Syafrudin Atasoge Bumikan Semangat Nasionalisme di Kalangan Pemuda

ZONALINENEWS-FLOTIM, Pudarnya semangat Nasionalisme di kalangan pemuda yang berdampak pada lahirnya ego kedaerahan belakangan ini sering terjadi, sehingga menimbulkan konflik sosial antar pemuda bahkan merambat pada konflik antar wilayah maka di butuhkan pembumian semangat nasionalisme, hal ini penting di lakukan agar ada persamaan pemahaman tentang nasionalisme di kalangan pemuda, pernyataan ini di sampaikan oleh Anggota DPD RI asal NTT, Syafrudin Atasoge S.Pd saat menggelar kegiatan sosialisasi empat konsensus kebangsaan pada hari Jumad tanggal 10 April 2015 di Desa Nisakarang, Kecamatan Klubagolit Kabupaten Flores Timur.

DPD RI asal NTT, Syafrudin Atasoge S.Pd saat menggelar kegiatan sosialisasi empat konsensus kebangsaan

DPD RI asal NTT, Syafrudin Atasoge S.Pd saat menggelar kegiatan sosialisasi empat konsensus kebangsaan

Menurut Syafrudin, pemuda sebagai agen pembaharu harus sepenuhnya menghayati rasa nasionalisme sehingga dalam pergaulan atau interaksi sosial sehari-hari dapat memberikan pengaruh yang posistif di kalangan sesama, jika pemuda sudah sepenuhnya memahami rasa nasionalisme maka akan menjadi pelajaran dalam menghidupkan jiwa patroitisme, lebih jauh Syafrudin mengurai bahwa kondisi masyarakat Adonara hari ini sangat membutuhkan peran dari pemuda untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda, jika pemuda seluruh adonara sudah bersatu maka akan menjadi satu elemen penting bagi kemajuan daerah, apalagi Adonara sedang dalam semangat menyongsong daerah otonomi baru.

Politisi muda asal pulau Adonara ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar mengambil peran masing-masing dalam menghidupkan semangat nasionalisme. “Jangan kita terkotak-kotak karena perbedaan suku, perbedaan agama, mari kita hiasi semangat persatuan dengan senantiasa menjujung tinggi budaya lamaholot sebagai kekuatan untuk menyatukan segala perbedaan,”tegas Syafrudin.

Pada kesempatan itu Syafrudin juga mengimbau kepada selururh masyarakat agar senatiasa menjaga kerukunan antar umat beragama di Adonara dan di Flores Timur karena NTT telah di kenal sebagai miniatur Indonesia dalam hal menjaga kerukunan antar umat beragama, mari kita saling menghormati dan menghargai, mayoritas harus melindungi minoritas dan minoritas harus menghargai mayoritas,ajak mantan pengurus PBHMI ini.(*tim)