Teknisi PLN Kupang Cedera Terkena Sengatan Listrik

Korban terkena sengatan listrik Dicky Matarata

Korban terkena sengatan listrik Dicky Matarata

Zonalinenews – Kupang, Seorang pekerja  Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Dicky Matarata jatuh saat melakukan perbaikan listrik. korban terkena sengatan arus listrik saat melalakukan perbaikan listrik di Jalan Supul Raya Nomor 94 Kelurahan Nefonaek RT 04 RW 01, Kecamatan Kota Lama pada Hari Jumat 29 Mei 2015 pukul 18.10 Wita.

Esy Hallan salah seorang warga Nefonaek yang melihat sendiri kejadian tersebut mengatakan korban bersama dua orang temannya bertugas memperbaiki tiang listrik yang sedang bermasalah, korban yang saat itu memanjat (menaiki) tiang listik tanpa menggunakan alat pengaman, sarung tangan serta korban memanjat tiang listrik tanpa menggunakan tangga. Sesampainya korban diatas tiang listrik korban terkena sengatan listrik dan langsung terjatuh dari atas tiang listrik itu. “Beruntungnya korban tidak langsung jatuh ke tanah tetapi masih nyangkut di atas seng rumah milik salah satu warga setempat dan terguling turun ke tanah, “ujar Esy.

Esy menjelaskan, Saat korban naik sampai di atas terdapat sebuah kabel yang terputus dan kemungkinan korban terkena setrum dari kabel itu. Tiang listrik ini agak sedikit bermasalah. Petugas naik tidak memiliki pengaman. Sebelumnya tuan rumah Agustinus Frans telah mengingatkan mereka bahwa kabel listrik tersebut bermasalah sehingga harus menggunakan pengaman. Namun ternyata ketiganya tidak mengindahkan himbauan tersebut dan langsung bekerja tanpa menggunakan pengaman.

“Ketika korban hendak memperbaiki kabel yang rusak, maka tegangan listrik langsung menyengat korban sehingga langsung tersambar listrik mengakibatkan korban jatuh dan terpental ke tanah. Warga setempat langsung melarikan korban ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif, ” Esy.

Esy berharapkan agar PLN dapat memperhatikan instalasi listrik di wilayah tersebut karena telah dua tahun lamanya tidak ada penanganan sehingga sangat membahayakan warga sekitar”. (*sari)