Dinilai Tak Bertanggung Jawab Juven Babak Belur Dihajar

Juven (baju merah), saat mengikuti proses mediasi di rumah Ketua RT

Juven (baju merah), saat mengikuti proses mediasi di rumah Ketua RT

Zonalinenews,Kupang– Gara-gara dituding tidak bertanggung jawab dan menelantarkan isteri dan anaknya karena sudah hampir enam bulan tidak kembali ke rumah, Juven (25) warga Atambua yang saat ini berdomisili di RT 19 RW 07, Jalan Monitor, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, dihajar oleh keluarga isterinya hingga babak belur, Senin 18 mei 2015. Saat dihajar Juven sempat melarikan diri dan mengamankan dirinya di salah satu rumah warga.

Emi, isreri korban menuturkan, sejak menikah dengan suaminya dirinya masih tinggal bersama orangtuanya karena suaminya itu belum memiliki pekerjaan tetap. Bahkan, segala kebutuhan anaknya serta uang biaya kuliahnya masih ditanggung kedua orangtuanya. Selain itu, selama ini juga suaminya itu jarang pulang ke rumah. “Selama ini kami masih tinggal serumah dengan orangtua saya, karena suami saya punya pekerjaan tidak tetap,” ungkap Emi.

Dia melanjutkan, setelah lama kembali ke rumah beberapa bulan lalu, suaminya datang ke rumah dan meminta bantuan uang sebesar Rp. 6 juta kepada orangtuanya dan berjanji akan mengembalikannya dalam waktu dekat. Setelah menerima uang, suaminya tersebut berangkat ke kampung halamannya membawa serta laptop miliknya. “Dia ada pinjam bapa punya uang enam juta dengan laptop saya. Namun hingga saat ini dia belum bayar. Telepon juga tidak pernah diangkat. Saya malu sekali dengan orangtua saya karena tiap hari mereka tanya terus,” ujarnya.

Sejak kepergian suaminya, dirinya sering ditanya orangtuanya tentang keberadaan suaminya sekarang. Namun, saat menghubungi suaminya via telepon suaminya selalu menghindar dan tidak mau mengangkat telepon darinya. Namun, dirinya kaget ketika suaminya menelpon dirinya dan mengatakan bahwa saat ini dia berada di Kupang. Mendengar itu, dirinya langsung menyampaikan hal itu ke pamannya bahwa suaminya saat ini sudah ada di Kupang dan menetap di salah satu kos yang tidak jauh dari rumah orangtuanya.

Dirinyapun bersama pamannya berangkat menemui suaminya dan membawa suaminya kembali ke rumah. Namun, saat sampai di rumah dan kedua orangtuanya menanyakan keberadaan suaminya selama ini, suaminya bukan menjawab namun langsung bangkit dan hendak melarikan diri. Mengetahui suaminya hendak lari, pamannya yang saat itu berada di luar rumah bersama beberapa warga langsung mengejar dan memukul suaminya hingga babak belur.

Sementara paman Emi, Jefri Mboik mengaku dirinya memukul Juven karena kesal terhadap sikap Juven yang selama ini menelantarkan isteri anaknya yang merupakan keponakannya sendiri. Karena, menurutnya sebagai lelaki seharusnya bertanggungjawab terhadap keluarga, jika ada persoalan seharusnya datang ke rumah dan berkata jujur, bukan menghilang tidak ada kabar. Apalagi saat sampai di rumah, Juven hendak melarikan diri. Namun, Jefri mengatakan, sikapnya tersebut bukan karena perasaan benci tetapi merupakan satu  bentuk pengajaran terhadap Juven agar bisa merubah sifatnya serta memiliki rasa tanggungjawab. “Sebagai paman selama ini saya kasihan lihat anak mereka yang masih kecil. Setiap hari saya yang jaga anak mereka sehingga saat Juven tidak ada kabar saya kecewa sekali. Kami sekeluarga tidak marah, malahan kami senang dia bisa kembali. Tapi saat dinasehati dia malah lari. Itu yang buat kami marah,” ungkap Jefri.

Pantauan zonalinenews, setelah dihajar, korban langsung dibawa ke rumah Ketua RT. Kasus ini langsung ditangani oleh Ketua RT 19, Adi Lai yang dihadiri oleh isteri serta kedua orangtua isteri korban. Setelah melewati diskusi yang alot yang difasilitasi oleh Ketua RT, kasus ini berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. (*amar)