Nur Aini Gani Jadi Kepsek SMU Muhammadyah Tidak Sesuai Aturan Yayasan

Zonalinenews – Kupang, Pengurus yayasan Muhammadiyah Kota Kupang menolak Dra Siti Nuraini Abubakar Gani sebagai Kepalah Sekolah SMU Muhammadyah Kota Kupang. “ Penolakan Nur Aini Gani sebagai Kepsek SMU Muhammadiyah yang sudah dilantik oleh Walikota Kupang Rabu 1 April 2015 pukul 10.00 wita dengan alasan tidak sesuai aturan yayasan Muhammadiyah. “Kata Wakil Sekertaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kupang, Baharudin Hamzah di balai Kota Kupang kepada wartawan, Rabu 8 April 2015 pukul 10.30 wita.

Dra Siti Nuraini Gani

Dra Siti Nuraini Gani

Menurutnya , pelantikan  Siti Nuraini Abubakar Gani sebagai Kepsek Muhammadiyah beberapa waktu lalu oleh Walikota Kupang itu karena Walikota hanya mendengar polemik yang terjadi di yayasan muhammadiyah dari sebelah pihak saja.

Ia juga mengatakan, Nur Aini Gani seorang PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan dulunya menjadi guru yang diperbantukan di SMA Muhammadiyah , tetapi mulai terhitung dari 10 November 2014 dari Dinas PPO Kota Kupang menarik kembali Dinas sehingga Nur Aini Gani sendiri tidak memenuhi syarat untuk menjadi Kepsek Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah.

“Dari pihak Pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Kupang siapun yang diangkat menjadi Kepsek dan selagi dia tidak bertentangan dengan aturan yayasan kita bisa terima saja, “kata Baharudin.

Ia menjelaskan, syarat bisa menjadi Kepsek SMA Muhammadiyah itu harus menjadi guru di yayasan tersebut. maka dari itu Nur Aini Gani ini sangat tidak layak menjadi Kepsek Kepala Sekolah. “Sekolah SMA Muhammadya ini dibawa operasional tanggung jawab Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kupang dan semua proses yang ada saat ini sehingga Nur Aini Gani menjadi Kepsek SMA Muhammadya ini prosesnya sangat tidak benar di internal, “ungkapnya.

Dikatakan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kupang bersikap menolak pelantikan Nur Aini Gani tersebut, dan bukti penolakan itu sendiri dari pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kupang sudah mengembalikan Nur Aini Gani ke Dinas, dan Dinas sendiri sudah menarik Nur Aini Gani sejak 10 November 2014. “Kami sudah pernah sampaikan penegasan surat terakhir ke Pemkot Kupang agar tidak boleh ada pelantikan hingga sampai selesai anak – anak ujian sekolah, sehingga pihaknya bisa memproses ulang semua ini, “tegasnya.

Pada minggu lalu katanya, ada surat dari Dinas PPO Kota Kupang mengundang Pimpinan Dearah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) untuk memediasi, namun ketika Ketua PDM yang diundang oleh Dinas sendiri datang, tetapi Kepala Dinas PPO Kota Kupang  tidak ada ditempat dan Sekertarisnya sedang menghadiri sidang sehingga petemuan itu tidak terjadi dan tiba – tiba esok harinya, SK untuk Kepsek Nur Aini Gani sudah keluar begitu saja.

“Kami menduga terkait persoalan yang ada di yayasan Muhammadiyah ini Wailikota Kupang tidak mendapat informasi yang sangat utuh maka lahirlah SK ini. Dan saat ini kami ingin bertemu dengan Walikota Kupang untuk menyampaikan kepada Walikota Kupang bahwa pelantikan yang dilakukan oleh Walikota Kupang itu sangat bertentangan dan bertabrakan dengan aturan yayasan. Maka dari itu kami ingin meminta Walikota Kupang untuk membatalkan SK Nur Aini Gani tersebut, “ungkapnya.

Ia menegaskan, aturan yayasan yang sebenarnya, apa bila khusus PNS yang ingin menjadi Kepsek di sekolah yayasan dia harus melalui proses penjaringan di tingkat sekolah bersangkutan. Nantinya sekolah ini akan kami di tingkat pengurus Pimpinan Darerah Muhammadiyah Kota Kupang yang memproses semua ini karena sekolah ini berada di Kota Kupang Kupang maka dari itu harus kita yang memproses semua ini. Dan  setelah proses selesai.

“Yang menjadi masalah Nur Aini Gani ini salah satu calon tetapi tidak lulus dari tes imported dan lalu kita mengajukan tiga nama ke yayasan tingkat Provinsi yaitu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah lalu mereka mengesahkan satu nama yang keluar, dan yang menjadi persoalan nama Nur Aini Gani ini tidak diajukan, lalu pimpinan wilayah melantik Nur Aini Gani. Karena tidak sesuai aturan kewenangan PDM Kota Kupang mengembalikan Nur Aini Gani ke Dinas sebagai PNS, dan langkah ini adalah hak dari PDM. Dan berdasarkan penarikan dari Dinas ini Nur Aini Gani tidak berhak menjadi Kepsek. Dan yang kita harapkan saat ini karena semua urusan ujian murid sekolah sudah berjalan maka dari itu kewenangan Kepsek yang lama, Syahrir Yusuf ini harus terus berjalan hingga usai ujian anak sekolah usai dan seusai ujian anak – anak baru kita memproses Kepsek yang baru, “katanya.

Walikota Kupang Jonas Salean saat di konfirmasi wartawan terkait pelantikan Nur Aini Gani di gedung DPRD Kota Kupang ia mengatakan, pelantikan yang ia lakukan terhadap Nur Aini Gani berdasarkan surat ter tinggi dari pengurus Muhammadiyah Provinsi NTT, dan apa yang ia lakukan hanya untuk menolong anak – anak murid yang sebentar lagi akan menghadapi ujian sekolah.

“Apa yang saya lakukan hanya untuk menolog anak murid, dan masalah yang sekarang ada di kubu yayasan Muhammadiyah ini adalah masalah interen saja. Masalah interen yang terjadi di yayasan Muhammadiyah ini saya tidak pernah tahu, karena pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kupang juga mengatakan bahwa mereka juga mempunyai hak untuk mengambil keptusan ini, maka dari itu apa yang saya sudah lakukan cuma sekedar ingin membantu anak – anak murid saja. sehingga apabila sudah habis anak – anak murid mengikuti ujian mereka ingin mengantikan Kepsek yang baru itu terserah mereka karena polimik ini ada pada yayasan bukan ada pada kami, “kata Jonas. (*hayer)