Puluhan Pedagang di Ngada Dalam Perlindungan Pengawasan KOMNASHAM

Perlawanan Pedagang 17 Maret 2015 di Bajawa

Perlawanan Pedagang 17 Maret 2015 di Bajawa

ZONALINENEWS-NGADA, Kepala Sub Bagian Pelaporan Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Rr.Johana Nunik Widianti, S.Sos.MA kepada media ini Rabu 13 Mei 2015 dihubungi per telepon menyampaikan salah satu penegasan sikap Komnasham atas laporan dugaan pengaduan pelanggaran HAM terhadap puluhan pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada Flores Nusa Ttenggara Timur. Sebagaimana dikutip media ini, dalam kunjungan Tim Penyidik Komnasham di Kabupaten Ngada beberapa waktu lalu, Kepala Sub Bagian Pelaporan Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nnusia Republik Indonesia, Rr.Johana Nunik Widianti, S.Sos.MA saat media ini kembali mengkonfirmasi perkembangan internalisasi Komnasham terhadap pengaduan dugaan pelanggaran HAM di Bajawa Kabupaten Ngada. “Ya sesuai apa yang pernah dinyatakan dalam forum dengar pendapat di aula Gereja MBC Bajawa saat itu, puluhan pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada saat ini sudah dalam pengawasan dan perlindungan Komnasham. Kami sekarang menunggu tanda tangan komisioner untuk memasuki tahab rekomendasi sebagaimana mekanisme ataupun standart legal yang dipatuhi bersama,” kata Rr.Johana Nunik Widianti, S.Sos.MA.

Terkait perhatian Komnasham ini, Ketua Forum Masyarakat Ngada dan Diaspora (FKMND), Fritz Doze Rabu 13 Mei 2015 melalui telepon genggamnnya kepada redaksi media ini menyatakan apresiasi kepada Komnasham serta seluruh Tim Penyidik Komnasham yang telah melakukan tugas-tugas kenegaraan member perlindungan dan pengawasan terhadap para pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada Flores Nusa Tenggara Timur. “Saya bersama segenap forum serta simpatisan pengawasan public di Kabupaten Ngada menyampaikan aspirasi kami kepada Komnasham dan kepada Tim Penyidik yang secara serius tersu melakukan kerja-kerja kenegaraan bagi masyarakat termasuk bagi masyarakat pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada. Kami tetap dalam posisi mendesak Lembaga Komnasham memberikan rekomendasi terbuka terhadap berbagai bentuk dugaan pelanggaran HAM kepada para pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada. Ini semua dilakukan demi menciptakan keberimbangan pengawasan inter lembaga di negeri ini dan rakyat kecil tidak boleh menjadi obyek yang termarginalkan, ”ungkap Ketua FKMND, Fritz.

Sementara sejumlah pedagang yang berjualan di lokasi ulayat samping Pasar Inpres Bajawa Kabupaten Ngada Flores, kepada media ini Rabu 13 Mei 2014 menyambut haru dan linangan air mata usai mengetahui Komnasham mengawasi mereka dan turut memperjuangkan hak-hak warga sipil di daerah. “Air mata kami hampir kering menerima semua penindasan ini. Kami benar-benar merasa ditindas oleh penguasa melalui tangan-tangan aparat Satpol PP Ngada, bahkan mereka melibatkan Polisi dan Tentara. Kembalikan hak kami untuk berjualan di Pasar Inpres Bajawa sebab bangunan itu sudah dikosongkan tanpa fungsi apa-apa. Berjualan di Pasar Boubou hanya untuk memperkeruh kondisi ekonomi kami dan bangkrut. Kami berkata jujur dengan apa yang kami alami tapi orang-orang besar dan pejabat duduk berpikir dari balik gendung dan seolah shok tau dengan apa yang kami alami. Kami akan terus berjuang demi hak hidup kami. Terimakasih Komnasham dan Tim Penyidik tiga orang yang dating di Bajawa dan sudah bertemu langsung dengan kami pedagang. Kami ditindas dan mengalami kekerasan demi kekerasan sebelum Komnasham dating ke Bajawa Kabupat Ngada,”ungkap pedagang ayam sekitar Pasar Inpres Bajawa, Ibu Oce.  (*wrn)