Beras Plastik Mungkin Bisa Beredar Di Kota Kupang

Anggota DPRD Kota Kupang Daniel Hurek

Anggota DPRD Kota Kupang Daniel Hurek

ZONALINEWS – KUPANG, Maraknya peredaran beras palsu dari bahan plastik beberapa hari ini yang di Wilayah Jawa tidak menutup kemungkinan bisa masuk dan beredar juga di Kota Kupang. Maka dari itu sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang dalam waktu dekat akan melakukan fungsi pengawasan dangan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa distribusi – distribusi besar pemasuk beras dan pasar – pasar yang di Kota Kupang.

“Sidak ini akan dilakukan untuk pencegahan perederan beras palsu yang masuk di Kota Kupang sehingga tidak ada warga Kota  Kupang yang menjadi Korban beras palsu tersebut, “ungkap anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis 21 Mei 2015 pukul 10.30 wita.

Menurutnya, Sidak yang akan dilakukan nanti bukan hanya untuk mencegah peredaran beras palsu saja, tetapi Sidak ini juga fungsinya untuk meberantas distributor – distributor besar yang  nakal yang  ingin meraup keuntugan besar.

Dikatakan, penyebaran beras palsu ini bila tidak diawali dengan pencegahan maka warga bisa menjadi korban karena beras palsu ini akan di campur dengan beras asli sehingga untuk melihat sepintas tidak ada bedanya dengan beras yang asli. “Sudah pasti beras palsu yang beredar ini akan dicampur dengan beras palsu sehingga pembeli tidak dapat membedakan beras asli yang mana dan beras palsu yang mana. Hal ini yang kita harus waspadai, “ungkapnya.

Ia mengatakan, peredaran beras palsu ini juga sama seperti narkoba karena beras palsu ini apa bila di konsumsi bisa membawa penyakit dan bisa merusak kesehatan generasi kita sendiri.

Lanjutnya, peredaran beras palsu ini akan sangat besar  akan terjadi seluruh indonesia karena sebentar lagi umat muslim menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu pencegahan ini harus dilakukan secepatnya juga. Dengan adanya peredaran beras ini sebenarnya sudah harus ada respon juga dari Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas terkait dan balai POM sendiri.

“Persoalan beras palsu ini bukan masalah sepeleh maka dari itu kita harus melakukan tindakan secepat mungkin jangan berasnya sudah sampai beredar baru kita bertindak, “tegasnya. (*hayer)