Promosikan Budaya NTT, PGRI NTT Gelar Pentas Seni Budaya

Salah satu peserta sanggar tari mahasiswa sedang mengalungkan selendang pada rektor univ PGRI, SAMUEL HANING

Salah satu peserta sanggar tari mahasiswa sedang mengalungkan selendang pada rektor univ PGRI, SAMUEL HANING

Zonalinenews,Kupang – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Pendidikan (FKIP) Program Studi Sejarah, Universitas PGRI NTT melaksanakan pentas seni dan budaya flobamora di halaman depan Kampus Universitas PGRI NTT, tersebut Sabtu, 22 Mei 2015 sekitar pukul 004 wita. Dalam kegiatan tersebut mahasiswa menampilkan semua tarian budaya setiap daerah di NTT. Adapun tema yang dibawa dalam acara tersebut yakni, pengembangan kreativitas berbasis budaya.

Rektor Universitas PGRI NTT, Samuel Haning dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang untuk mempromosikan budaya di NTT, karena Universitas PGRI NTT lahir dari pluralis. Olehnya dirinya bertekad akan menjadikan PGRI NTT menjadi pusat studi seni dan budaya NTT. Ia menjelaskan, selama ini PGRI telah banyak memberikan prestasi untuk NTT baik dalam bidang olahraga maupun bidang seni dan budaya.

Samuel berjanji, dalam waktu dekat dirinya akan berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata untuk membahas rencana pihaknya yang akan menjadikan hari Sabtu sebagai hari budaya bagi mahasiswa.
Dirinya juga mengajak seluruh akademisi Universitas PGRI NTT untuk selalu bergandengan tangan dan selalu berinovasi dalam pengembangan seni dan budaya di NTT.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Kupang, Ester Muhu memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh para mahasiswa tersebut.

Menurut Ester, kegiatan ini sangat istimewa karena  hal ini merupakan wujud nyata untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki NTT. Karena NTT mempunyai potensi budaya yang siap dipromosikan pada event nasional maupun internasional dan tidak kalah dengan daerah lainDia menyatakan, budaya di NTT akan tetap hidup apabila kreativitas diri terus ditingkatkan. Kegiatan ini juga menurutnya akan meningkatkan motivasi jiwa akan seni dan budaya.”Semoga dengan kegiatan ini NTT akan semakin dikenal dimata dunia sebagai daerah yang memiliki seni dan budaya yang unik,” ungkapnya.

Dekan FKIP, Temi Ingunau mengatakan,  gong prestasi yang telah dicanangkan Rektor Universitas PGRI  NTT menjadi tanggungjawab semua akademisi PGRI NTT.

Menurutnya, pendidikan bukan saja sekedar kegiatan belajar mengajar, namun harus diwujudnyatakan dalam seni dan budaya. Karena menurutnya, seni dan budaya merupakan cermin kehidupan kita sehari-hari.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah dan kita harus selalu menghargai budaya kita sendiri karena budaya itu cermin hidup kaepribadian kita,” harapnya. (*amar)