Kapolres Flotim , Respon Laporan Dugaan Korupsi Dana Bansos Desa Sagu

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia

ZONALINENEWS-LARANTUKA, Kasus Dugaan Korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) di Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur (NTT), yang dilaporkan Kepala Desa Sagu,Ridwan Bapa Kambe, serta Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), dan Sekertaris Desa Taufik Nasru, ke Polres Flotim direspon kepolres Flotim AKBP I Gede Putu Artah, dengan langsung berkunjungan ke Desa Sagu pada 12 April 2015, atas laporan tertulis yang disampaikan Kepala Desa, Ketua BPD, dan sekertaris. Hal itu disampaikan Sekertaris Desa Sagu, Taufik Nasru, ketika ditemui wartawan di Sagu 14 April 2015.

Katanya, Kapolres dalam kesempatan tersebut menanyakan persoalan pemalsuan cap dan ditanda tangan hingga pihak desa berani melaporkannya ke Polres Flotim. Respon cepat Polres Flotim menanggapi laporan dugaan kasus korupsi yang sedang terjadi.“Mungkin Pak Kapolres sudah baca surat kami, yang dikirimkan ke Kasat Reserse. Ketika kami memasukkan laporan, Kasat Reserse minta untuk bersabar karena sesuai dengan prosedur, surat tersebut harus dibaca oleh Kapolres sebelum di tindaklanjuti,”Paparnya.

Nasru, menjelaskan, pertemuan dengan Kapolres di desa sagu , pihaknya meminta agar kapolres segara mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana bansos, yang ditandai dengan pemalsuan tanda tangan kepala Desa dan Cap Desa Sagu. “Keterlambatan dalam mengusut kasus itu, akan berimbas bagi orang lain yang menggunakan cap dan tanda tangan. Kejadian ini dapat menjadi pelajaran buat semua orang sehingga tidak kembali melakukannya lagi.

“Kami berharap agar Kapolres Flotim segera menindak tegas oknum pemalsuan itu, hingga menjeblosnya ke balik penjara,”ungkapnya.

Nasru berjanji , pihaknya akan kembali mendatangi Kantor Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKAD) Kabupaten Flotim, untuk mencari informasi siapa orangnya yang datang membawa proposal tersebut.

Hal senada juga disampaikan beberapa orang lainnya, yang namanya tertera dala proposal itu, ketika ditemui wartawan di Desa Sagu. Salah satunya disampaikan Iman Masjid, Nurul Hijrah, Nurdin Hasan yang mengungkapkan, bahawa dirinya tidak mengetahui proposal yang dikirimkan untuk merehabilitasi Masjid ini. “ Saya benar-benar tidak tahu. Nama saya Nurdin Hasan, di KTP tertera nama itu dan bukan Nurdin Nimo,” tandasnya.

Ia membeberkan, sepengetahuannnya dirinya tidak ada Ikatan Remaja Masjid Nurul Hijrah di Desa Sagu. “Tidak benar ada Ikatan Remaja Masjid Nurul Hijrah,” ungkapnya.

Kasubag Humas, Polres Flotim, Erna Romakia ketika dihubungi pertelfon menuturkan, laporan dugaan pemalsuan cap dan tandatangan yang dilaporkan kepala Desa Sagu, sementara di lakukan penyelidikan, dan belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, sehingga. (*Fx)