Terbukti Selingkuh Bripka Muhammad Dulla Terancam di Pecat

ZONALINENEWS – OELAMASI, Terbukti Melakukan Perselingkuhan dengan JM, Bripka Muhammad Kadir  Dulla, Oknum Anggota Polisi  Polres Kupang  yang bertugas di Seksi Pengawasan (Siwas)  terancam di pecat. Perselingkuhan antara Bripka Muhamamd Kadir  Dulla dengan JM yang masih status istri Alimudi 44 tahun dibenarkan oleh saksi – saksi dalam sidang Kode Etik dengan Agenda Bacaan Tuntutan pada, Juamat 10 April 2015 pukul 10.30 wita di  Mapolres Kupang, semua saksi korban membenarkan pelaku melakukan perselingkuhan dan melakukan hubungan badan layak suami istri sampai  JM hamil dan melahirkan anak pada tahun 2012 lalu.

Sidang Kode Etik Angita Polisi Bripka Muhammad  Dulla

Sidang Kode Etik Angita Polisi Bripka Muhammad Dulla

Dalam sidang Kode Etik Wakapolres Kompol Ardian Sutriano bertindak sebagai Majelis Ketua  dengan anggota Majelis Kabag Ops Kompol Yohanis Kobis, Kabag Ren Kompol Agus Lahede dan Kasie Propam Ipda Yorsen Bilaut sebagai Penuntut dan Pendamping Pelaku, Brigpol Maxi Sine, dengan agenda bacaan penututan yang dibacakan oleh Penuntut Ipda Yorsen Bilaut, isi penuntutan semua keterangan saksi, baik  JM selaku korban ,  maupun suami JM Alimudin sebagai saksi korban, dan istri  sah pelaku Mami Aleta Pani (MAP) serta delapan saksi lain yang adalah keluarga dan tentangga korban mengakui bahwa Bripka Muhammad K Dulla benar-benar melakukan perselingkungan  dan hubungan badan sampai JM hamil dan melahirkan anak.

” Sesuai fakta dan keterangan dari semua saksi menerangkan bahwa pelaku benar-benar melakukan perselingkungan dengan JM sampai memiliki anak. Demikian kesimpulan poin keterangan saksi yang di bacakan Kasi Propam Ipda Yorsen Bilaut.

Membacakan berkas tersebut  bahwa sesuai keterangan semua saksi lanjut Yorsen, bahwa pelaku benar – benar melakukan perselingkuhan sampai memiliki anak mencoreng citra lembaga  kepolisan  dan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Indonesia.
Selain itu, pelaku tidak pernah menafkai korban dan anak dari hubungan gelap tersebut. Untuk itu,  pelaku sepantasnya diberikan sanksi berupa pemberhentian dengan tidak hormat. ” Sesuai fakta dan keterangan saksi membenarkan pelaku telah melakukan perselingkuhan,  dan untuk itu selayaknya pelaku di berikan sanski berupa pemberhentian dengan tidak hormat.”Demikian bunyi tuntutan yang dibacakan Yorsen sebagai penuntut di  disambut.

Yorsen juga  meminta Majelis Ketua agar memberikan pertimbangan seadil – adilnya, karena pelaku terbukti sesuai fakta keterangan dari  saksi.

Pada kesempatan itu  pendamping pelaku  Brigpol Maxi Sine untuk menanggapi bunyi tuntutan yang yang di baca oleh Penuntut Ipda Yorsen Bilaut. Ia  meminta kesempatan untuk mempelajari berkas tuntutan selama seminggu.” Kami mohon berikan kesempatan untuk pelajari berkas,mendengar itu kabag Ops Yohanis Kobis menawarkan waktu tujuh hari terhitung hari persidangan dan tawaran itupun langsung disepakati oleh Ipda Yorsen sebagai penuntut.
Pantauan Zonalinenews saat persidangan berlangsung Pelaku yang duduk berhadap dengan Majelis persidangan karap kali tertuduk serta menyeka keringat dan mengoyang kakinya, dan saat sidang ditutup pelaku keluar dengan tertunduk, sedangkan   Istri sah pelaku  Mami Aleta Pani (MAP) yang hadir mengunakan baju hitam dipadu  celana jeans nampak tertunduk sedih dan murung. (*hayer)