Kematian EN, Pastor Paroki MBC Himbau Jangan Serta Merta Sebut “Takdir”

Alm. EN Korban Meninggal dunia di RSUD Bajawa

Alm. EN Korban Meninggal dunia di RSUD Bajawa

ZONALINENEWS-NGADA, Pastor Paroki Gereja Mater Boni Consili Bajawa Flores Nusa Tenggara Timur, Romo Eduardus Raja Para, Pr mengungkapkan rasa duka mendalam nya secara pribadi dan sebagai Gembala Umat atas kematian seorang Ibu usai melahirkan di Puskesmas Kota Bajawa lalu dilarikan ke RSUD setempat  dan menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bajawa atas dugaan kelalaian tim medis mengatasi  dugaan pendarahan. Diberitakan sebelumnya diduga lambat penanganan hal emergency pendarahan pasca melahirkan, seorang ibu muda (EN/33 th) Warga Wakomenge Bajawa Kabupaten Ngada Flores meninggal dunia di RSUD Bajawa. Korban meninggal dunia usai melahirkan anak keduanya sekitar pukul setengah sembilan wita (malam hari), 18 Mei 2015 di Puskesmas Kota Bajawa lalu dilarikan ke UGD Rumah Sakit Bajawa akibat dugaan pendarahan hebat menimpa korban.

 Romo Eduardus Raja Para, Pr tanggal 20 Mei 2015 di Bajawa usai melayani misa requiem terhadap korban meninggal almarhum ‘EN’ pada pertemuannya dengan mitra media di teras Paroki Gereja MBC Bajawa menuturkan rasa dukanya kepada korban dan menegaskan hal kematian dalam kasus ini jangan asal menyebut takdir sebab dugaan kelalaian dan hal-hal duniawi harus dikembalikan kepada porsinya sesuai unsure agar manusia tidak asal menyebut takdir terhadap sebuah musibah ataupun salah urus yang terjadi di depan mata. “Turut berduka atas kematian korban dalam tragedy ini. Ini adalah duka kita semua dan saya minta jangan asal bunyi tentang takdir. Soal dugaan kelalaian telah menjadi satu point krusial terhadap berbagai peristiwa di dunia ini. Jangan asal bunyi tentang takkdir Tuhan”, tegasRomo Edu, Pr yang juga diketahui sebagai Ketua JPIC Keuskupan Agung Ende Flores-Indonesia.

 Penekanan dan harapan Romo Edu, Pr ini menjadi satu himbauan penting bagi setiap umat Katholik dan setiap umat beriman untuk berkarya dan berdedikasi lah secara optimal dalam kejujuran usaha melayani sesama. Dia memesan refleksi pokok secara tajam dan mendalam melalui penegasan spiritualitas Katholik kepada setiap umat termasuk kepada para medis yang telah diutus oleh Tuhan untuk bekerja melayani pertolongan pada setiap pasien dalam konten kesehatan dan emergency pendarahan. (*wrn)