Perempuan Kabupaten Belu Komit Perjuangkan Kesetaraan Gender

Perempuan Kabupaten Belu Komit Perjuangkan Kesetaraan Gender

Perempuan Kabupaten Belu Komit Perjuangkan Kesetaraan Gender

Zona Line News- ATAMBUA- Kaum perempuan Kabupaten Belu perlahan-lahan menunjukkan kemajuan dalam upaya kesetaraan gender. Komitmen untuk memperjuangkan kesetaraan gender itu, dapat dilihat dari bukti-bukti nyata keberpihakan pemerintah dan masyarakat kepada kaum perempuan.

Hal lain yang dapat dilihat adalah bahwa sebagian besar kaum perempuan Belu sudah menjadi “Kartini” masa kini. Sebagai contoh nyata, ada enam orang perempuan menjadi pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Belu dan 11 orang di Parlemen Belu.

Ketua Dharma Wanita Belu Gaudensiana Luruk Bere menyampaikan hal ini dalam acara peringatan Hari Kartini yang berlangsung di Aula Betelalenok, Atambua, Selasa 21 April 2015

Gaudensiana Luruk Bere lebih lanjut mengemukakan yang menjadi tema dalam peringatan Hari Kartini itu adalah “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kesetaraan Gender untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga”.

Pada perayaan itu pula, diadakan lomba cipta menu dan peragaan busana guna memberdayakan kaum perempuan Belu agar semakin kreatif dan inovatif dari waktu ke waktu.

Menurut Luruk Bere, perempuan Belu sudah mengambil bagian dalam berbagai bidang di lembaga eksekutif dan legislatif. Di lembaga eksekutif, terdapat enam orang menjadi pimpinan SKPD dan di lembaga legislatif, 11 orang menjadi anggota parlemen.

“Bahkan, pucuk pimpinan DPRD saat ini dipegang oleh kaum perempuan. Di lembaga eksekutif juga masih terdapat beberapa kaum perempuan yang menjabat sebagai kepala bidang, kepala bagian dan sekretaris dinas. Contoh-contoh kongkret ini menunjukkan bahwa kaum perempuan Belu sudah jadi Kartini masa kini,” kata istri Sekda Belu ini.

Namun demikian, Luruk Bere menekankan dan mengingatkan kaum perempuan untuk tetap menghargai kodrat sejati sebagai perempuan dengan tetap melakukan tugas-tugas perempuan selain menjalankan tugas utama di pemerintahan.

Anggota DPRD Belu, Maria Hilaria Yanuaria Bone pada kesempatan itu, juga mengemukakan terdapat 11 orang kaum perempuan yang mewakili kaum perempuan di gedung Parlemen Belu, dan hal itu sudah mencapai kuota 30 % sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Di sini, kita boleh bilang kesetaraan gender sudah hampir tercapai. Tapi, sebagai perempuan, tetap harus berpijak pada kultur ketimuran dan menghargai kodrat perempuan yang sudah melekat. Dan karenanya tugas-tugas perempuan harus dijalankan, khususnya di dalam urusan tumah tangga,” katanya.

Sementara itu, Pj. Bupati Belu Wilhelmus Foni mengungkapkan Hari Kartini perlu dimaknai dalam dua perspektif, yaitu kultur dan ekonomi. Perempuan dalam budaya harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai warisan leluhur meskipun sudah memegang salah satu tampuk kekuasaan.

“Dan perempuan secara ekonomi harus bisa memberdayakan kaum perempuan lain yang belum bergerak maju, terutama majukan kabupaten tercinta ini. Fakta secara jujur katakan perempuan Belu sudah maju, sebagai contoh enam orang duduk di jabatan eselon II dan satu orang perempuan pecahkan rekor di NTT sebagai ketua DPRD,” sebut mantan Kadis Sosial NTT ini. (*Devv)