Ibu Muda Meninggal Dunia Usai Melahirkan, Diduga Pihak RSUD Bajawa Lalai

EN Ibu Muda yang meninggal Usai Melahirkan di RSUD Bajawa (foto semasa masih hidup)

EN Ibu Muda yang meninggal Usai Melahirkan di RSUD Bajawa (foto semasa masih hidup)

ZONALINENEWS-NGADA– Diduga lambat penanganan cepat terkait emergency pendarahan pasca melahirkan, hembusan kasih demi sang buah hati oleh seorang ibu muda, Almarhum (EN/33 th) Warga Wakomenge Bajawa Kabupaten Ngada Flores berakhir duka. Seorang Ibu muda meninggal dunia di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Bajawa Kabupaten Ngada Flores. Almarhum meninggal dunia usai melahirkan anak keduanya sekitar pukul setengah sembilan wita (malam hari), 18 Mei 2015 di Puskesmas Kota Bajawa lalu dilarikan ke UGD Rumah Sakit Bajawa akibat dugaan pendarahan hebat menimpa korban.

Dari data sementara yang berhasil dihimpun Zonalinenews melalui berbagai sumber di Bajawa Kabupaten Ngada 19 Mei 2015, kepergian Ibu muda yang saban hari bekerja sebagai Staf Pengajar (guru) SMA Negeri Bajawa ini kuat ditengarai akibat lambatnya penanganan cepat emergency pasien pasca melahirkan oleh pihak medis Puskesmas Kota Bajawa akibat dugaan riwayat pendarahan hebat usai melahirkan seorang bayi putri di ruang persalinan Puskesmas Kota Bajawa dan dilarikan ke UGD RSUD Bajawa oleh tenaga bidan setempat.

Kepergian seorang Ibu yang sangat menyayat hati keluarga duka serta kerabat kenalan ini menjadi kabar duka yang lagi-lagi menimbulkan pertanyaan demi pertanyaan atas angka korban ibu melahirkan atas dugaan kelalaian riwayat penanganan tim media terhadap nyawa manusia. Kepada Media ini Selasa 19 Mei 2015 di Kampung Wakomenge sejumlah warga yang meminta tidak dipulikasikan nama mereka mengungkapkan almarhum menghembuskan nafas terakhir usai mengalami pendarahan hebat di Puskesmas Kota Bajawa pasca melahirkan.

Ibu muda 33 tahun ini pergi meninggalkan suami tercinta bersama seorang anaknya usai melahirkan seorang seorang bayi perempuan mungil dengan berat 3,3 kg di Puskesmas Kota Bajawa. Sang bayi kini dalam perawatan pihak RSUD Bajawa dan sang Ibu harus pergi meninggalkan segalanya yang menyayat hati.

“Almarhum alami pedarahan hebat setelah melahirkan lalu penanganan oleh dua tenaga bidan yang membantu persalinan gagal mengatasi pertolongan kepada korban yang sudah kritis akibat pendarahan sampai melarikan pasien ke UGD Rumash Sakit Bajawa tetapi tidak tertolong nyawanya.

Tolong jangan sebutkan nama kami dalam berita ya”, kata warga yang mengaku family dekat dengan korban kedukaan.

Penelusuran sementara Media ini atas peristiwa ini, proses persalinan almarhum EN hanya dibantu oleh dua tenaga bidan di Puskesmas Kota Bajawa tanpa kehadiran tenaga dokter yang bertugas di Puskesmas Kota Bajawa. Sementara dari jam tugas kerja Tenaga Dokter untuk Puskesmas Kota Bajawa disignalir kejadian ini terjadi diluar jam kerja sang Dokter namun prinsip on call atau siaga setiap waktu saat dihubungi seharusnya pada kejadian ini ditangani langsung oleh Dokter yang bertugas di Puskesmas Kota Bajawa melalui pola koordinasi dan pelaporan emergency tim bidan atas kondisi gawat darurat yang menimpa seorang pasien melahirkan.

Sumber lain masyarakat menyebut korban ini meninggal dunia pada kelahiran kedua dengan riwayat sebelumnya kelahiran pertama melahirkan anak besar yang seharusnya sudah menjadi catatan tertsendiri pihak medis khususnya Tim Dokter guna mengatasi potensi atau resiko kelahiran dan diantisipasi untuk tidak dipaksakan hanya ditangani oleh tenaga bidan tetapi harus dibawah pendampingan dokter ataupun preventif dirujuk sebelum melahirkan ke Rumah Sakit yang lebih terjamin sarana prasarana maupun tenaga Dokter yang siaga menolong sebuah persalinan.

Kepada Media ini, salah satu Ketua Forum Pemerhati Masalah Publik dan Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Ngada, Maxi Makmur, 19 Mei 2015 menyampaikan mosi tidak percayanya terhadap kinerja Kesehatan di Kabupaten Ngada termasuk dalam hal penanganan emergency nyawa Ibu dan Anak saat melahirkan maupun pasca melahirkan. “Sangat menyakitkan mendengar peristiwa yang menimpa nasib seorang Ibu melahirkan ini. Lagi-lagi pasien melahirkan menghembuskan nafas teraklhir di UGD atas ketidakberdayaannya pasca melahirkan akibat dugaan pendarahan hebat. Apakah ini adalah ajal ataukah kelalaian, kami minta Tim Medis dan seluruh Elemen Kesehatan di Ngada jujur mengatakan atas nyawa seorang manusia. Ironis, pada era pemerintahan Presiden sekarang dengan perhatian penuh terhadap infrastruktur medis serba modern melalui anggaran Negara yang begitu besar maupun anggaran daerah tetapi inilah fakta lapangan di daerah. Patut dipertanyakan juga kinerja dan kejujuran Dinas Kesehatan Ngada terhadap manusia selaku pasien. Patut dipertanyakan juga kinerja Puskesmas Kota Bajawa bersama Rumah Sakit Umum Bajawa Kabupaten Ngada. Patut dipertanyakan juga dana promosi kesehatan ibu dan anak yang tidak terdeteksi selama ini yang ditutup-tutupi oleh pemerintah. Air mata duka setiap manusia atas kepergian yang sangat tragis ini adalah tanda kinerja yang sangat buruk serta merupakan pesan evaluasi serius dalam bingkai kejujuran kinerja pelayanan kesehatan yang sangat memalukan hingga begitu mudahnya nyawanya manusia dipertaruhkan usai melahirkan”, tegas Maxi Makmur.

Konfirmasi Tim Media Group 19 Mei 2015 per telepon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, drg. Emerentiana Reni Wahjuningsih, M.Hlt & Int. Dev mengungkapkan, hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada belum dapat memastikan informasi penyebab kematian pasien melahirkan ini sebab masih pihaknya masih menjalani serangkaian identifikasi lapangan berdasarkan protab dan ketentuan legal untuk dapat memenuhi unsur informasi resmi. “Hal ini belum diteliti secara komprehensif karena masih dalam proses, jadi tidak bisa ditarik kesimpulan begitu saja. Kita mesti menunggu hasil-hasil uji pendalaman dari Dokter Specialis Kandungan dulu. Waktu kejadian saya langsung turun ke Rumah Sakit dan mendengarkan penjelasan dari dua orang Bidan yang menangani persalinan almarhum.

Menurut tenaga bidan bahwa proses persalinan berjalan aman dan lancar-lancar saja dan bayi pun lahir dengan selamat. Proses-proses yang seharusnya dilakukan oleh dua bidan saat persalinan pun dilakukan dengan baik sesuai ketentuan. Kalau soal pedarahan kami belum tau hal itu sebab untuk memastikan hal itu tidak bisa berdasarkan keterangan masyarakat, namun harus melalui pihak Dokter yang meneliti dan mendalami hal tersebut secara saksama. Saat ini belum dilakukan review oleh Dokter specialis kandungan, jadi tidak bisa ditarik kesimpulan, ” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, drg. Emerentiana Reni Wahjuningsih, M.Hlt & Int.Dev.

Hingga berita ini ditayangkan Tim Media belum berhasil mewawancarai Dokter Puskesmas Kota bersama Dua Tenaga Bidan yang membantu persalinan pasien ataupun opini resmi pihak medis melalui pihak RSUD Bajawa, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada atupun kajian Dokter Specialis serta Theknis Kronologi dalam uraian pihak Puskesmas Kota Bajawa Kabupaten Ngada Flores Kabupaten Ngada Flores-NTT. (*wrn)