Tidak Diperkenankan Ikut Pawai Paskah LSM Perjuangan Kupang Kecewa dengan Panitia

Zonalinenews-Kupang , Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan sangat kecewa dengan sikap Panitia Pawai Kemenangan Paskah Kupang, 6 Maret 2015 . Pasalnya LSM yang kesehariannya bergerak mengawal dan menangani orang yang hidup dengan HIV dan Aids (ODHA) di NTT tidak diperkenankan mengikuti prosesi pawai paskah. Padahal Panitia telah memberikan surat undangan kepada LSM Perjuangan pada 27 Maret 2015 lalu untuk mengikuti acara pawai paskah dan LSM perjuangan telah mendaftar ke sekretariat panitia 2 Maret 2015 lalu.

Salah satu peserta Pawai Paskah kupang 6 April 2015

Salah satu peserta Pawai Paskah kupang 6 April 2015

“ Kami telah dikasih undangan untuk mengikuti acara pawai paskah ini dan telah mendaftar ke panitia, persiapan telah kami lakukan mulai dari menyewa truk , menghiasi truk, sewa sound sistim , serta dekorasi ,dan memobilisasi masa yang kebanyakan adalah ODHA untuk mengikuti acara tersebut, namun setelah kami tiba dilokasi, panitia tidak mengijinkan kami,”ungkap Ketua LSM Perjuangan  Kupang, Wilhelmus Edward Lisnahan, Senin 6 April 2015 pukul 19.00 wita.

Ketua LSM Perjuangan Kupang, Wilhelmus Edward Lisnahan

Ketua LSM Perjuangan Kupang, Wilhelmus Edward Lisnahan

Menurutnya, seharusnya panitia menyampaikan informasi pembatalan kepada pihaknya untuk mengikuti pawai tersebut sebelumnya, namum pada saat pihaknya dan rombongan LSM perjuangan sudah siap mengikuti pawai oleh panitia dibatalkan. “Kenapa ketika kami berada di lokasi untuk mengikuti pawai tiba –tiba kami tidak diperkenakan mengikuti pawai dengan alasan tidak masuk prosesi dan tidak terdaftar dalam daftar peserta panitia ,” jelasnya kesal.

Sementara itu Sekertaris LSM Perjungan,Piter Erichson Ratu Wewo pada kesempatan itu menjelaskan, pihaknya hadir berdasarkan undangan Panitia. Ketika dirinya mengkonfermasi ke panitia seksi pawai paskah Anga pandie, dan yang bersangkutan mempertanyakan kepada LSM perjuangan tentang peran apa yang akan dimaikan pada pawai tersebut, namum dirinya menjawab pihaknya hanya melakukan sosialisasi, seperti tahun 2014 (pawai sebelumya). Sambil menunggu konfermasi dari panitia, namun ketika dihubungi Panitia Anga Pandie Hp tidak aktif.

“Saya berusaha menghubungi seksi acara pawai paskah, Etno Autapah Sabtu 4 Maret 2015 dan menanyakan kepastian mengikuti Pawai paskah dan yang bersangkutan menyatakan LSM perjuangan boleh mengikuti pawai paskah dan boleh melakukan sosialisi. Ketika ditanya tentang nomor urut peserta pawai yang bersangkutan menyatakan tidak pakai nomor urut dan tidak pakai peran boleh sosialisasi , dan boleh ikut pawai,” jelas Piter, lalu memutuskan LSM Perjuangan untuk mengikuti pakai pawai paskah 6 April 2015 .

Bendaraha LSM Perjungan Adel Liwe pada kesempatan itu menegaskan, setelah dinyatakan boleh oleh panitia, pihaknya memperiapkan kelengkapan pawai, yaitu menyewa truk seharga 750.000,- sewa sound sistim, persiapan dekorasi serta memobilsasi massa yang kebanyakan Odha. “Saya dan teman –teman sangat kecewa ketika sampai dilokasi oleh panitia tidak boleh mengikuti pawai paskah, padahal bagi kami ini kesempatan , untuk sosialisasi tentang bahaya HIV dan Aids bagi masyarakat Kota ,” kesal adel.

Ketua Panitia Pawai Kemenangan Paskah Kupang 2015, Adrianus Talli ketika dihubungi via sms terkait masalah ini senin 6 pril 2014 pukul 21.00 wita menyatakan dirinya akan mencoba mengecek persoalan ini kepada panitia seksi pawai paskah, setalah itu baru dirinya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada wartawan zonalinenews. Hingga berita ini ditanyangkan belum ada keterangan resmi  dari panitia terkait persoalan tersebut.

Sementara sebanyak 118 peserta mengikuti Pawai Kemenangan Paskah, ke-19 tahun 2015 yang digelar BP GMIT terdiri dari 64 Jemaat dan Klasis GMIT Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Timor Tengah Utara (TTU) dan rombongan lintas agama.

Ketua Panitia Pawai Kemenangan Paskah 2015, Adrianus Talli, di Kupang, Senin 6 April 2015 pukul 14.00 wita menyatakan , peserta pawai berasal dari organisasi kepemudaan kristen, lembaga diakonat GMIT, kelompok seni dan tradisi, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swasta. Peserta diperkirakan sebanyak 30 ribu orang.

Menurutnya, Pawai Kemenangan Paskah kali ini, para peserta akan dibagi dalam tiga barisan utama. itu akan memerankan prosesi dari fase kejadian sampai kematian. Ada 67 peran yang akan dilakonkan oleh peserta dari klasis GMIT. Peserta dari klasis TTU dan TTS siap mengkuti fase yang sudah dirancang oleh panitia. (*tim)