Samuel Haning Segera Angkat Kaki Dari PGRI

Rudy Tonubesi

Rudy Tonubesi

Zonalinenews, Kupang- Status Rektor Universitas PGRI NTT, Samuel Haning saat ini sudah tidak diakui Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) Pusat maupun pada lembaga negara Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek) Dikti karena seluruh data base serta Nomor Induk Dosen (NID) Samuel Haning telah dihapus dari pangkalan data pendidikan tinggi.
Olehnya, Samuel Haning tidak lagi berhak danggap sebagai dosen maupun Rektor pada Universitas PGRI NTT. “Saya tegaskan bahwa Samuel Haning seharusnya segera angkat kaki dari Universitas PGRI NTT karena tidak diakui oleh YPLP PT pusat serta Kemenristek dan Dikti.

Saya harap Samuel Haning segera mundur dan meninggalkan kampus Universitas PGRI NTT,” tegas Rudi.

Demikian penegasan yang disampaikan kuasa hukum YPLP PGRI NTT, Rudi Tonubesi usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi NTT, Kamis, 22-5-2015.

Rudi menjelaskan, YPLP NTT merupakan institusi berbadan hukum dan merupakan induk dari Universitas PGRI NTT. Olehnya, pemberhentian Samuel Haning oleh YPLP NTT adalah sah.

Menurutnya, penggunaan gelar Doktor palsu yang dipakai Rektor PGRI NTT, Samuel Haning sudah seharusnya dan sepantasnya dihukum sesuai UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional pasal 68 ayat 1 dan 2 dengan jelas mengatur tentang penggunaan dan pembuat gelar palsu.

Maka menurutnya, sudah saatnya UU ini ditegakan. Jika Samuel Haning terus menganggap dirinya benar, maka yang akan menjadi korban adalah mahasiswa. Karena, NID yang disandang Samuel Haning saat ini tidak berbadan hukum dan sesat karena tidak terdaftar di Dikti. Selain itu, ijazah mahasiswa yang telah ditandatanginya juga akan dinyatakan tidak sah.

“Mahasiswa yang kantongi ijazah dari pihak yang tidak berwewenang itu ijazahnya ilegal. Apalagi gelar Doktor itu palsu dan tidak terdaftar di Dikti. Statusnya sebagai doesn saja sudah dicabut manamungkin menjadi Rektor. Semuanya ini sudah ada keputusan dari YPLP Pusat. Karena YPLP pusat sebagai pihak yang berwewenang. Sampai kapanpun dia (Samuel Haning) tidak akan diakui segabi rektor,” ucapnya.

Dirinya juga mengaku kesal terhadap anggota DPRD NTT yang dinilainya telah membatasi aspirasi dari pihaknya. “Saya sangat kecewa dengan sikap DPRD. Mereka seolah-olah membatasi suara kami,” ungkapnya. (*amar)