Gelar Seribu Lilin Tolak Eksekusi Marry Jane Terpidana Kasus Narkoba

1000 Lilin

1000 Lilin

Zonalinenews – Kupang, Jelang eksekusi mati sembilan terpidana kasus narkoba, puluhan warga dari Komunitas Saint Edigio menggelar seribu lilin menentang hukuman mati dan rencana eksekusi mati terhadap para terpidana mati karena dianggap bertentangan dengan Hukum Tuhan dan Pro terhadap Budaya kematian. Aksi ini berlangsung Selasa 28 april 2015 pukul 20.00 wita bertempat di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT jalan Eltari Satu Kupang.

Aksi simpatik tanpa pengawalan polisi ini menyerukan desakan kepada Pemerintah untuk menghapus Hukuman mati di Indonesia karena bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta nilai Kemanusiaan Universal. Seribu nyala lilin yang menerangi jalan protokol Eltari di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT itu dinyalakan oleh puluhan Pemuda dari Komunitas Saint Edigio Kupang sebagai bentuk protes terhadap keputusan Pemerintah Indonesia yang akan melakukan eksekusi mati terhadap sembilan terpidana mati yang akan dilaksanakan meski mendapat banyak permintaan penundaan bahkan pembatalan eksekusi.

Kritoforu Wawo sebagai koordinator lapangan (korlap) mengatakan kalau aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap terpidana kasus Narkoba  Marry Jane yang tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi. Namun Warga Kota Kupang ini menilai Hukuman mati ini hanya akan menimbulkan masalah baru dengan dendam yang berkepanjangan.

“Hukuman mati pun dinilai tak efektif untuk mengurangi angka kejahatan karena akar kejahatan adalah kemiskinan dan sejauh ini korban hukuman mati hanya menyasar kaum miskin”.Dalam orasi ini Romo Yanurius, secara tegas menolak dengan alasan pemberian pengampunan karena Gereja sangat tidak memperbolehkan pembunuhan terhadap sesama manusia. (*sari)