Kapolres Ngada Sebut Anggota Briptu YL akan Jalani Satu Persidangan Lagi

ZONALINENEWS NGADA-Kapolres Ngada AKBP. I Made Oka Putra, SIK ditanyai wartawan media ini 31 Maret 2015 di Kantor Polres Ngada Bajawa mengungkapkan saat ini Briptu YL masih bertugas seperti biasa di Polres Ngada dan akan menjalan satu persidangan sisa tetapi dengan korban lain yang berbeda dari sebelumnya.

Kapolres Ngada AKBP. I Made Oka Putra, SIK

Kapolres Ngada AKBP. I Made Oka Putra, SIK

Pernah diberitakan media ini, kasus Anggota Briptu YL Polisi Polres Ngada Flores pernah heboh dibicarakan karena meninggalkan isteri nikah dinasnya bersama seorang putri lalu hidup bersama wanita lain (wil).  Menurut Kapolres Ngada, Briptu YL saat ini masih bertugas seperti biasa di Polres Ngada.

“Briptu YL masih bertugas seperti biasa di Polres Ngada. Sidang pertama sudah dilakukan dan sudah selesai. Itu kan sudah dilaporkan semuanya ke atasan dan sudah dirilis media juga kan. Sidang berikutnya beda kasus dan korbannya juga berbeda”, tegas Kapolres Ngada, AKBP Made Oka Putra, SIK.

Diberitakan sebelumnya Oknum Polisi Polres Ngada Briptu YL berselingkuh dan hidup bersama wanita lain (wil), korban isteri pertama dan keluarga tuntut Briptu YL dipecat. Keluarga korban menuding Kompol Athonius Sarengkelang tidak tegas terapkan kode etik atas tindakan amoral Anggota Polisi Polres Ngada Briptu YL yang berselingkuh, nikahi wanita lain (wil) dan meninggalkan isteri bersama seorang anak perempuan darah dagingnya sendiri. Merasa tidak puas dengan putusan sidang kode etik Polres Ngada yang dipimpin Waka Polres Ngada Kompol Athonius Sarengkelang, isteri pertama Briptu YL selaku korban didampingi ibu kandungnya Lusia Noge mengadukan perkara ini ke Polda Nusa Tenggara Timur di Kupang.

Pasalnya suatu waktu korban EBM menemukan sebuah pesan singkat (sms) masuk di nomor handpone Briptu YL. Wanita lain (wil) mengirim pesan singkat/sms kepada Briptu YL yang secara tidak sengaja dibaca oleh korban ‘EBM. Bunyi sms tersebut ‘Kakak cepat datang’. Lalu Briptu YL membalas ‘Buka memang celana, nanti saya skor lewat pantat”. Atas kejadian buruk ini korban dan keluarganya mencari Briptu YL dan ‘wil-nya menanyakan dugaan perselingkuhan namun keduanya mengaku hanya pertemanan biasa atau tidak ada hubungan khusus apapun. Kebohongan Briptu YL terkuak karena akhirnya diketahui oknum hidup serumah bersama wanita selingkuhan.

Diungkap media ini sebelumnya, Waka Polres Ngada, Kompol Athonius Sarengkelang, kepada ini, Kamis 26 Februari 2015 di ruang kerja Waka mengatakan anak buahnya sudah menjalani sidang kode etik atas dugaan perbuatan tercelah tetapi berhubung Kapolres Ngada masih berada di luar daerah, maka pihak Polres Ngada belum bisa memberikan keterangan pers kepada wartawan.

“Kami belum memberikan keterangan pers sebab Pa’ Kapolres selaku Pimpinan kami masih berada di luar daerah. Kami harus melakukan konsultasi dengan atasan dulu untuk menggelar keterangan pers kepada wartawan.

Seolah berbanding terbalik, kepada media ini Kapolres Ngada 31 Maret 2015 menjawab kasus sudah selesai dan telah dirilis semuanya. “Briptu YL masih bertugas seperti biasa di Polres Ngada. Sidang pertama sudah dilakukan dan sudah selesai. Itu kan sudah dilaporkan semuanya ke atasan dan sudah dirilis media juga kan. Sidang berikutnya beda kasus, korbannya juga berbeda, “tegas Kapolres Ngada, AKBP Made Oka Putra, SIK.

Kapolres Ngada AKBP Made Oka Putra, SIK belum mau menyebutkan kira-kira sanksi apa yang akan dikenai pada Anggota Polisi Briptu YL dalam persidangan kasus dan korban berbeda nantinya.

Keluarga korban isteri pertama Briptu YL kepada media ini 31 Maret 2015 mengaku sangat kecewa atas kinerja penegakan kode etik Polri di Mapolres Ngada. “Waduuh, ko begitu ya sikap Polisi terhadap anak buahnya. Sidang kode etik Polisi di Ngada mau jadi apa kalau seperti ini ujungnya. Kedepan oknum polisi bebas berbuat apa saja di Ngada karena Sidang Kode Etik Tunggal pun hanya untuk main mata. Hancur martabat Polri kalau pembiaran bertumbuh subur begini. Para korban dizolimi berulangkali”, ungkap Lusia Noge selaku ibu kandung dari  isteri pertama korban Briptu YL.  (*wrn)