Hotel Swiss Belinn Kupang Bangun Tembok Pembatas Lewati Bibir Pantai

Pembagunan Tembok Pembatas Hotel Swiss Belinn Kupang

Pembagunan Tembok Pembatas Hotel Swiss Belinn Kupang

ZONALINENEWS-KUPANG, Pembagunan tembok Pembatas di pinggiran pantai Pasir Panjang oleh Hotel Swiss Berlinn Kristal Kupang merupakan pengerjaan penambahan, dan pembangunan tembok ini merupakan pengerjaan yang kedua kalinya, yang pertama kalinya dikerjakan diluar pagar besi (batas tanah) dari Hotel Swiss Belinn dengan pinggiran pantai pasir Panjang Kupang. Pembangunan ini diduga masuk di kawasan bibir pantai (garis Pantai) namun proses pengerjaan tersebut sudah dilarang oleh DPRD Kota Kupang dan meminta pihak Hotel swiss Belinn Kristal Kupang untuk membongkar tembok yang sementara dibangun tersebut, namum tembok tak kunjung dibongkar dan sampai saat ini proses pembangunan tetap dilanjutkan. Demikian diungkapkan warga RT 3 RW 1 Kelurahan Pasir Panjang, Phelipus Gebu di Pinggir Pantai Pasair Panjang Selasa 12 Mei 2015 pukul 09.00 wita.

Menurutnya, pembangunan tembok yang saat ini dikerjakan oleh Hotel Swiss Belinn Kupang sudah bukan di lokasi milik Hotel Swiss Belinn melainkan di Kawasan pinggiran pantai yang merupakan kawasan garis pantai (ruang publik). “ Sebelumnya pembangunan dilakukan diluar pangar (Besi) milik hotel namum sekarang pembangunan dilaksanakan dipinggir pantai melewati pagar besi yang sebelumnya (Batas Tanah) milik Hotel Swiss Belinn Kupang, dan masuk dikawasan bibir pantai bahkan melewati batas bibir pantai, ” ungkapnya.

Lurah Pasir Panjang Alphontus Loban

Lurah Pasir Panjang Alphontus Loban

Salah seorang tukang bangunan yang bekerja di Hotel Swiss Belinn, Adi ketika dikonfermasi dilokasi pengerjaan tembok menjelaskan, dirinya mulai bekerja membangun tembok milik hotel Swiss Belinn Kristal Kupang semenjak awal Maret 2015 lalu sampai dengan saat ini (selasa 12 Mei 2015).

Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Pasir Panjang, Fredik Stefanus ketika dikonfermasi dikediamannya Selasa 12 Mei 2015 pukul 10.00 wita menjelaskan terkait persoalan pembangunan tembok dikawasan pantai Pasir Panjang oleh Hotel Swiss Belinn Krital tersebut telah masuk ke bibir pantai Pasir Panjang. “Seharusnya pihak hotel membangun di lokasi yang menjadi lahan milik jangan masuk ke wilayah bibir pantai yang bukan merupakan milik Hotel Swiss Belinn,”ungkapnya.

Munurutnya masalah ini telah disampaikan kepada Lurah Pasir Panjang, Alphotus Loban, dan pada Jumat 24 April 2015 masalah ini telah dibicarakan antara dirinya selaku RT 3, Pemilik Hotel dan Lurah serta Tokoh masyarakat di Kantor Lurah Pasir Panjang. “Pembangunan tembok di kawasan pinggir pantai Pasir Panjang telah disampaikan namum proses pengerjaan tetap berjalan terus,”ujarnya.

Lurah Pasir Panjang, Alphontus Loban ketika dikofermasi terkait persoalan ini di ruang kerjanya selasa 12 Mei 2015 pukul 10.30 menjelaskan, terkait persoalan ini dirinya telah memanggil pemilik Hotel Swiss Belinn Kupang, Ketua RT 3 dan RT 7 serta Adrianus Tally sebagai Tokoh Mayarakat Pasir Panjang pada 24 April 2015 lalu dan melalukan pertemuan tersebut serta telah terjadi kesepakatan yang dituangkan dalam konsep surat yang belum ditanda tangani oleh semua pihak dengan poin pertama berbunyi perlu dibangun tembok pagar pembatas hotel Swiis Bell Krital Kupang dengan daerah terbuka untuk masyarakat demi keamanan dan kenyamanan pihak hotel dan masyarakat.

“ Poin ke dua pembangunan pos security di ruang terbuka tidak diperlukan, dan

Poin ketiga penataan ruang terbuka oleh pihak hotel tanpa membatasi akses masyarakat ke pantai,” Demikian Konsep surat kesepakatan yang belum ditandatangi oleh seua pihak yang bersentuhan dengan masalah ini,” ungkap Alpontus.

Ketika ditanya zonalinenews mengenai pembangunan tembok pembatas oleh hotel kristal yang telah masuk ke bibir pantai dan dikerjakan sejak awal Maret 2015 lalu, Lurah Pasir Panjang Alphontus menjelaskan pembangunan tembok tidak boleh memasuki kawasan terbuka publik, untuk itu bila pembangunan tersebut telah memasuki kawasan pantai nanti siang (selasa 12 Mei 2015 ) dirinya akan langsung melihat kondisi pembangunan dan pantai tersebut, dan dalam waktu dekat dirinya akan bersurat ke hotel untuk segera meminta menghentikan proses pembangunan tersebut.

“Surat tembusan juga akan saya sampaikan ke pada Dinas Tata Kota dan Pol PP Kota Kupang , dan bila telah memasuki kawasan terbuka,”Ungkapnya.

Alphontus mengaku sebagai lurah dirinya telah berkoordinasi dengan Pemilik Hotel , tokoh masyarakat terkait masalah ini dan sebagai Lurah dirinya hanya bisa memfasilitasi untuk menyelasiakan persoalan ini dan keputusan ada pada pimpinan yang lebih tinggi., dan kepakatn bersama semua pihak yang bersentuhan terkait persoalan ini. (*tim)