Polres Belu Tahan Dua Pengrusak Kantor Camat Kota Atambua

Kapolres Belu

Kapolres Belu

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA- Aparat Kepolisian Resor (Polres) Belu menahan dua pengrusak Kantor Camat Kota (Cakot) Atambua, masing-masing Antonio da Silva dan Carlitu da Silva. Kedua orang itu ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena merusakkan kaca kantor camat dan mobil dinas camat.

Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela menyampaikan hal ini kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu 15 April 2015.

Sinambela mengatakan penahanan kedua tersangka itu dilakukan karena terlibat aktif dalam kasus pengrusakan kantor camat dan mobil dinas Camat Kota Atambua pada Senin 13 April 2015.

“Memang terdapat beberapa warga di sekitar wilayah kantor camat menyerang  camat dan sekcam serta para pegawai Kantor Camat Kota Atambua hingga merusakkan kaca gedung dan mobil dinas, tapi yang sempat tertangkap tangan dua orang tadi (Antonio da Silva dan Carlitu da Silva),” sebut Sinambela.

Dikemukakan Sinambela, aksi pengrusakan fasilitas negara oleh sejumlah warga yang dipimpin Anton da Silva  itu sebagai bentuk ketidakdpuasan atas rencana pembangunan gedung  baru kantor camat Kota Atambua  dan ruangan KB  di sekitar lokasi pemukiman warga dimaksud.

“Kita sedang lidik kasus ini. Kita akan cermati sungguh-sungguh kasus ini dan cari tahu akar persoalannya sehingga kemudian hari tidak terjadi lagi hal serupa,” jelasnya.

Camat Kota Atambua Amandus Linci menjelaskan kasus penyerangan fasilitas kantor camat Kota Atambua itu terjadi setelah dirinya bersama para pelaku gagal menemui  anggota DPRD Belu asal fraksi Gerindra Fransisco Pereira alias Siku Naru guna berkonsultasi mengenai rencana relokasi warga yang bermukim di sekitar tanah milik kantor  Camat Kota Atambua.

Linci menerangkan konsultasi untuk mencari solusi terbaik  mengenai rencana relokasi sejumlah warga eks Timor Timur yang berdomisili di tanah milik  Pemerintah Kecamatan Kota Atambua sejak 1999 lalu itu penting dilakukan sebagai tindak lanjutan permintaan anggota DPRD Belu dimaksud.

“Beberapa waktu lalu Pak Siku Naru sendiri yang janji bahwa kamu mau bangun  gedung kantor camat dan ruangan KB baru ketemua saya (Sikunaru, red-) supaya kita sama-sama cari jalan keluar terbaik bagaimana caranya supaya tujuh KK yang tinggal di atas  tanah kantor camat bisa dipindahkan untuk tinggal di tempat lain,” urainya.

“Makanya, saya dan beberapa KK itu pergi ke gedung DPRD tapi di sana kami tidak berhasil bertemu karena lagi bertugas di luar daerah. Karena tidak jadi bertemu, kami pulang, tahu-tahu begitu pulang  sampai kantor mereka  malah balik serang kami di kantor makanya sekarang saya langsung lapor ke polisi untuk proses hukum,” tambahnya.

Menurut Linci, kasus penyerangan gedung kantornya reda setelah sejumlah aparat keamanan Polres Belu tiba di TKP menggunakan satu unit truck Dalmas  dan sejumlah sepeda motor dinas Polres Belu.

Lurah Manumutin Frans Leo Soro menambahkan sejumlah pelaku penyerangan dan pengrusakan fasilitas Pemerintah Kecamatan Kota Atambua tertangkap aparat Polres Belu ketika sedang melakukan penyerangan.

“Dalam peristiwa pengrusakan kantor camat, kami diserang dengan batu yang datang bertubi-tubi dari berbagai arah dan kami lihat  ada warga yang  lari menuju kantor  menggunakan benda tajam sehingga kami terpaksa  sembunyi. Saya dan Pak Camat sembunyi di atas loteng, sedangkan Pak Lurah Tenukiik saya lihat dia sembunyi di dalam lemari,” akuinya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, akibat penyerangan secara mendadak menggunakan batu dan benda tajam  oleh warga sekitar,  kaca belakang mobil dinas Camat Kota Atambua bolong. Sejumlah kaca jendela  kantor camat Kota Atambua hancur karena terkena lemparan batu yang datang dari berbagai penjuru. Camat Kota Atambua Amandus Linci, Lurah Tenukiik Sirelus Taolin dan Lurah Manumutin Frans Leo Soro  bersama para pegawai kantor camat kota terpaksa berhamburan menyelamatkan diri. Camat Kota dan Atambua dan Lurah Manumutin terpaksa  naik loteng plafon kantor untuk menghindari diri dari serangan warga sedangkan Lurah Tenukiik  terpaksa menyembunyikan diri dalam salah satu lemari kantor Camat Kota Atambua. (*Davidson)