Laurensius Pea Pastikan Pengaduan Juru Parkir Melalui Media ‘Salah Tafsir’

Anggota DPRD Ngada Drs. Laurensius Pea

Anggota DPRD Ngada Drs. Laurensius Pea

ZONALINENEWS-NGADA, Anggota DPRD Kabupaten Ngada Flores-Nusa Tenggara Timur, Drs. Laurensius Pea kepada wartawan di Bajawa Kabupaten Ngada Flores, Jumad 22 Mei 2015 sekitar Pkl.12.00 Wita menginisiasi komunikasi kemitraan dengan awak media di Bajawa Ngada menanggapi pengaduan seorang juru parkir melalui media terkait insiden yang terjadi di sekitar area parkir dekat kantor BRI Bajawa kompleks pertokoan.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum anggota DPRD Ngada diduga pukul juru parkir. Seorang juru parkir inisial DBW (22 Tahun) asal Malanuza Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada yang seharian bekerja mengawasi parkiran sekitar Kantor BRI Cabang Bajawa kompleks pertokoan diduga mendapat perlakuan keras dari oknum Anggota Dewan di Ngada sekitar Pkl.17.00 Wita di depan Kantor BRI Cabang Bajawa.

Menaggapi pemberitaan ini, kepada wartawan di Bajawa, Jumad  22 Mei 2015, Anggota DPRD Ngada Laurensius Pea memastikan bahwa pengaduan seroang juru parkir di Bajwa berinisial DBW sebagaimana dilansir media merupakan bentuk perhatian positif kepada anggota dewan selaku wakil rakyat namun terkait kebenaran kejadian patut diluruskan bersama sebab pengaduan itu salah tafsir korban juru parkir atas kehadirannya (Baca:Laurensius Pea selaku Anggota DPRD melekat) pada saat perkelahian terjadi di tempat kejadian perkara . “Saya mengapresiasi pemberitaan tersebut karena itu kisah Adik Sang Juru Parkir dalam pengaduannya kepada Redaksi Zonalinenews.

Sah-sah saja dan kita pun patut melihatnya sebagai aspirasi namun pada sisi yang lain pendalaman terhadap fakta-fakta kebenaran harus saya luruskan sebab saya sendiri lah yang hadir di tempat kejadian perkara tersebut. Marilah kita mengurainya dengan semangat kebaikan bersama dalam prinsip meluruskan dugaan persoalan berdasarkan apa yang benar.

Saya hadir disana untuk melerai mereka yang sedang berkelahi sebab insiden itu terjadi tidak hanya soal pemarkir dan tukang parkir yang menunaikan tugas kerja tagih karcis tetapi sesungguhnya mereka yang berkelahi saat itu adalah family ponaan saya sendiri dalam keluarga. Waktu saya tiba disana mereka sedang berkelahi jadi saya putuskan untuk menarik salah satu diantaranya, sebab proses perleraian harus saya lakukan. Saat saya melerai mereka, satu diantaranya sedang dalam kondisi kurang seimbang jadi mungkin itulah yang ditafsir saya tidak berpihak pada bersangkutan.

Tidak ada pemukulan sebagaimana kisah yang disampaikan dan kita bisa memaklumi itu semua tetapi intinya adalah kehadiran saya di TKP atas keributan para pihak itu ketika saya di telepon oleh anggota keluarga bahwa antara ponaan dan ponaan terjadi perkelahian di pasar lalu lalu saya kesana melerai dan langsung memfasilitasi mereka untuk berdamai dengan mengundang juga Kepala Dinas P2KI Ngada Sidhu Paulinus menyaksikan perdamaian kedua pihak sambil memberikan pencerahan dan peneguhan secara persuasif kepda mereka. Sudah selesai perkaranya atas upaya memediasi itu”, ungkap Laurensius Pea.

Dengan senyuman persahabatan Anggota DPRD Ngada yang satu ini meluruskan kembali kisah Juru parkir dan meminta semua pihak tidak saling mengadili karena insiden yang terjadi di area pertokoan Bajawa adalah insiden para pihak yang juga masih merupakan keluarga dalam.

Dia menggariskan kembali kronologi kejadian atas pendalaman nya bersama Kepala Dinas P2KI Kabupaten Ngada, Sidhu Paulinus. “Insiden itu berawal dari salah satu pegawai BRI yang juga masih family memarkir sepeda sepeda motornya di depan kantor BRI Cabang itu. Setelah itu si pemilik sepeda motor meminta salah satu keponakannya datang mengambil motor. Menurut versi keponakan yang ditugaskan mengambil sepeda motor tersebut, kendaraan sepeda motor diparkir tidak di lahan parkiran sehingga meraka berdua berbeda pendapat saat hendak ditagih karcis. Dari situlah awal kejadian hingga merembes saya dan Kepala Dinas P2KI Pa Linus datang menyelesaikan perkara tersebut”, tambah Laurensius.

Selaku anggota dewan, dia menghimbau para pihak untuk memegang prinsip-prinsip kerja sesuai porsi dan kewenangan yang sudah digariskan serta harus selalu persuasife dan bersahabat dalam menjalankan tugas kerja sebab semuanya adalah keluarga besar yang harus selalu saling berdamai dan maju bersama untuk daerah maupun untuk menyambung pelayanan dan kekaryaan. Kesaksian dan pemakluman Anggota DPRD Ngaada Laurensius Pea dalam seruan persuasif sama dengan keterangan Kepala Dinas P2KI Kabupaten Ngada, Sidhu Paulinus.

Ditemui terpisah wartawan di kediamannya, Lekosoro Bajawa Kabupaten Ngada, Jumad 22 Mei 2015, Kadis Sidhu Paulinus memastikan insiden tersebut berawal dari perbedaan pandangan kedua oknum yang juga masih merupakan saudara dalam keluarga besar. “Insiden tersebut murni salah paham kedunya dan karena sama-sama anak muda jadi mereka sempat adu jotos sedikit tetapi saya dan Pa Laurensius Pea datang menyelesaikan. Semuanya sudah kami damaikan dan saya selaku Kepala Dinas P2KI Kabupaten Ngada menghimbau melalui media ini Zonalinews, bahwa setiap rekanan ataupun mitra daerah yang melakukan tugas kepercayaan Pemerintah Daerah di Ngada dalam urusan penagihan karcis kendaraan, secara tegas saya menghimbau bekerjalah secara professional, bersahabat, persuasif serta jangan buru setoran, melainkan utamakan kemasyarakatan sebab semuanya adalah saudara” tegas Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngada, Sidhu Paulinus. (*wrn)