Menteri Koperasi Kagum Dengan Swastisari, Ajak Belajar di Kota Kupang

Meteri Koperasi Pose bersama Walikota Kupang , Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT dan Para Pengusaha UKM

Meteri Koperasi Pose bersama Walikota Kupang , Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT dan Para Pengusaha UKM

Zonalinenews – Kota Kupang, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengapresiasi pertumbuhan koperasi yang begitu pesat di Kota Kupang. Dalam sambutannya pada kunjungan, Senin 27 April 2015 , Menteri mengajak semua kalangan pelaku koperasi untuk datang belajar tentang koperasi di Kota Kupang.

Ajakan tersebut diungkapkannya usai mengunjungi koperasi Swastisari, salah satu koperasi yang menjadi andalan di Kota Kupang dan letaknya tidak jauh dari Kantor Walikota Kupang. Jumlah anggota koperasi Swastisari yang mencapai 24 ribu dengan omzet Rp 200 miliar lebih mengundang decak kagum sang menteri.

Pada kesempatan yang sama menteri juga menyampaikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota guna mensukseskan program-program kerjanya. Saat ini ada 57 juta pelaku UKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Tentunya Kementerian butuh dukungan dari pemda untuk melakukan pembinaan kepada para pelaku UKM tersebut.

Sejak tahun Anggaran 2015 ini Kementerian Koperasi dan UKM telah menyediakan dana dekon bagi pemda untuk pembinaan tersebut. NTT yang merupakan provinsi koperasi tentunya layak mendapat dana dekon tersebut. Selain itu Menteri menambahkan saat ini telah menetapkan sejumlah kebijakan yang menjadi terobosan dalam mendukung pertumbuhan koperasi dan UKM. Salah satunya adalah kebijakan memberikan peran kepada koperasi sebagai distributor pupuk bersubsidi. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh Indonesia, tentunya dengan melihat kesiapan koperasi bersangkutan baik dari sisi SDM, modal, kesediaan gudang dan alat transportasi.

Kebijakan lain yang menjadi terobosannya adalah memberikan kelimpahan kewenangan pada kecamatan untuk memberikan izin usaha mikro kecil. Kementerian Koperasi dan UKM juga memberikan akta pendirian koperasi secara gratis serta hak cipta bagi para pelaku UKM.

Walikota Kupang Jonas Salean, S.H, M.Si beterima kasih kepada Menteri dan jajarannya yang telah berkenan berkunjung ke Kota Kupang . Diakuinya Kota Kupang adalah kota dengan koperasi terbanyak di Provinsi NTT. Saaat ini kota berpenduduk 557.735 jiwa ini sudah memilki 522 koperasi. 424 di antaranya aktif beroperasi sedangkan 98 lainnya saat ini dilaporkan tidak aktif. Banyaknya koperasi yang tumbuh di Kota Kupang merupakan bukti keseriusan pemkot Kupang dalam mendukung salah satu tekad pemprov NTT yakni menjadikan NTT sebagai provinsi koperasi.

Kota Kupang saat ini juga memilki 16.450 pelaku UKM. Pihaknya telah menyediakan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) senilai Rp 500 juta per kelurahan. Dana yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) itu menurut Walikota diprioritaskan bagi para pelaku UKM. Dana tersebut juga diharapkan bakal menjadi embrio terbentuknya koperasi di masing-masing kelurahan. Bahkan menurutnya tahun depan dengan persetujuan DPRD kota dana PEM tersebut akan ditingkatkan menjadi Rp 1 miliar per kelurahan. Dia berharap dukungan dan perhatian besar pemerintah itu bisa membawa perubahan positif bagi para pelaku UKM dan koperasi.

Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi produk Kementerian Koperasi dan UKM berupa kebijakan yang mempersingkat birokrasi. Dia berharap kebijakan tersebut tidak hanya menguntungkan para pengurusnya saja tapi juga para anggota yang mayoritas di antaranya adalah pelaku UKM.

Pada kesempatan tersebut menteri Koperasi dan UKM memberikan sejumlah bantuan. Di antaranya kepada koperasi sebagai distributor pupuk bersubsidi yang diterima oleh Koperasi Pertanian Gema Palagum dan Pusat Koperasi Unit Desa Provinsi NTT. Menteri juga memberikan bantuan berupa akte pendirian koperasi gratis kepada Koperasi Simpan Pinjam Harapan Kasih Oebufu, Koperasi Simpan Pinjam Sahabatku dan Koperasi Simpan Pinjam Santo Petrus Rasul.

Selain itu menteri juga menyerahkan sertifikat hak cipta pelaku ukm kepada Welmince Lulu Ratu, dengan hak cipta, tenun ikat sabu, corak bunga ros dan Nofer Linda Kani, dengan hak cipta, tenun ikat sabu, corak bunga matahari. Pada kesempatan yang sama diserahkan pula surat & kartu izin usaha mikro kecil kepada UKM Kamboja dengan jenis usaha abon dan dendeng ikan, dari Kelurahan Oesapa Barat-Kecamatan Kelapa Lima, UKM Sizuka, jenis usaha se’i ikan, dari Kelurahan Oebobo-Kecamatan Oebobo, UKM Cinta Damai, jenis usaha jagung goreng, dari Kelurahan Maulafa-Kecamatan Maulafa, UKM Berkat, jenis usaha sambal luat, dari Kelurahan Naikoten I – Kecamatan Kota Raja, UKM Charles, jenis usaha keripik & ikan bakar, dari Kelurahan Fatubesi-Kecamatan Kota Lama serta UKM Putri, jenis usaha kacang sembunyi, dari Kelurahan Nunbaun Sabu-Kecamatan Alak. (Humas Kota)