Di Relokasi Pedangan di Jalan El Tari Kupang Resah

Pedangang didampingi Aktifis PMKRI Cabag Kupang Dialog dengan Anggota DPRD

Pedangang didampingi Aktifis PMKRI Cabag Kupang Dialog dengan Anggota DPRD

Zonalinenews – Kupang, Sejumlah pedagang kelapa muda dan helm yang direlokasi dari ruas Jalan El Tari Keluraha Oebobo Kupang ke Jalan Polisi Militer 18 Mei 2015 mendatangi DPRD Kota Kupang mengeluhkan terkait tempat baru yang diberikan pemerintah di Jalan Polisi Militer, Pasalnya tempat baru tersebut dinilai tidak layak karena panas, serta sepi dari pembeli sehingga merugikan para pedagang.

Para pedagang didamping aktivis PMKRI tersebut diterima oleh komisi II yakni Wakil Ketua Komisi II Paul Manafe, sekretaris komisi II Jabir Marola, serta anggota komisi II Jemari Yoseph Dogon, serta Kepala Dinas Perindag Kota Kupang Ev. Bailaen, dan Kasat Pol PP Thomas Dagang.

Perwakilan pedagang kelapa Adiana Agustina Otemusu mengatakan tempat baru yang disiapkan pemerintah jauh dari harapan dan merugikan pedagang. “Banyak kebutuhan hidup dari hasil penjualan kelapa terlebih untuk biaya pendidikan anak namun semuanya terhambat karena penghasilan yang tidak seperti biasanya, sehingga pemerintah harus mengerti kondisi ini dan memberikan kami solusi terbaik,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat kesepakatan bersama dewan dan pemerintah bahwa memberikan waktu satu minggu untuk dipindahkan, namun pemerintah belum mencapai batas waktu kesepakatan sudah datang dan membongkar lapak dagangan kelapa.

Pedagang helm Nisa menilai tidak adil dengan tindakan pemerintah yang mendiskriminasikan pedagang helm, yang sama-sama menyewa lokasi lahan tersebut namun pedagang yang lainnya tidak dipindahkan, sementara dia harus dipindahkan dari tempat tersebut.

Menanggapi hal ini, Jemari Yoseh Dogon mengatakan masalah yang dihadapi oleh pemerintah selama ini yakni keterbatasan lahan di wilayah Kota Kupang, namun pertumbuhan PKL semakin banyak sehingga pemerintah masih sulit melakukan penataan pedagang. “Jumlah PKL pada tahun lalu tidak sebanding dengan jumlah sekarang yang bertambah marak, sehingga pemerintah yang melakukan pendataan pedagang mengalami kesulitan dan merelokasi pedagang memerlukan kajian yang tepat karena pertimbangan kemanusiaan dan harus mampu diterima oleh pedagang,” ujarnya.

Jabir Marola pada kesempatan itu mengatakan relokasi merupakan hal biasa yang biasaanya dilakukan oleh pemerintah sehingga para pedagang tidak perlu berkecil hati dengan tempat dagangan yang baru.”Relokasi pedagang ke tempat baru awalnya memang sepi karena belum terbiasa, namun akan menjadi tempat yang ramai seiring dengan berjalannya waktu, untuk itu tugas semua pihak untuk mempromosikan tempat baru tersebut sehingga lokasi kuliner di tempat tersebut sehingga cukup dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindag Kota Kupang Ev. Bailaen mengatakan tujuan pemerintah merelokasi pedangang itu baik, dengan membebaskan jalan protokol El Tari dari pedagang kelapa muda yang menghasilkan sampah yang banyak, sementara pedagang jagung bakar mampu mengendalikan sampahnya langsung membersihkannya usai berjualan di malam hari.Terkait dengan relokasi tersebut, semuanya sudah disepakati bersama antara pedagang, Disperindag, PD Pasar serta DPRD sehingga tidak ada masalah dan semuanya sudah menerima relokasi tersebut.Kepala Sat Pol PP Thomas Dagang mengatakan bahwa pihaknya melakukan eksekusi terhadap lapak pedagang sesuai dengan ketentuan dan petunjuk atasan, serta tidak pernah menyalahi prosedur.”Kami juga bersikap manusiawi dengan memindahkan buah kelapa milik pedagang yang ditinggal pergi oleh pemiliknya saat eksekusi tersebut. Kami menunggu pemiliknya datang mengambil kelapa tersebut, namun hingga saat ini tidak ada satu orang pun yang datang ke kantor, kami meminta pengertian pedagang sebab kami tidak pernah mendiskriminasikan orang,” ujarnya.(*Sari)