Kadis Naker NTT Sebut UMP NTT Ditentukan Pengusaha

Kepala Dinas Nakertrans NTT, Drs. Simon Tokan

Kepala Dinas Nakertrans NTT, Drs. Simon Tokan

Zonalinenews, Kupang– Upah Minimum Provinsi (UMP) bagi kaum buruh di NTT saat ini sangat minim dan tidak layak jika dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan hidup dan kenaikan harga bahan makanan pokok setiap hari.  Ironisnya, standar UMP tersebut ditentukan oleh para pengusaha dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) seolah-olah tidak berbuat apa-apa.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, ditemui di ruangan kerjanya, Selasa  12 mei 2015 mengaku, jika penetapan standar UMP di NTT saat ini ditentukan oleh para pengusaha. Hal itu ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara para pengusaha dengan asosiasi buruh. Sedangkan pihak pemerihtah hanya sebagai mediasi.

“Keuntungan pengusaha sangat terbatas sehingga kita tidak seenaknya menentukan upah. Semua barang didatangkan dari Jawa sehingga keuntungan pengusaha juga sedikit.  Semuanya itu kita kembalikan pada para pengusaha,” ungkap Tokan.

Tokan melanjutkan, jika Pemprov memaksakan untuk menaikan upah buruh, maka  akan menimbulkan konflik antara pengusaha dengan pemerintah yang dapat menyebabkan para pengusaha akan mengancam untuk menghentikan usahanya. Jika pengusaha menghentikan usahanya, maka pemerintah akan mengalami kerugian.

Ia juga mengatakan, standar UMP yang telah ditetapkan saat ini masih sangat kurang dan tidak memenuhi standar penghasilan layak. “Kasih naik lima rupiah saja setengah mati. Bisa makan waktu satu hari. Pengusaha itu  pelit dan sangat perhitungan sekali. Jika pemerintah menaikan maka pengusaha mengancam akan menghentikan usahanya. Jika mereka berhenti buka usaha, para buruh mau kerja dimana. Kalau pemerintah yang tentukan pasti UMP nya bisa naik. Tapi ini haknya pengusaha,” ucapnya.

Salah satu faktor yang menjadi kendala rendahnya UMP juga menurutnya, karena persoalan tenaga kerja yang tidak tetap bekerja pada salah satu perusahaan. Hal tersebut membuat pengusaha hitung-hitungan menaikan upah para buruh. (*amar)


TAG