Simon Hayon : Bupati Flotim Tahu Adat Tidak

SIMON HAYON

SIMON HAYON

Zonalinenews,Kupang- Langkah yang diambil Bupati Flores Timur, Yosni Laga Doni Herin guna menghadirkan kedua desa yang bertikai untuk menuturkan sejarah tanah yang diperebutkan Desa Lewobunga dan Desa Lewonara, bukan sebuah strategi jitu untuk menyelesaikan persoalan perang tanding kedua wilayah tersebut. Karena langkah itu hanya akan memicu konflik horizontal antar warga.

“Bupati Flotim tidak tahu adat Lamaholot. Langkah itu hanya akan menimbulkan kekacauan antar warga”.Hal ini disampaikan mantan Bupati Flotim, Simon Hayon ketika dikonfirmasi pertelepon, Selasa (14/4).

Menurut Simon, perang tanding di pulau Adonara hanya bisa diselesaikan dengan cara adat. Hal ini seperti ungkapan adat yang berbunyi, ‘Heku nange noiro nai pilin Kosa (koda/nuba), Kosa wuan duruta (Nara) weli tanah Adonara’.

Olehnya, menurut Simon, hanya orang-orang yang mengerti kiasan atau perumpamaan itu saja yang bisa menyelesaikan masalah tanah di Lamaholot (tanah nay’un bayh’an). Sebab, dibalik ungkapan tersebut terdapat kekayaan rahasia penciptaan.

Simon juga menilai, selain hanya memicu konflik horizontal antar warga, langkah yang ditempuh Bupati Flotim juga menurutnya, hanya sebuah pencitraan menjelang pilkada di Flotim.
Dirinya pun mengharapkan, kepada warga Desa Lewobunga dan Desa Lewonara agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun.

“Saya minta agar kedua desa jangan terprovokasi oleh pernyataan dari luar. Karena hanya akan menimbulkan konflik horizontal,” harapnya. (*amar)