Dinas Pendidikan Alor Tak Respon Kasus Dugaan Selingkuh, Melibatkan Oknum Pejabat SMK Mebung

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Alor, Albertus Oipoli

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Alor, Albertus Oipoli

Zonalinenews -Alor, Kasus perselingkuhan yang diduga melibatkan oknum salah satu Pejabat di SMK Mebung yang berinisal FDL , belum direspon oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Pasalnya persoalan ini hanya berdasarkan informasi yang tidak disertai dengan bukti yang kuat .

“Saya tidak bisa menjustifikasi orang tanpa fakta dan bukti yang kuat, karena hal itu adalah pencitraan aparatur dan sumpah janji pegawai negeri sipil yang diatur juga dalam peraturan pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 pasal 3, demikian diungkapakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Albertus Oipoli diruang Kerjanya Selasa 19 Mei 2015 ketika di konfermasi terkait soal dugaan perselingkuhan yang diduga melibatkan Oknum pejabat teras di SMK Mebung,

Menurutnya, sebuah kewajiban menjaga citra dan martabat Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Dalam kasus ini kalau hanya berdasarkan ocehan atau ungkapan perasaan anak di media sosial dan ini tidak menjadi dasar, karena bisa saja kalau saya tidak senang dengan salah satu orang maka saya bisa mediakan orang tersebut,”tegasnya.

 Dikatakan soal benar dan tidak benar biar masyarakat yang menilai, dan dengan media orang bisa membuat pembusukan tentang seseorang. “Saya rasa penguna media yag cerdas dia akan menilai sendiri. dan saya tidak banyak komentar tentang hal ini, kalau ada yang melapor terkait persoalan ini dengan bukti maka saya akan mengambil satu tindakan keras tetapi kalau cuma ocehan atau ungkapan perasaan anak saja maka saya rasa mungkan anak itu kurang diperhatikan orangtuanya saja,” ungkap Albertus Oipoli.

 Albertus Oipoli menceritakan, pada tanggal 18 Mei 2015 pukul 08.50 wita anak dari FDL bertemu saya dan berkata pagi pak. “saya anak dari NS dan FDL , FDL ibu saya sudah 5-6 bulan lamanya telah meninggalkan kami , saya (kadis pendidikan) menjawab itu adalah urusan keluarga yang ada di dalam rumah. Saya juga mendapat sms dari beberapa teman pengguna media mengenai hal itu dan saya menjawab kalau ada bukti yang kuat saya akan mengambil tindakan keras, dan laporan harus berdasarkan bukti serta fakta maka persoalan ini akan diproses segera,”jelas Albertus Oipoli.

Sebelumnya diberitakan Kasus perselingkuhan kali ini kembali mencoreng Dinas Pendidikan Kabupaten Alor khususnya satuan kerja SMK Mebung Kalabahi, dugaan perselingkuhan ini melibatkan soerang wanita berinisial F.D.L dengan seorang pria berinisial N.P, dimana FDL adalah oknum seorang pejabat teras di SMK Mebung.

Berdasarkan konfirmasi tim zonalinenews kepada A.R.S yang merupakan suami sah dari FDL menyatakan No Coment terhadap persoalan tersebut. Sedangkan anak kandung dari FDL dan ARS berinisial N.S di rumah kediamannya di kuburan cina RT.04/ RW.02 Kelurahan Binongko Kecamatan Teluk Mutiara baru-baru ini menceritakan bahwa pada 1 April 2015, ibu kandungnya berduaan dengan pria yang berinisial N.P di kawasan pantai reklamasi dari pukul 20.50 wita sampai pukul 24-00 wita.

Lanjut NS yang merupakan siswa kelas 3 SMU Negeri Kalabahi menjelaskan, pada keesokan hari tepatnya hari minggu 2 April 2015 FDL bersama N.P berangkat menuju Bukapiting untuk ber foto-foto. “ Setelah kembali dari Bukapiting saya menangkap langsung mama sementara berpelukan diatas motor bersama NP dan keduanya sempat berhenti disebuah bengkel di kawasan Bungawaru. Saya pun bertanya kepada mama saya FDL, aduh kasian ee mama, mama telepon saya bilang mama pergi rekreasi dengan teman-teman guru padahal mama jalan sama laki-laki ini ( NP ) sambil berpelukan lagi. Kasihan ee, mama tidak jaga saya dengan adik punya perasaan. Bapak juga ada sakit tidak berdaya ditempat tidur, mama terlalu kejam, mama terlalu egois dan terlalu mengikuti rasa nafsu,” ujar NS kepada mamanya FDL.

Atas teguran tersebut FDL tidak bertobat malah semakin menjadi-jadi, pada tanggal 5 april 2015 menjelang sholat Isya selingkuhannya yang berinisial NP menjemput mama dikawasan Moepali tengah dan langsung menuju ke kawasan Mola sekembalinya dari Mola pada pukul 22.00 wita.

Pada hari minggu tanggal 7 April 2015 dirinya bersama ibunya ribut di rumah nenek berinisial A.L yang bertempat di Moepali . “Mama kenapa tega melakukan perselingkuhan sedangkan mama masih berstatus istri sah dari bapak ARS ,” kata NS kepada ibunya.

Dan lagi-lagi FDL tidak menggubris teguran anaknya itu dan FDL makin menjadi-jadi.

FDL kembali melakukan hubungan perselingkuhannya bersama NP pada tanggal 23 April 2015 tepatnya di malam Jumat di sudut tempat yang gelap Pantai reklamasi Dulionong, Lelurahan Binongko dan lagi – lagi ia FDL bersama selingkuhannya NP di tangkap basah oleh anak kandungnya FDL yang berinisial NS pada pukul 22.00 wita.

“mama jahat, saya dan adik di rumah hanya makan sayur sedangkan diluar mama berfoya-foya dengan selingkuhan mama. Kasian eee mama,” kata anaknya NS kepada ibunya FDL. (*Bay)