Dua Puluh Tiga Terdakwa Kasus Blokade Bandara Turelelo Dituntut Dua Tahun Penjara

para anggota satuan pol pp ngada

para anggota satuan pol pp ngada

ZONALINENEWS-NGADA, Perjalanan Sidang Kasus Pemblokiran Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada Flores Nusa Tenggara Timur yang dilakukan atas dugaan perintah Bupati Ngada Marianus Sae tanggal 21 Desember 2013 silam masih terus berlanjut. Bertempat di ruang persidangan Pengadilan Negeri Bajawa 11 Mei 2015 mulai Pkl 12.00 Wita, Dua Puluh Tiga Terdakwa anggota satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngada kembali dihadirkan di ruang persidangan dengan agenda sidang penuntutan oleh pihak Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bajawa yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Raharjo Budi Kisnanto, SH.MH.

Disaksikan media ini 11 Mei 2015, proses persidangan berjalan kondusif. Dua Puluh Tiga Terdakwa Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngada dinyatakan melanggar pasal 421 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan jo pasal 55 ayat (1) ke-2  KUHP sesuai dakwaan primer Penuntut Umum. Berdasarkan amar tuntutan, masing-masing terdakwa terbukti secara sah dam meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana menyalahgunakan kekuasaan, sengaja menganjurkan orang lain untuk membuat halangan (obstacle) dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara, sebagaimana dimaksud dalam pasal 210 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Selain itu Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa Raharjo Budi Kisnanto, SH.MH kepada media ini mengungkapkan persidangan ini dilakukan setelah pihaknya melewati berbagai mekanisme pra penuntutan dan melakukan konsultasi langsung ke tingkatan teratas. “Berdasarkan amat tuntutan para terdakwa masing-masing dituntut dua tahun penjara dan denda masing-masing tujuh ratus lima puluh juta rupiah (Rp.750.000.000) subsidier enam (6) kurungan”, ungkap Kajari Raharjo Budi Kisnanto, SH.MH.

Terhadap surat tuntutan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bajawa, para terdakwa melalui kuasa hukum Agustinus Bhara, SH akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya yang diagendakan digelar di Pengadilan Negeri Bajawa tanggal 18 Mei 2015. Selanjutnya menyusul sidang jawaban pihak Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bajawa dan sidang keputusan Pengadilan Negeri Bajawa terhadap nasib dua puluh tiga anggota Satpol PP Ngada pelaku pemblokiran bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada Flores-Nusa Tenggara Timur. (*wrn)