Jelang Pilkada Ngada berkembang Isu Mekar Desa

ZONALINENEWS-NGADA, Akhir-akhir ini aroma isu mekar desa mulai beredar di wilayah Desa Benteng Tawa. Bersamaan dengan isu yang berkembang tersebut, Paguyuban Pelajar-Mahasiswa dan OMK Damu Wae Lawas, Desa Benteng Tawa, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada mulai galakan persatuan dan kesatuan dalam kampung sebagai suku yang tertua dan memiliki rentetan sejarah serta adat yang tidak mau dipolitisasi lagi. Hal ini berlangsung di kediaman No Pea, Minggu, 05 Maret 2015, pukul 15.00 sampai 22.00 Wita .

Paguyuban Pelajar Mahasiswa dan OMK Kampun Damu saat acara penetapan dan pengankatan pengurus.

Paguyuban Pelajar Mahasiswa dan OMK Kampun Damu saat acara penetapan dan pengankatan pengurus.

Terkait dengan isu mekar desa tersebut para tokoh masyarakat dan adat, agama, pemerintah dan pendidik mulai angkat bicara untuk memberi pencerahan serta motivasi bagi generasi Damu mulai dari tingkat SLTP sampai tingkat Mahasiswa. Dalam acara rembug kampung tersebut, Fanus Jaka sebagai tokoh muda mengatakan, pelajar yang adalah pemuda harus punya tekad dan ketegasan kritis dalam pola pikir dan perilaku sesuai semangat kaum muda yang masih menyala seperti api dan panas seperti arang. Harus siap bangun kampung dan pulang bangun desa. Oleh karena, para pelajar harus sekolah secara baik dan benar. Sampai pada akhirnya menjadi sarjana yang siap menjadi abdi bagi masyarakat. ”Kami orang tua sudah bodoh, otak kami sudah tersendat-sendat’ kami utus kamu pergi sekolah, sampai di sekolah harus belajar dan pulang jadi sarjana yang baik dan benar, teladan dan sikap serta pola pikir yang bisa mengubah wajah kampung yang lebih baik”, demikian tegasnya sembari berharap. Senada dengan suara tokoh muda tersebut, tokoh pemerintah yang dihadiri sendiri oleh Kepala Dusun Damu, Timo Lada, mengatakan seorang yang bersekolah harus benar terisi dengan berbagai disiplin ilmu. Dirinya berumpama, seorang sekolah harus berfilosofi padi yang berisi selalu merunduk. Itulah mahasiswa. Sedangkan padi yang tidak berisi itulah orang yang tidak bersekolah yang tinggal di kampung. Karena itu sekolah dan belajar adalah satu paket.

Bangun kampung, bangun desa, bangun Ngada dan indonesia lewat pengabdian yang baik, benar dan cerdas. ”Adik-adik pelajar-mahasiswa dan OMK Damu harap bisa simpan dalam nubari. Ini pesan singkat saya sebagai Kadus Damu. Selanjutnya, saya serahkan ke adik untuk kembangkan pesan singkat saya ini, ” ujarnya.

Tokoh masyarakat Damu, Edel Melang merasa bangga dengan adanya paguyuban menandaskan, pentingnya generasi dalam ranah pembangunan kedepan. Katanya, untuk bangun kampung harus satu kepala, bibir, telinga, tangan dan kaki sehingga ada satu keutuhan dalam kampung. Bukan tercerai berai.

Ia berharap , kepada para pelajar agar generasi muda peka dan tanggap dengan situasi dan rentetan beban sejarah kampung damu kemarin, hari ini dan akan datang. ”Kami taruh kerinduan dan harapan kami orang tua di pundakmu generasi muda. Damu menyuruhmu pergi, Damu memanggilmu kembali. Bangun kampung dan desa tercinta ini. Supaya kami tidak ditipu lagi oleh pihak siapa pun dalam pelbagai bidang apa pun. Kami sebenarnya sedang luka, dan kamu pelajar dan mahasiswa yang siap obat kampung Damu tercinta ini. Jangan kamu pulang sekolah sama saja dengan kami yang tidak sekolah, ” pinta tegasnya.(*intan)