wakil rakyat tersebut beberapa pekan lalu.”Sebagai Pemimpin di wilayah ini saya sudah sering melihat kondisi jalan yang rawan kecelakaan, bahkan sangat prihatin. Oleh karena itu saya berharap ada tindak lanjut dari para pihak terkait, “ ungkap Urbanus kepada media ini senin 13 April 2015. (*Kasim)