Bupati SBD Gagal Ditahan Kejati Karena Sakit Mendadak

Tersangka Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jubilate Pandao saat keluar dari ruangan pemeriksaan

Tersangka Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jubilate Pandao saat keluar dari ruangan pemeriksaan

Zonalinenews, Kupang – Usai pemeriksaan terhadap Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jubilate Pandao, oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT),  tersangka dugaan korupsi pengadaan kendaraan dinas pada tahun 2013 tersebut akhirnya tidak  jadi ditahan karena saat pemeriksaan kesehatan oleh tim medis klinik Kejati, tersangka dinyatakan mengidap penyakit gula dengan kadar gula darah 530%.  Kedatangan Bupati tersebut didampingi dua penasehat hukumnya, Jumad 8 Mei 2015 pukul 10.00 wita.

Kabag Humas Kejati, Ridwan Ansor, kepada wartawan mengatakan, dari awal Tim Jaksa sudah merencanakan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. Namun setelah pemeriksaan, tersangka tidak jadi ditahan dengan alasan kadar gula tersangka naik dan akan melakukan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Olehnya, tersangka kini berstatus tahanan kota selama 20 hari.

“Kita mengikuti saran dan rekomendasi dokter karena kadar gula tersangka naik sekitar  530%. Sehingga tersangka direkomendasikan untuk dilakukan suntik insulin. Menyangkut kesehatan itu hak dokter. Hakim bukan tim medis. Kita menghargai Hak Asasi Manusia. Jaksa juga tidak mau lakukan keteledoran, ” ungkapnya.

Lanjut Ansor, pemeriksaan kasus korupsi yang melibatkan orang nomor satu di Kabupaten SBD tersebut sudah dilakukan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri SBD. Sedangkan Kejati NTT hanya menerima berkas yang dilimpahkan dari Kejari SBD guna melakukan penahanan terhadap tersangka. Setelah masa tahanan kota selesai, menurut Ansor, berkas tersangka akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

Salah satu penasehat hukum tersangka, Manotana Laia, mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berjalan. Menurutnya, kliennya mempunyai riwayat sakit gula sejak tiga tahun terakhir. “Klien saya lagi sakit tetapi kami akan terus perkembangan kasus klien kami ini,” tegasnya.
Pantauan Zonalinenews, tersangka tiba di Kejati sekitar pukul 10.00 wita didampingi keluarga tersangka. Proses pemeriksaan yang berjalan sekitar tujuh jam tersebut dijaga ketat aparat kepolisian dari Polda NTT, Polres Kupang Kota serta Satuan Brimob NTT. (*amar)