Tenaga Sukarela BLUD Belu Akan Jadi Tenaga Kontrak

Pejabat Bupati Belu Wilhelmus Foni

Pejabat Bupati Belu Wilhelmus Foni

Zona Line News- ATAMBUA, RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD yang kini sudah menjadi badan layanan usaha daerah (BLUD) mengangkat para tenaga sukarela yang sudah sekian lama mengabdi menjadi tenaga kontrak (teko). Pengangkatan ini dilakukan guna memaksimalkan layanan di rumah sakit rujukan regional ini.

Namun demikian, Penjabat Bupati Belu Wilhelmus Foni meminta direksi RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD untuk meneliti ulang pengangkatan teko itu sehingga tepat sasaran.

“Kita ingin pengangkatan tenaga sukarela menjadi teko dilakukan secara cermat dengan melihat kebutuhan yang ada. Direksi RSUD harus identifikasi potensi, kompetensi dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan,” kata Foni seusai rapat kesiapan Direksi RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD dalam mengelola keuangan sendiri dengan adanya perubahan kelas menjadi BLUD.

Rapat yang dilangsungkan di lantai dua Kantor Bupati Belu itu dihadiri para pimpinan SKPD terkait, seperti Dirut Mgr. Gabriel Manek, SVD dr. Hendrikus Bessin, Kadis Kesehatan Theresia Saik, Inspektur Inspektorat Anton Tisera, para dokter ahli dan jajaran SKPD lainnya.

Dikemukakan Foni, pengangkatan tenaga sukarela menjadi teko tidak boleh menumpuk pada satu bidang kebutuhan tertentu tapi harus merata di semua bidang yang ada di rumah sakit. Dan, tidak boleh terlalu membebani atau melebihi kemampuan keuangan.

“Rumah sakit ini berstatus sebagai BLUD dan rujukan regional jadi harus dikelola secara baik. Pengelolaan keuangan harus dilakukan secara benar dan kualifikasi pendidikan para tenaga medis pun harus diperhatikan,” tandasnya.

Dirut RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD dr. Henderikus Bessin menyebutkan terdapat sekitar 210 orang dari 300 orang tenaga sukarela yang diangkat menjadi tenaga kontrak. Pengangkatan ini sudah dilakukan secara teliti sesuai dengan tingkatan kebutuhan.

“Dengan adanya rumah sakit ini ditingkatkan ke BLUD, kita juga tingkatkan tenaga sukarela yang sudah lama mengabdi menjadi teko. Ini kita lakukan berdasarkan kajian kebutuhan. Ini juga tahap awal, ke depan kita juga pasti akan perhatikan yang lainnya,” ucapnya.

Bessin mengungkapkan RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD ditingkatkan menjadi BLUD karena sudah bisa mengelola keuangan sendiri dan satu poin yang paling penting adalah rumah sakit itu (RSUD) dikatakan sehat setelah diaudit BPK.

“Mengenai pendapatan asli daerah (PAD) dari rumah sakit sekitar tahun 2008/2009, hanya Rp 11 miliar. Setelah tahun 2012, saya dilantik jadi direktur utama PAD digenjot jadi Rp 14 miliar, 2013 Rp 22 miliar dan tahun 2014 naik sebesar Rp 36 miliar. Sedangkan, sekitar silpanya sekitar Rp 6 miliar,” sebutnya. (*Devv)