Manager Arisan Modern Ruben Ditangkap di Hotel Tii Langga Bersama Wanita

Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege di Hotel Tii Langga

Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege di Hotel Tii Langga

Zonalinenews -Kupang, Setelah menghilang dari peredaran karena dikejar banyak pihak yang menagih hutang , Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege, sponsor utama konser Slank di Kupang 29 April 2015 lalu , Jumat 1 Mei 2015 berhasil ditangkap sekelompok orang bersama beberapa anggota intel Korem Wirasakti Kupang di Hotel Tii Langga Kelurahan Oesapa Kota Kupang pukul 16.00 wita.

Pada saat ditangkap Ruben Edi Ega yang menginap di kamar Nomor 10 Hotel Tii langga bersama teman wanitanya. Dari pengukaan Ruben Edi Ege dirinya sudah menginap di hotel Tii langga selama dua hari, setelah usai konser Slank di Stadion Oepoi Kupang 29 April 2015 lalu, guna menghindari kejaran berbagai pihak.

Dari Pengakuan Ruben Edi Ege kepada zonalinenews di hotel TII Langga, dirinya telah mengadaikan beberapa unit mobil yang dipinjamnya, agar bisa menutupi biaya operasional terlaksananya konser Slank di Kota Kupang.

Teman Wanita Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege

Teman Wanita Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege

Ruben Mengaku dirinya pertama kali meminjam mobil Avansa milik Ibu Berta Lawa Lay lalu dijadikan jaminan untuk meminjam uang sebesar 80 Juta. Uang ini digunakan sebagai biaya transportasi selama pelaksanaan kegiatan konser serta biaya pembuatan tiket konser dan biaya kesekretaraitan.

Meneger Arisan Modern Ruben

Lanjutnya, ia juga meminjam mobil Avansa putih milik salah satu dokter di Puskesmas Kecamatan Oebobo Kupang, lalu digadaikan dengan harga 100 juta rupiah lebih, uang ini dipakai untuk membayar uang muka cicilan pertama 50 juta dan kedua 22 juta kepada menejemen slank untuk kahadiran Slank di Kupang. Bahkan beberapa mobil digadaikan dirinya untuk membiaya biaya operasinal kegiatan konser, misalnya sewa panggung, sound sistem sebesar 100 juta rupiah, sewa genset 10 juta rupaih, dan lainnya.

Mendegar informasi Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege ditangkap sekelompok orang. pihak yang dihutangi Ruben berbondong-bondong mendatangi Hotel Tii Langga meminta pertanggung jawaban Ruben dan nyaris yang bersangkutan dihajar namum beruntung Anggota Polisi Polsek Kepala Lima cepat ke loaksi sehingga berhasil mengamankan Ruben dari pihak pihak yang dirugikannya.

Salah satu korban Berta lawa Lay pada kesempatan tersebut sangat menyesal dengan tindakan Ruben yang telah meminjam mobilnya dengan berdalih mengembalikan mobil setelah konser Slank namun kenyataan mobil miliknya digadaikan untuk membiaya kegiatan konser Slank. “Ruben dengan mulut manisnya meminta agar saya membantu dirinya dengan meminjankan mobil, karena tetangga rumah dan percaya bahwa Ruben anak baik , serta sama sama orang dari suku Sabu maka saya pinjamkan ke  dia mobil untuk kepetingan kegiatan slank bukan untuk digadaikan , “kesal Berta.

Pada Kesempatan tersebut Ketua Panitia Penyelanggara Konser Slank Kota Kupang, Vincent Mone juga datang dan meminta kepada Ruben untuk segera melunasi utang penyewaan Genset milik Korem Wirasakti Kupang sebesar 10 Juta ruapih dan beberapa hutang lainnya karena  semua pihak meminta pertanggungjawabnya sebagai ketua panitia.

“ Saya boleh dikejar-kejar semua pihak untuk bertanggung jawab malah lu (ruben) sembunyi disini dan di hotel ini menginap dengan perempuan,”kesal Vincent.

Salah satu korban penipuan, Iwan Rihi (34), ditemui di TKP, menuturkan, awalnya pelaku datang menemui dirinya dan menawarkan untuk menggunakan sewa mobil merek Avansa warna hitam, bernomor polisi, DH 1240 AI. Saat itu pelaku dan korban memutuskan untuk mobil tersebut disewa dengan sistem kontrak selama dua bulan dengan biaya kontrak sebesar Lima juta per bulan. Saat jatuh tempo masa kontrak selesai, korban menghubungi pelaku lewat telepon agar meminta mobilnya tersebut dikembalikan. Namun, hingga saat ini mobil miliknya tersebut tidak dikembalikan. Merasa curiga dengan sikap pelaku yang selalu menghindar saat ditemui, dirinya akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah pelaku. Saat itulah dirinya mengetahui dari warga setempat, bahwa pelaku mempunyai kebiasaan menipu dan mobil miliknya yang dikontrak sudah digadai pelaku.

Hal yang sama dituturkan korban lainnya yang enggan menyebutkan namanya. Ia mengatakan, mobil miliknya juga disewa pelaku dengan harga sewa Rp. 600.000 perbulan. Namun, hingga saat ini pelaku belum membayarnya. Saat ditagih, lanjutnya, pelaku selalu menghindar dengan alasan sibuk.

Hingga berita ini ditayangkan Manager Arisan Modern Ruben Edi Ege masih diperiksa secara insentif oleh penyidik Polres Kupang Kota. (*tim)