JPU Pertanyakan Kebenaran Keterangan Bupati Marianus Sae

ZONALINENEWS-NGADA, Sidang Pemeriksaan Saksi atas Perkara Blokade Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada Flores, Nusa Tenggara Timur masih terus berlanjut di Ruang Persidangan Pengadilan Negeri Bajawa Flores. Pantauan media ini, Senin 13 April 2015, Tim Jaksa Penuntut Umum kembali menghadirkan saksi kunci kasus blokade bandara yakni Bupati Ngada, Marianus Sae.

Bupati Ngada Marianus Sae dan Pesawat Merpati

Bupati Ngada Marianus Sae dan Pesawat Merpati

Pada persidangan yang sama JPU juga menghadirkan seorang saksi ahli dari Kementerian Perhubungan Nasional. Satu saksi penting lainnya dalam hal ini dari pihak Merpati tidak hadir pada persidangan 13 April 2015, namun atas permintaan Tim Jaksa Penuntut Umum kepada Majelis Hakim, keterangan kesaksiannya yang sudah dituangkan dalam BAP Perkara tetap dibacakan pada persidangan Pengadilan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada Flores 13 April 2015.

fakta persidangan beberapa peristiwa selama persidangan. Yang dihimpun Tim Wartawan media ini, usai pengambilan sumpah sebagai saksi perkara terdakwa Hendrikus Wake, Bupati Ngada melalui keterangan resminya dihadapan Dewan Majelis Hakim menuturkan kronologi kejadian perkara.

Menurut Bupati , Kasat Pol PP Ngada Hendrikus Wake menelpon dirinya pada tanggal 20 Desember 2013 atau pada satu hari sebelum kejadian. Diungkapkan bahwa ada komunikasi pada satu hari sebelum kejadian antara Hendrikus Wake dan dirinya yang saat itu berada di Kota Kupang. Melalui telepon itu, lanjut Bupati Marianus, terdakwa Hendrikus  Wake menanyakan kapan Bupati kembali ke daerah sebab selain agenda persidangan bersama DPRD, Bupati juga ditunggu untuk kepastian rencana acara peresmian air minum. Dalam percakapan telepon tersebut, kata Bupati Marianus, dirinya sempat marah-marah Hendrikus Wake karena menanyakan kapan Bupati pulang dan selebihnya dirinya hanya menggambarkan kondisi yang sedang terjadi yakni tidak mendapat tiket Merpati. Menurut dia  pembicaraan hanya berhenti pada titik itu.

Selanjutnya ditambahkan, pada tanggal 21 Desember 2015 atau keesokan harinya sekitar jam 7.45 wita, Hendrikus Wake kembali menelpon dirinya dan mengatakan bahwa pihaknya (regu Satpol Ngada) sudah berada di Bandara Turelelo Soa untuk melakukan Pemblokiran Bandara. “Tanggal 21 Desember 2013 sekitar jam 7.45 pagi Hendrikus Wake menelpon saya lagi. Saya tanya ‘kenapa’, dia menjawab ‘bapak, kami mau tutup bandara. Lalu saya menjawab ‘Hendrik hati-hati sebaiknya jangan, tunggu saya pulang, ”ungkap Bupati Ngada Marianus Sae.

Atas keterangan ini, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum kepada saksi (Bupati Marianus) mengajukan pertanyaan konfrontasi sambil sepintas mengangkat serta menunjukan dokumen BAP dan bertanya. “Apakah sebelumnya saudara saksi pernah diperiksa untuk perkara pemblokiran bandara Soa dan dan apakah dalam pemberian keterangan BAP ini saudara saksi ditekan?,”ungkap Ketua JPU, Kajari Bajawa, Rahardjo Kisnanto, SH. Menjawab pertanyaan JPU, saksi (Bupati Marianus Sae) kembali menjawab, bahwa sebelumnya dirinya pernah diperiksa di Polda NTT di Kupang dan pemberian keterangan BAP tanpa ada tekanan apapun. Atas jawaban tersebut Ketua Tim JPU kembali mengajukan pertanyaan, jadi keterangan mana yang benar, apakah yang ada dalam BAP ataukah keterangan yang baru diutarakan pada persidangan 13 April 2015. Atas pertanyaan ini, saksi kembali menjawab bahwa keterangan yang benar adalah yang diberikan didepan persidangan (Persidangan 13 April 2015).

Sidang kembali dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan dari anggota Majelis Hakim maupun Kuasa Hukum terdakwa serta keterangan Saksi Ahli dari Departemen Perhubungan Bidang Penerbangan.

Sementara satu orang saksi dari pihak Merpati tidak hadir dalam persidangan namun keterangannya tetap dibacakan atas berkas hasil pemeriksaan perkara sebelumnya yang sudah dirangkum pihak penyidik dan kini dibukukan dalam dokumen negara BAP Perkara Hukum persidangan kasus ini.

Berdasarkan keterangan yang dibacakan Jaksa Irwan Ganda Saputra, SH dihadapan persidangan Majelis Hakim, beberapa point keterangan saksi dari pihak Merpati yang satu ini nampak tidak berbeda dengan kesaksian Pilot Merpati sebelumnya, Pilot Kristian. Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan sebelumnya, terdapat beberapa keterangan sama dari saksi pihak Merpati yang satu ini dengan keterangan Pilot Merpati (Pilot Kristian) diantaranya menerangkan pihak Merpati sudah menyediakan satu kursi kosong untuk jatah Bupati Ngada dalam penerbangan Kupang-Tuerelo tanggal 21 Desember 2013 lalu, namun hingga pesawat kembali landing di Bandara El-Tari Kupang setelah tidak bisa mendarat di Soa, kursi tesebut tidak ditempati penumpang atau tetap kosong.

Sidang perkara akan dilanjutkan kembali pada 22 April 2015 di Ruang Persidangan Pengadilan Negeri Bajawa. Menurut Kuasa Hukum para terdakawa, Agustinus Bhara kepada media ini menyampaikan, dalam sidang 22 April 2015 Kuasa Hukum akan menghadirkan lima orang saksi meringankan bagi para terdakwa. Menurut dia, hukum memberi ruang untuk itu maka dirinya akan menghadirkan saksi meringankan sebanyak lima orang guna memberi kesaksian tambahan di hadapan Majelis Persidangan atas perkara Kasus Pemblokiran Bandara Turelelo Soia Kabupaten Ngada Flores. (*Tim)