Empat Karyawan PT BPR NAM Di PHK Secara Sepihak

Rapat dengar Empat Karyawan PT BPR NAM Di PHK Secara Sepihak  dengan DPRD Kota Kupang , Nakertrans

Rapat dengar Empat Karyawan PT BPR NAM Di PHK Secara Sepihak dengan DPRD Kota Kupang , Nakertrans

Zonalinenews – KUPANG, Merasa tidak adil dalam melakukan  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Bank Perkreditan Rakyat Nusantara Abdi Mulia (BPR NAM) terhadap karyawan, empat perkerja melapor perusahaan tersebut ke Dinas Nakertrans Kota Kupang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang.

“Kita melaporkan perusahaan ini karena kita di pecat secara sepihak pada bulan Oktober 2014 lalu, dan sebelum melakukan pemecatan perusahaan tersebut juga telah melakukan penurunan gaji kami, “ungkap Koordinator karyawan Joshinta V. Therik di Komisi IV DPRD Kota Kupang pada rapat dengar pendapat bersama Komisi IV, Dinas Nakertrans dan pihak BPR Nam, Senin 18 Mei 2015.

Rapat dengar pendapat di pimpin oleh Ketua Komis IV Livingston A. Ratu Kadja di dampingi oleh Wakil Ketua Mauridz Alexander Kalelena dan Sekertaris Jery Anthon Pingak dan di hadiri juga anggota Komisi IV Ferdinan PA Padja, Viktor Halengky Haning, Abidin Aklis dan Melkianus Sabab. Hadir pula Direktur Utama (Dirut) PT BPR NAM dan pihak Dinas Nakertrans Kota Kupang.

Koordinator Karyawan Josintha mangatakan, penurunan upah karyawan dikarenakan Evesiensi perusahaan atau perusahaan mengalami kemunduran pendapatan. Menurutnya, upah yang awalnya sebesar tiga juta diturunkan menjadi dua juta lebih saja. “Ketika upah kami diturunkan oleh perusahaan dengan alasan Evesiensi perusahaan, tetapi perusahaan sendiri melakukan perekrutan karyawan yang di beri upah lebih tinggi lagi dari upah kami, “katanya.

Dijelaskan, pada saat upah kami di turunkan oleh perusahaan kami langsung melaporkan kejadian ini ke Dinas Nakertrans dan ketika masalah ini ditangani oleh Dinas Nakertrans kami langsung di PHK oleh perusahan ini. “Kami di PHK dengan alasan dari perusahaan bahwa kami telah melakukan kesalahan mengumbar masalah dalam perusahan sendiri ke Dinas Nakertrans, “ujar Josintha.

Ia berharap setelah di PHK uang tunjangan yang akan diberikan oleh perusahaan tersebut harus di hitungan sesuai atauran Dinas Nakertrans bukan hitungan dari perusahaan yang hanya asal – asalan sehingga kami merasa dirugikan.

Mendengar pengeluhan dari para karyawan dan penjelasan dari Dinas Nakertrans dan pihak PT BPR NAM, Sekertaris Ketua Komisi IV Jery Anthon Pingak mengatakan,  masalah ini adalah salah  paham antara karyawan dan pihik perusahaan. Terjadinya kesalahan pemahaman masalah ini dikarenakan kurang ketelitian dari pihak Dinas Nakertrans yang memuat surat teguran terhadap perusahaan tersebut ada kesalahan pengetikan pada surat tentang penerapan aturan pekerja, dimana kesalahan itu terdapat pada pasal 64, tetapi yang sebenarnya adalah pasal 164. Yang bunyinya pasal 64 adalah tentang outsourcing dan pasal 164 tentang penyelisihan tenaga kerja. Maka dari itu Dinas Nakertrans harus merubah isi pasal aturan pekerja yang ada di surat tersebut. “Kasus semacam ini sering terjadi kesalahan pada pihak Dinas Nakertrans karena lemah dalam menjalankan fungsi tugasnya, padahal dana pengawasan yang dianggarkan kepada Dinas Nakertrans sendiri sangat besar, tetapi  tingkat pengawasan sendiri dari Dinas Nakertrans  terhadap perusahan – perusahaan yang ada di Kota Kupang tidak proaktif sehingga sering terjadi masalah antara perusahan dan karyawan, “katanya.

Ia mengatakan, Dewan bukan hakim yang memutuskan masalah atau mencari – cari kesalahan orang, tetapi funsi Dewan adalah mengontrol kinerja Pemerintah maka dari itu kita disini ingin mencari solusi jalan terbaik sehingga dua belah pihak yang saat ini bermasalah tidak ada yang dirugikan, dan masalah ini jangan samapi naik ke Pengadialan Hubungan Industri (PHI), tetapi masalah ini bisa diselesaikan secara intern antara pekerja dan perusahaan ini sendiri. “Masalah ini bukan maslah besar maka dari itu pihak perusahaan juga harus bisa menerima tuntutan dari pekerja, sehingga masalah ini tidak berlarut – larut penyelasaiannya, “tegas Jery. (*hayer)