Walikota Kupang Siap Arahkan Warga Untuk Duduki PDAM Tirta Lontar

ZONALINENNEWS – KUPANG, Walikota Kupang Jonas Salean dalam waktu dekat siap mengarahkan  warga Kota Kupang untuk duduki Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang apabila pengajuan kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terhadap PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang ditolak.

Walikota Kupang Jonas Salean

Walikota Kupang Jonas Salean

“Perencanaan kerja sama antara Pemkot Kupang dan PDAM Tirta Lontar ini berupa bagi hasil, saja bukan untuk mengambil aset PDAM Tirta Lontar dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kupang. Bagi hasil yang dimaksud  oleh Pemkot Kupang adalah 100 persen hasil  PDAM Tirta Lontar, 70 persennya untuk Pemkot Kupang sedangkan 30 persennya untuk Pemkab Kupang, “Kata Walikota Kupang Jonas Salean kepada wartawan di balai Kota Kupang usai melantik tujuh Kepala Sekolah, Rabu 1 April 2015 pukul 11.00 wita.

Lanjut Jonas,  proses pengajuan kerjasama antara Pemkot Kupang bersama Pemkab Kupang hingga saat ini sedang dimediasi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Apabila proses mediasi yang dilakukan Gubernur NTT tidak ada titik temu dan pihak Pemkab Kupang menolak samua ini maka Pemkot Kupang akan mengambil langkah tegas untuk tidak memberi ijin jaringan air permukaan maupun air bawah tanah milik PDAM Tirta Lontar yang ada di Kota Kupang.

Dikatakan, dengan pengajuan kerja sama ini apabila Pemkab Kupang tidak menyetujui dan ingin memutuskan semua jaringan pelanggan PDAM Tirta Lontar yang ada di Kota Kupang silahkan saja. “Apa bila PDAM tirta Lontar berani memutuskan semua jaringan pelanggan PDAM Tirta Lontar yang ada di Kota Kupang, saya akan mendorong semua warga Kota Kupang untuk mendatangi PDAM Tirta Lontar dan berdemo disitu. Jadi Pemkab Kupang jangan pernah mengancam Pemkot Kupang karena keberadaan PDAM Tirta Lontar berada di wilayah Kota Kupang, maka dari itu PDAM Tirta Lontar harus mengikuti Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang bukan mengikuti Perda Kabupaten Kupang dan di terapkan di Kota Kupang, “kata Jonas.

Jonas menegeskan, Pemkot Kupang dalam melayani air bersih untuk warga Kota Kupang saat ini dengan cara berkerja sama dengan BLUD Provinsi NTT, yang mana jaringan air bersih untuk melayani warga Kota Kupang diambil dari bendungan tilong yang ada di Kabupaten Kupang. Maka dari itu warga Kota Kupang tidak perlu harus takut dengan ancaman Pemkab Kupang yang ingin memutuskan semua jaringan air bersih di Kota Kupang.

“Saya berharap kepada warga Kota Kupang jangan pernah takut dengan ancaman Pemerintah Kabupaten Kupang, “ujarnya.

Ia mengatakan, pengajuan kerja sama ini Pemkot Kupang ini paling lambat bulan Juni 2015 mendatang harus sudah ada kejelasan, apabila sampai bulan Juni tidak ada kesepakatan yang jelas tentunya Pemkot Kupang langsung mengambil sikap tegas. “Apabila kerja sama ini tidak jadi saya sebagai Walikota akan mengambil langkah tegas untuk mengahadapi Pemkab Kupang. Langkah yang kita ambil kita akan memberhentikan semua aktifitas PDAM Tirta Lontar di Kota Kupang, “tegas Jonas. (*hayer)