Sandera Kuasa Hukum, 45 Calon TKI Diamankan Brimob Polda NTT

ZONALINENEWS – KUPANG, Tidak ada kejelasan keberangkatan dan ditampung Selama kurang lebih dua bulan ditempat penampungan, di Kelurahan Oespa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang,  45 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) menyandra kuasa Hukum Perusahaan PJTKI, PT Bagoes Bersaudara. Salah satu calon TKI Umbu kepada wartawan di tempat penampungan, Rabu 8 April 2015 pukul 20.30 wita mengatakan, Aksi penyandraan tersebut terpaksa karena dari pihak PT Bagoes Bersaudara akan membatalkan keberangkatan kita ke adaerah  tujuan.

TAKUT AMUK MASSA TKI SATGAS TRAFFICKING NTT MINTA BANTUAN BRIMOB

TAKUT AMUK MASSA TKI SATGAS TRAFFICKING NTT MINTA BANTUAN BRIMOB

Ia juga sangat menyesal dengan Dinas Sosial serta Pemerintah Kabupaten Sumba yang sudah menerbitkan surat rekomendasi tenaga kerja. “Kita sangat menyesal dengan sikap yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Pemerintah Kabupaten Sumbah. Pasalnya, kita ini orang bodoh yang tidak tau baca tulis, sehingga semapainya kita ditempat penampungan ini kita merasa dibodohi oleh perusahaan tersebut, dan dari kebodohan kita ini, kita dibiarkan selama kurang lebih dua bulan ditempat penampungan ini, “kata Umbu.

Umbu menegaskan, kami ini sudah keluar dari kampung dan ingin kerja untuk merubah nasib kami. Jadi apabila kalau kita mau diberangkatkan harus semuanya, karena kita tidak mau ada yang dijadikan anak tiri. Dan apa bila kalau mau di pulangkan kembali ke tempat asal kita harus dipulangkan semuanya.

Sementera itu Kuasa Hukum PT Bagoes Bersaudara saat itu juga kepada wartawan ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendekatan kepada para calon TKI tersebut, namun aksi nekat yang dilakukan para calon TKI ini semakin memuncak karena merasa di anak tirikan dan tidak mendapat pelayanan sesuai yang dijanjikan.

“Kekesalan para calon TKI ini membuat mereka melakukan aksi sandera terhadap diri saya selama 12 jam, “ujarnya.

Kasat Brimob Polda NTT Kombes Polisi Dadang Suhardi mengatakan, kehadiran Brimob Tempat Kejadia Perkara (TKP) ini hanya melakukan tindakan pencegahan kekerasan. “Pihak kita melakukan tindakan pengamanan secara Representatif agar mencegah adanya tindak kekerasan akibat dari ketidak puasan para calon TKI ini terhadap Kuasa Hukum  PT Bagoes, “jelasnya.

Pantauan Zonalinenews, akibat dari aksi nekat yang dilakukan oleh para calon TKI, aparat gabungan satuan Brimob Polda NTT dan Satuan Tugas Trafficking Polda NTT lengkap dengan peralatan senjata mengeledah setiap kamar untuk mengantisiapasi adanya pemyimpanan senjata tajam oleh para calon TKI.  Saat ini 45 orang calon TKI tersebut sudah diamankan ke Polda NTT untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, serta akan memulangkan para calon TKI yang tidak memenuhi syarat  untuk dikirimkan ke luar negeri. (*hayer)