Laba Bank NTT 2015 Merosot 15 M dibanding 2014

Gedung Bank NTT

Gedung Bank NTT

Zonalinenews-Kupang, Melihat kondisi laporan Keuangan Bank NTT di Media cetak Kupang, pada tahun 2014 periode Januari sampai dengan Maret 2014 laba mencapai Rp. 102 M, sementara pada tahun 2015 Januari sampai dengan Maret laba sebesar Rp. 87 Milyard. Artinya ada penurunan keuntungan sekitar Rp 15 Milyard Rupiah dibanding periode yang sama Tahun 2014.

Melihat persoalan ini apa penyebab penurunan laba ini….?. Ataukah ada yang salah dengan rencana bisnisnya atau rencana bisnis Bank NTT sudah bagus namun manejemen diduga tidak taat….. ?

Berdasarkan data, rata –rata pemilik saham Bank NTT adalah kepala daerah, untuk itu rakyat perlu mengetahui tentang kondisi ini. Bila tren penurunan laba dibiarkan hal ini akan berdampak pada menurunnya pembagian deviden. Dan itu Itu berarti penurunan pendapatan daerah.

“ OJK bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional Bank NTT, yang merupakan bank kebanggaan milik rakyat NTT,” Demikian kicauan yang disampaikan oleh Akun FB Joni Sirlalang yang ditayangkan dalam Group FB Veky Lerik Bebas Baomong Kamis 14 Mei 2015 pukul 21.54 wita.

Menanggapi pernyataan ini, mantan Direktur Bank NTT, Amos Corputty melalui akun FB menjelaskan Bank NTT di kelola sesuka hati tanpa melihat visi misi dan tujuan awal pendiriannya sabagai agen pembangunan dan pelopor penggerak ekonomi rakyat untuk kesejahteraan masyarakat. Persoalan yang terjadi di Bank NTT ujar Amos, adalah direksi tidak pernah akur, berulang kali Gubernur NTT menegur dan datang langsung untuk mendamaikan persoalan yang terjadi di internal Bank NTT, bahkan sempat membuat pernyataan. Namum setelah itu, direksi ribut kembali dan komisaris tidak mampu untuk menegur lagi kerana tidak pernah mau di digubris selalu di langgar oleh direksi. Belum lagi direksi baru melakukan hal yang sama, suka melakukan pemborosan biaya. Sumber Daya Manusia (SDM) Bank NTT , amburadul bahkan persoalan ini oleh Direktur Bank NTT dilimpahkan kepada Direktur Umum yang sudah pensiun untuk menangani, sehingga jadi tambah kacau di Bank NTT.

Belum lagi mutasi di Bank NTT dilakukan sesuka hati pake bawa nama Gubernur lagi kasian nama Gubernur dibawa-dibawa, untuk tercapainya niat busuk. “ Saya harap agar OJK segera turun tangan untuk pemeriksaan khusus, dan pak Gubernur segera ambil tindakan terhadap direksi yg selalu jual nama Gubernur dalam urusan internal. Saya sabagai salah satu pemegang saham bank, ini selalu mengungkapkan masalah-masalah ini untuk di selesaikan tapi dianggap angin lalu jadi harap para pemegang saham lain para Bupati dan walikota untuk dapat menanggapi dengan positif untuk kelangsungan hidup Bank NTT dikemudian hari Direksi jangan menanam bom waktu para karyawan karyawati Bank NTT jangan membisu dan menutup mutupi kondisi yang sebenarnya terjadi di internal bank ,” pinta Amos Corputty.

Menurtnya Laba menurun disebabkan pemborosan biaya direksi hanya urusan jalan-jalan karena uang jalan besar jadi para direksi berlomba- lomba jalan. “Ada yang rumahnya di jakarta jarang masuk kantor alasan tugas luar ke Jakarta uang jalan ratusan juta per bulan komisarisnya kurang kontrol karena senang juga ikut jalan-jalan mau jadi apa bank ini ….. ?,”tanya Amos Corputty.

Amos Menegaskan , Karyawan dan karyawati Bank selalu tutup mulut karena selalu di ancam oleh Dirut untuk di pecat padahal Dirut sendiri jarang masuk kantor tapi gaji ratusan juta di terima full setiap bulan uang perjalanan dinas juga full setiap bulan puluhan sampai ratusan juta yang harus di bayar kepada yang bersangkutan “ Bagaimana laba tidak merosot ??????,” tegas Amos.

Ia menambahkan, masalah yang terjadi di internal Bank ini adalah pengelolaan yang tidak profesional dan ketidak kekompakannya para Direksi dalam pengelolaan Bank sehingga hilang kontrol pengendalian. “ Saya mengomentari masalah ini sebagai salah satu pemegang saham dan juga salah satu mantan Direksi yang membangun Bank ini dari kondisi tidak sehat selalu rugi sampai menjadi Bank yg sehat dan ranking I di indonesia. Tapi sejak saya berhenti dari dirut Bank ini di kelola tidak secara profesional sabagai Bank kesehatan menurun, Karena itu saya bertanggung jawab secara moril untuk mengungkapkan masalah sebenar yang terjadi dengan tujuan positif untuk kebaikan dan kelangsungan hidup Bank NTT tercinta,”ujarnya lewat Akun FB. (*tim)