OMK Don Bosko Babarsari Perankan Tablo dengan Tema Modern

ZONALINENEWS- YOGYAKARTA,Tablo yang dimainkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Don Bosko, paroki Babarsari Yogyakarta pada Jumat 3 April 2015 menjelaskanYesus yang disalibkan secara modern.

Suasana misa Jumat Agung di Paroki St Maria Assumpta Babarsari Jogja

Suasana misa Jumat Agung di Paroki St Maria Assumpta Babarsari Jogja

Saat kebanyakan orang memberikan uang sebagai bentuk Aksi Puasa Paskah (APP), Orang Muda Katolik (OMK) paroki St. Maria Asumpta Babarsari melakukan aksi puasa lewat Tablo, sebuah bentuk pelayanan terhadap paroki dan umat.

Pantauan Zonalinenews, setelah persiapan yang dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan, tablo dimainkan dengan Baik. Pada saat pablo dipentaskan banyak umat yang sempat menangis melihat kesengsaraan Yesus pada perarakannya menuju bukit Golgota. Yesus yang diperankan oleh putra asal Kupang, JhonesFreitas, sehingga peran tersebut membuat tablo menjadi begitu dramatis. Selain peran sutradara dibalik panggung, penghayatan peran setiap pemain tablo, benar-benar menghadirkan karakter masing-masing.

Tema tablo kali ini disesuaikan dengan tema liturgy yaitu. “Kasih dengan perbuatan, semaikan hidup”.Konsep tablo kali ini, menjelaskan tentang kesengsaraan Yesus selama ini tidak terlepas dari“dosa-dosa modern”. Sempat tercetus dari diskusi tentang tema, kami mau menggunakan dekorasi modern, seperti, rakyat yang menggunakan pakaian-pakaian modern, dengan isu-isu tertentu, misalnya di dalamnya ada koruptor,polisi suap, atau hakim suap,sesuai realitas saat ini,”ungkap Carlos, sebagai sutradara jumat 3 April 2015.

Dikatakan, drama kesengsaraan Yesus yang ditampilkan kali ini, menjelaskan tentang siapa yang sebenarnya yang telah menyalibkan Yesus. “Namun, pada saat mau eksekusi, kami memilih dekorasi Romawi, namun nilai yang ditegaskan dalam drama tersebut adalah kasus-kasus korupsi, suap-menyuap, dan sejenisnya yang sebenarnya telah menyalibkan Yesus, ” tambah Carlos

Renungan Tablo diambil dari renungan jalan salib yang dikeluarkan oleh Keuskupan Agung Semarang. Renungan tersebut kemudian direlevanskan dengan tablo. Renungan yang merefleksikan kesengsaraan Yesus, sebenarnya diakibatkan karena “dosa-dosa modern” yang juga tak sedikit yang dilakukan oleh orang katolik.

“Keangkuhan bangsa romawi dan manusia, telah membuat Yesus disalibkan. Sedangkan di era ini, keangkuhan kita pada Tuhan dengan cara melupakan doa, lebih setiap ada gadget, korupsi, dan berbagai kasusnya lah yang sebenarnya yang membuat Yesus disalibkan secara modern. (*exell silli)