Kapolres Flotim diminta Tindak Tegas Oknum Polisi Pungli

Zona line News, Larantuka- Masyarakat desa Pamakayo meminta Kapolres Flores Timur (Flotim), AKBP. Dewa Putu Gede Artha, SH menindak tegas oknum polisi yang berinisial (RF) yang memiliki jabatan penting pada bagian reskrim polres Flotim, yang diduga memeras warga solor hendak menyebrangkan kayu untuk membuat dapur menuju solor pada tanggal 23 Maret 2015.

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia

Masyarakat solor mendesak agar kapolres menindak tegas oknum anggota yang sering melakukan pungutan liar dipelabuhan laut Larantuka. Masyarakt solor juga mengancam bila oknum tersebut tidak di proses, warga solor akan mendatangi polres Flotim untuk menanyakan tindakan tegas apa yang diberikan oleh Kapolres kepada oknum polisi yang diduga melakukan pungli di pelabuhan laut Larantuka.

Robert Ledor salah satu warga solor ketika ditemui wartawan di solor 04 April 2015 di kediamannya menuturkan, tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum polisi (RF) sebenarnya menyalahi aturan dan tindakan tersebut melawan hukum. Kapolres diminta untuk segera menindak tegas polisi itu, jangan membiarkan polisi melakukan pungli dipelabuhan. Jika tidak ditindak tegas kapolres diduga berkonspirasi untuk melakukan hal itu, “ujar obet Ledor.

Katanya lagi, jika kapolres tidak menindak tegas anggota yang sering melakukan pungli di pelabuhan maka masyarakat akan mendatangi polres untuk mempertanyakan alasan apa sehingga tidak dilakukan sanksi kepada oknum itu, padahal kapolres juga suda mengetahui adanya dugaan pungli yang dilakukan melalui pemberitaan pada media masa baik media elektronik maupun media cetak. Sehingga tidak ada alasan kapolres tidak mengetahui hal itu. Disamping itu juga kepala KP3 Laut larantuka tidak mengetahui adanya penahanan kayu yang hendak dinyebrangkan kayu ke pulau solor untuk membangun dapur, bukan untuk dijual.

Robert melanjutkan, tindakan oknum RF juga tidak sesuai dengan jalur komando yang suda diatur secara baku,dan tidak dapat dirubah oleh siapapun juga. Garis komando itu mengatur dengan jelas bahwa segala kegiatan bongkar muat yang dilakukan dipelabuhan laut larantuka dibawah koordinasi KP3 laut. Apa bila terjadi dugaan kesalahan maka pihak KP3 laut melakukan koordinasi melalui kasat reskrim, dan diteruskan kepada kapolres untuk ditindak lanjuti. Jadi tindakan oknum polisi RF menyalahi garis komnado yang suda diatur. Beber obet.

Seperti yang diberitahkan sebelumnya KP3 Laut Aiptu Herry F ketika di temui wartawan di kantor KP3 laut larantuka didampingi kasubag humas Polres flotim Erna Romakia pada (23/03) menuturkan ada oknum anggota reskrim melakukan penahan kayu yang hendak di bawah menuju pelabuhan laut pamakayo. Kayu tersebut baru diturunkan dari kapal Asia Prima. Kayu yang baru diturnkan digunakan untuk membuat dapur rumah, bukan kayu penyelundupan, sebanyak 47 batang, kayu tersebut tidak mengantongi surat-surart, tegas Herry.

Katanya lagi, berdasarkan aturan KP3 Laut yang mempunyai kewenangan penuh dalam kegiatan bongkar muat barang dan manusia di pelabuhan laut, apabila terjadi indikasi pelanggaran maka pihak KP3 Laut melakukan kordinasi melalui kasat reskrim. Itu garis komando yang benar, Ujar Herry.

Hal senda juga dikatakan kasubag Humas polres Flotim Erna Romakia,kegiatan bongkar muat di pelabuhan laut Larantuka dipantau langsung oleh KP3 laut, apabila terjadi indikasi pelanggaran maka dilakukan koordinasi dengan pihak polres Flotim melalui kasat reskrim, sambil menunggu tindak lanjut dari kapolres Flotim, dan itu garis komando yang benar,”jelas Erna Romakia.

Pemilik kayu Erson Hayon di pelabuhan laut Larantuka pada 23 Maret 2015 lalu menuturkan, kayu yang dibawah ke solor dibawa dari Surabaya berjumlah 47 batang dengan menggunakan kapal Asia Prima. Dirinya tidak mepersoalkan penahanan tersebut apabila dilakukan oleh pihak KP3 Laut, karena kayu tersebut tidak memiliki dokument.

Katanya lagi, yang disesalkan adalah oknum polisi reskrim yang melakukan penahanan kayu tersebut. Apa fungsi KP3 laut bila semua pekerjaan dirampas oleh pihak polisi yang bukan bekerja pada pos tersebut …?

Lanjutnya lagi, karena tidak mau urusan panjang lebar sehingga oknum polisi tersebut dikasih uang“iya saja kasih dia uang dua ratus ribu”,tuturnya. (*polce)