Oknum Anggota DPRD Ngada Diduga Pukul Juru Parkir

Korban Juru Parkir

Korban Juru Parkir

ZONALINENEWS-NGADA –  Seorang juru parkir inisial DBW (22 Tahun) asal Malanuza Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada yang seharian bekerja mengawasi parkiran sekitar Kantor BRI Cabang Bajawa kompleks pertokoan diduga mendapat perlakuan kekerasan dari seorang oknum Anggota Dewan di Ngada sekitar Pkl.17.00 Wita di depan Kantor BRI Cabang Bajawa. Kepada redaksi Zonalinenews pertelepon 21 Mei 2015 malam Pukul 9.00 wita Korban DBW mengadukan kejadian ini.

Korban mengaku kejadian bermula dari seorang pengendara sepeda motor yang datang parkir di depan areal kantor BRI Cabang wilayah pertokoan tetapi ketika pulang tidak mau membayar karcis parkir dan saat petugas menagih karcis sang pelaku langsung marah-marah hingga sempat terjadi keributan. “Ada satu pemuda datang kesitu dan parkir motor di areal parkir resmi yang diatur oleh pemerintah untuk ditarik biaya parkirnya. Saya petugas resmi disitu. Pada saat mau pulang saya minta dia uang karcis. Kalau dia tidak ada uang ya dia omong baik-baik pasti saya mengerti, tapi dia malah marah-marah ke saya sampai terjadi keributan dengan saya”, ungkap korban DBW.

Selanjutnya, menurut korban, sang pelaku meninggalkan tempat itu dan. Namun tidak lama berselang muncul lagi pelaku dengan satu kawannya dengan sepeda motor dan tidak terhindarkan terjadi kembali perkelahian satu lawan dua karena korban tidak bisa menghindar dari kejadian. Namun saat kejadian perseteruan sedang berlangsung, kata korban, muncul lagi sebuah mobil dan turunlah seorang oknum yang adalah seorang anggota dewan dan langsung menghampiri korban dan mencekik leher baju korban dan membanting korban hingga jatuh. Korban tidak berani melawan dan pasrah menerima perlakuan tersebut hingga oknum dan dua pelaku lainnya pergi meninggalkan tempat kejadian perkara. Pasalnya kejadian ini disaksikan banyak orang dan sejumlah warga berteriak sini saat korban dicekik oknum yang sempat disangka akan melerai namun kembali melakukan kekerasan terhadap korban.

Selanjutnya kepada redaksi media ini, korban menambahkan bahwa usai kejadian korban melaporkan peristiwa ini kepada keluarganya di Kota Bajawa namun tidak lama berselang pelaku mengutus delegasi perdamaian dan meminta korban bertemu para pelaku untuk berbicara damai. Korban dan keluarganya menggenapi perrnintaan delegasi dan terjadi pertemuan pembicaraan damai secara kedalam antara para pihak. Menurut pihak korban da keluarga korban, pengaduan ke media terpaksa dilakukan meskipun sudah terjadi pertemuan secara kedalam karena korban dan keluarganya selaku masyarakat shok berat atas keterlibatan kekerasan susulan yang dilakukan oleh pihak yang selama ini menjadi wakil mereka di lembaga rakyat. Keterangan ini dibenarkan dua saksi peristiwa dari keluarga korban Ferdin Warga Trikora Bajawa dan Goris per telepon kepada redaksi Zonalinenews. Para pihak korban termasuk saksi kejadian menyampaikan penyesalan mereka atas kejadian ini dan meminta redaksi media ini menurunkan kabar ini sebab mereka sudah mengalah untuk tidak memperkarakan kasus ini melalui jalur hukum legal namun ingin menitip aspirasi mereka selaku warga masyarakat agar kedepan tidak lagi terjadi peristiwa-peristiwa yang diduga mencengangkan seperti ini.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Zonalinenews berlum berhasil mendapatkan sambungan telepon langsung ke oknum yang diduga turut serta dalam kekerasan kejadian ini untuk diberitakan keberimbangan duduk perkara versi para pelaku. Beberapa kali Redaksi menghubungi nomor yang diperoleh Tim Redaksi namun akses telepon masih tidak tersambung. (Tim Zona) ;