Honor PPS Pilpres Se-Kecamatan Kelubagolit Diduga Digelapkan

Mantan Ketua PPS Desa Lamapaha, Virgilius Boro

Mantan Ketua PPS Desa Lamapaha, Virgilius Boro

Zonalinenews-Flotim, Honorarium Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Presiden (Pilpres)se- Kecamatan Kelubagolit bulan juni 2014 diduga digelapkan oleh oknum staf sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kelubagolit. Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua PPS Desa Lamapaha, Virgilius Boro kepada Zonalinenews Senin 25 Mei 2015.

“Sejak hajatan Pilpres setahun yang lalu hingga sekarang,honorarium untuk perangkat PPS (6 orang)yang tersebar pada dua belas desa di Kecamatan Kelubagolit pada bulan juni 2014 belum dibayarkan. Adapun jumlah honorarium untuk setiap perangkat PPS bervariasi, Ketua PPS sebesar Rp. 500.000  dan masing-masing sebesar Rp. 450.000., ” urai Virgilius Boro

Diperkirakan total honorarium ditambah biaya operasional untuk seluruh perangkat PPS sekecamatan Kelubagolit yang masih mengendap pada PPK Kelubagolit berjumlah  kurang lebih sebesar Rp.39.000.000

“Honorarium PPS untuk 12 desa di kecamatan Kelubagolit pada bulan juni 2014 kami duga digelapkan oleh Bendahara Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Saudara Laurensius Baro Bitan” tegas Virgilius Boro

Mantan Ketua PPS Lamapaha memberikan deadline waktu selama 5 hari terhitung sejak tanggal 26 Mei 2015, apabila tidak dibayarkan kami akan laporkan ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Para perangkat PPS Pilpres seKecamatan Kelubagolit sudah berulangkali menanyakan hal tersebut kepada Camat dan Ketua PPK Kelubagolit, namum hingga sekarang tidak mendapat kejelasan mengenai hak-hak perangkat PPS yang semestinya dibayarkan pada bulan juni 2014.

“Kami berikan deadline selama 5 hari sejak tanggal 26 Mei 2015 untuk segera memenuhi hak-hak para perangkat PPS se-kecamatan Kelubagolit. Apabila tidak diindahkan, kami akan menduduki kantor Camat Kelubagolit dan melaporkan persoalan tersebut ke Pihak Kejaksaan Negeri Larantuka” ancam Virgilius Boro. (*Kanis Tokan)