Sapi Kabupaten Kupang Berkualitas Dikunjungi 4 Pengusaha Jakarta

Zonalinenews – Oelamasi, Dalam rangka membangun kerjasama pengembangan peternakan sapi di NTT guna memenuhi kebutuhan sapi di Provinsi DKI Jakarta, sebanyak empat orang pengusaha asal Jakarta yang dipimpin langsung Kasubdit Industri Kecil dan Menengah Kementerian Riset dan Teknologi, Retno Sumekar melakukan kunjungan di Kabupaten Kupang.

Salah Satu Peternakan Sapi di  Oesao Kabupaten Kupang

Salah Satu Peternakan Sapi di Oesao Kabupaten Kupang

Kunjungan ini selain untuk bertemu Bupati Kupang Ayub Titu Eki sekaligus melihat langsung kondisi peternakan sapi yang ada di Kabupaten Kupang. Kedatangan empat  pengusaha ini diantaranya Syahmudin, karmadi, pujianto diterima langsung oleh Bupati Kupang Ayub Titu Eki, Rabu 8 April 2015 pukul 11.30 wita,  bertempat di rumah jabatan Bupati Kupang.

Kasubdit Industri Kecil dan Menengah Kementerian Riset dan Teknologi Retno Sumekar Kala bertemu Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan kebutuhan daging sapi di Provinsi DKI Jakarta sangat tinggi dimana perharinya membutuhkan 1350 ekor sapi. Kebutuhan tersebut akan sangat meningkat di hari – hari besar keagamaan hingga bisa mencapai-2500-3000 ekor/hari.

Kebutuhan daging sapi yang tinggi ini membuat pemerintah Provinsi DKI berkerjasama dengan Kemenristek melakukan upaya kerjasama dengan berbagai daerah penghasil sapi diantaranya dengan Pemerintah Kabupaten Kupang di NTT guna memenuhi kebutuhan daging sapi di Jakarta.

Retno mengharapkan melalui kunjungan ini akan terbangun kerjasama yang saling menguntungkan dimana peternak sapi di Kabupaten Kupang mendapat pasar penjualan sapi dan masyarakat jakarta terpenuhi kebutuhan sapinya.
Ditegaskan Retno, untuk mengembangkan ternak sapi yang berkualitas dalam jumlah yang besar di wilayah NTT khususnya di Kabupaten Kupang sangat ditentukan oleh ketersediaan air yang cukup. Dikatakan, ketersediaan air baku yang kurang sangat menyulitkan peternak menghasilkan ternak sapi yang berkualitas mengingat penyediaan pakan ternak seperti tanaman kingrest atau rumput gajah, lantoro, gala-gala, turi sesuai dengan anjuran teknologi membutuhkan butuh suplai air yang cukup. Selain itu ketersediaan air sangat dibutuhkan untuk pemberian air minum bagi ternak.

Selain itu dalam pertemuan tersebut, Retno Sumekar menyatakan Kabupaten Kupang memiliki potensi yang sangat baik dalam pengembangan peternakan sapi mengingat memiliki lahan yang luas dan sebagian besar masyarakatnya sudah terbiasa berternak sapi sejak dahulu.

Retno mencontohkan saat kunjungannya di desa Fatuteta kecamatan Amabi Oefeto, lahan yang dimiliki masyarakat sangat luas namun memiliki kekurangan diantaranya sistem beternak yang masih bersifat tradisional.

Dikatakan setelah melihat langsung kondisi dilapangan, desa Fatuteta sangat layak untuk dikembangkan menjadi tempat pengembangan ternak sapi karena memiliki fasilitas air yang cukup diantaranya memiliki Bendungan Bikua, bendungan Egmen, Bendungan Tuateta dan kali Oesao. Mereka menyarankan, agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi tersebut dengan melakukan pemagaran dan pemanfaatan pakan ternak secara baik. kendati demikian, salah satu hal yang perlu diperbaiki ungkap retno adalah sistem berternak yang masih bersifat tradisional sehingga hasil ternaknya kecil.

“Antusiasme orang NTT memelihara sapi sangat tinggi dan menjadi sudah menjadi budaya sejak dulu, hanya saja cara pemeliharaannya yang masih bersifat tradisional mengakibatkan ternak yang dihasilkan postur tubuhnya kecil,” Ungkapnya.

Ia juga  mengingatkan masyarakat agar rumput diareal pengembalaan ternak tidak boleh terbakar, salah satunya ialah jangan membuang puntung rokok di areal peternakan karena akan membakar pakan ternak alami.

Dalam pertemuan tersebut Retno memberikan saran agar usaha ternak sapi di Kabupaten Kupang dapat sukses, maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah pembenahan infrastruktur diantaranya pembangunan embung-embung atau bendungan air dalam skala besar di area pengembalaan ternak. Setelah ada bendungan, sekitar bendungan tersebut dapat dibangun rains pakan ternak yang lebih lanjut dipadukan dengan pembuatan kandang-kandang penggemukan sapi. Artinya usaha tersebut terintegrasi antara embung, rains pakan ternak dan tempat pembibitan dan penggemukan sapi. Hal lain yang diungkapkannya ialah Tahun ini kerjasama peteranakan sapi di Kabupaten Kupang sudah harus dimulai,dan diharapkan akan menjadi lokasi percontohan pertama pengembangan bibit ternak dan pengembangan ternak sapi.

Sementara itu Bupati Kupang Ayub Titu Eki dengan singkat nyatakan siap membangun kerjasama yang baik dan membawa masyarakat menggapai kehidupan yang lebih baik salah satunya ialah pengembangan ternak sapi, pakan ternak secara baik dengan pihak jakarta. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan mengingatkan masyarakat agar menjaga sapi betina produktif miliknya dan tidak dijual mengingat salah satu penyebab menurunnya populasi ternak sapi di Kabupaten Kupang dikarenakan penjualan sapi betina produktif oleh masyarakat karena terdesak kebutuhan ekonomi. (*hayer)