HP Rektor Undana Ungkap Aktor Peyebar SMS Dugaan Selingkuh

Kombes Pol Sam Kawengian

Kombes Pol Sam Kawengian

Zonalinenews-Kupang, Kasus dugaan Pencemaran nama baik terhadap Lany Isabela Koroh yang diduga dilakukan oleh Rektor Undana Kupang, Prof. Fred L. Benu sedang dalam proses penyidikan . Pihaknya telah memeriksa Rektor Undana dan Handphone (HP) dan berdasarkan pemerikasaan Minggu kedua Mei 2015 (sebelum Rektor berangkat ke Austarlia ), ternyata didapati nomor kontak yang mengaku sebagai Lani yang mengirim pesan singkat (SMS) baik kepada Rektor Undana dan semua Pembantu Rektor. Demikian Diungkapkan Direktorat Kriminal Umum Polda NTT, Kompol Pol, Sameul Kawengian, Kamis 21 Mei 2015 Pukul 10.00 wita di Mapolda NTT.

Menurutnya SMS tersebut , berisi Purek III Undana Kupang Simon Sabon Ola diduga menghamili Linda dan sms tersebut dikirim ke Rektor dan Pembantu Rektor sehingga berdasarkan itu, Rektor Undana berinsiatif untuk mengumpulkan semua dosen dan pembantu Rektor serta staf di Restoran Subasuka mengecek kebenaran informasi ini, namum terjadi kesalahpahaman informasi sehingga yang bersangkutan merasa dicemari nama baik akhirnya melaporkan masalah ini Ke Polda NTT.

Sam Kawengian Menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan pemeriksaan HP Rektor ternyata didapati nomor pelaku yang mengirim pesan yang mengaku Linda dan setelah dicek ternyata nomor yang digunakan merupakan nomor HP yang berada di area Bali, sehingga saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Telkom untuk mengecek identitas pengunan nomor tersebut.

“Saat ini kami masih menunggu konfermasi dari Telkom terkait indentifikasi nomor tersebut,”ujar Sam Kawegian.

Sebelumnya diberitakan Selasa 12 Mei 2015 Pembantu Rektor (Purek) III Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Simon Sabon Ola, diperiksa Tim penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur sebagai saksi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Rektor Undana, Prof. Fred L. Benu.

Menurut Ola, dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus pencemaran nama baik yang diuga dilakukan oleh Rektor Undana. “Saya diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Untuk kebenaran kasus ini silahkan konfirmasi ke korban,” jawabnya singkat.

Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, melalui Humas AKBP, Agus Santosa, Selasa 12 Mei 2015, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dengan nomor LP/129/V/2015/SPKT Polda NTT tanggal 7 Mei 2015.

Menurutnya Kasus pencemaran nama baik itu bermula saat Lany (pelapor) mendapat informasi dari saksi 1 (Simon Sabon) bahwa terlapor mendapat informasi saat melakukan acara makan bersama empat orang dosen lainnya (termasuk saksi 1) di Restoran Suba Suka.

Saat itu terlapor Rektor Undana Fredrik L. Benu menyampaikan bahwa berdasarkan pelacakan Densus 88 Kepolisian Daerah NTT, Lany adalah pemilik nomor ponsel yang menyebarkan SMS (pesan singkat) soal kasus asusila.

Dalam pesan singkat itu disebutkan bahwa Simon adalah orang yang menghamili Linda, yang juga berprofesi sebagai dosen Universitas PGRI Kupang, tidak terima dengan tuduhan itu, Lany kemudian melapor ke Polda NTT. (*tim)