Warga Magepanda Kabupaten Sikka Kesulitan Air Layak Konsumsi

ZONALINENEWS- MAUMER, Keindahan panorama alam yang menarik serta menyajikan sejuta pesona wisata yang terpampang pada pelataran bukit dan Lembah di wilayah yang kaya dengan pluralitas etnis ini, sempat menyeret perhatian banyak mata. Hembusan admosfir yang mengalir dari ratusan hektar persawahan yang terbentang nan menghijau disetiap musim tanam, serta sajian background wisata mangrow di sepanjang bibir pantai yang menggiurkan serta tinggi unsur estetika yang kian marak dikunjungi, ternyata belum sepenuhnya membuat ratusan bahkan ribuan etnis ini bebas dari berbagai macam keluhan serta kemelut hidup.

ilustrasi air bersih

ilustrasi air bersih

Fenomena yang terjadi di wilayah Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur ( NTT), dengan terlahirnya berbagai macan keluhan yang bermuara dari kebutuhan vital warga setempat. Semisal keluhan tentang kesulitan untuk mendapatkan air minum bersih (layak konsumsi) . Sangat disayangkan keluhan serta kemelut hidup ini hingga, kini masih mengganjali langkah hidup warga. Pasalnya sejak dahulu hingga kini warga masih saja mengkonsumsi air sumur galian, bahkan air kali untuk konsumsi keluarga.

Lebih disayangkan lagi pada musim hujan tiba warga terpaksa mengkonsumsi air sumur dengan kadar dan rasa yang agak payau.

Menurut keterangan warga setempat, berubahnya kadar serta rasa air sumur dimaksud sebagai akibat dari genangan atau endapan air hujan kedalam sumur galian tersebut. Sedangkan pada musim kemerau sebagaian warga terpaksa berebuta nmengambil air di kali. Meskipun di antara tempat kubangan Kerbau,warga terpaksa mengambilnya dengan menggunakan ember atau wadah lain, untuk memasak dan minum. Lantaran tidak memiliki sumur atau berkurangnya air sumur sebagai akibat terjadinya proses penyusutan dan pemuaian pada musim panas.

Proses penysutan dan pemuaian ini biasanya terjadi setiap tahun pada Bulan Mei hingga Oktober, kisahseorang warga yang sedang mengambil air sumur miliilik warga di Dusun Mageloo Desa Reroroja Kecamatan Kabupaten Sikka, sebagai akibatnya wargapun kesulitan mendapatkan Air bersih. Apalagi air berstandar layak konsumsi.

Menghadapi kondisi demikian tidak heran lagi jika warga mudah diserang berbagai macam penyakit kronis maupun akut. Seperti penyakit muntaber, malaria, kurang gizi dan gizi buruk pada anak-anak (Balita). Serta   berbagai jenis wabah penyaklit lainnya yang bias mengancam nyawa manusia.

” Daerah ini sangat subur dan kaya akan keindahan alam. Sumber mata airnya pun ada. Namun kami belum bias menikmati air bersih. Selama ini kami hanyamenggunakan air sumur dan kalau musim kemerau tiba biasanya warga mengambil air di kali untuk memasak serta minum,” demikian ungkap seorang warga dusun Duli , Frans Toki alias Franto, saat ditemui media ini Sabtu 11 April 2015 pukul 10.15 wita.

Franto menuturkan bahwa selama ini warga Kecamatan Magepanda belum mendapatkan pelayanan air minum bersih. Dirinya mengatakan sesungguhnya sumber mata air yang layak konsumsi dan mencukupi kebutuhan untuk satu Wilayah Kecamatan ini ada, yakni” Mata Air Tebe Siu” yang terletak di bawah kaki gunung Muru Bewa, di Tanah MbouTejaTose, di wilayah Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka.

Menurutnya, sumber Mata Air Tebe Siu ini berjarak kurang lebih 10 kilo meter dan berada pada titik ketinggian menuju kedataran rendah dari titik sumber mata air hingga menuju Jalan Negara Magepanda.

“Selama ini kami belum mendapatkan pelayanan air minum bersih. Akibatnya kami terpaksa mengkonsumsi air sumur bahkan air kali pada musim kemerau tiba, ”demikian kata Franto kepada media ini.

Soal air minum bersih ini kata fanto , warga sudah sering mengeluh , baik kepada Kepala Desa, Camat, bahkan DPRD. Setiap tahun terus mengeluh, namun sampai saat ini buktinya warga masih menggunakan air sumur untuk memasak dan juga untuk minum. Demikian ungkapan beberapa warga dusun Mageloo Desa Reroroja yang dibenarkan , Fransiskus Toki alias Franto.

Sementara itu, warga lain yang berisial ”ML”mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Magepanda Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka NTT kepada media ini, mengatakan di wilayah Desanya sudah pernah ada Program Pipanisasi air minum bersih. Program dimaksud menurut dirinya telah mengelola kegiatan perpipaan air minum bersih khusus untukwilayah Desa Magepanda. Program ini menurut dia adalah Program Pamsimas.

Pria yang suka humor ini menuturkan bahwa demi kelancaran Program dimaksud warga diwajibkan mengumpulkan dana senilai Rp.100.000 seratusribu rupiah/ KepalaKeluarga ( KK).

Ditambah dengan aksi wajib kerja dari setiap KK calon pemanfaat air bersih itu.“ Untuk mengatasi kesulitan air minum bersih di Desa kami sudah ada program Pamsimas. Program ini mengerjakan pipa air minum yang dialirkan dari sumber mata air kerumah-rumahwarga. Kami juga dikenakan pungutan senilai Rp. 100.000, demi kelancaran kegiatan. Namun hingga saat ini air juga tidak pernah ada.” Demikian jelas ML kepada media ini Sabtu11 April 2015.

Pantauan media ini sebagian warga Kecamatan Magepanda akhir-akhir ini sering mengambil air dari sumur bor P2AT untuk konsumsi (*MM 1)