Tim Penyidik KOMNASHAM Rampungkan Hasil Investigasi di Ngada

Tim Penyidik Komnasham saat berada di Bajawa Ngada

Tim Penyidik Komnasham saat berada di Bajawa Ngada

ZONALINENEWS-NGADA- Diberitakan sebelumnya Tim Penyidik Komisi Hak Asasi Manusia (Komnasham) dibawah Pimpinan Kepala Sub Bagian Pelaporan Pemantauan dan Penyelidikan, Rr.Johana Nunik Widianti, S.Sos.MA menjejakan kaki di Kabupaten Ngada Flores Provinsis Nusa Tenggara Timur sehubungan dengan berbagai pengaduan pedagang di Kabupaten Ngada atas dugaan kekerasan dan pelanggaran hak azasi ekonomi para pedagang. Selainitu kehadiran komnasham di Kabupaten Ngada juga berkaitan erat dengan dinamika ataupun carut-marut kondisi di Kabupaten Ngada dalam terapan kebijakan relokasi pasar hingga penutupan paksa pasar Inpres Bajawa yang berimplikasi langsung pada berbagai dugaan kekerasan terhadap Masyrakat Kecil di Bajawa.

Kepada wartawan media ini dihubungi per telepon dari Bajawa, 12 Mei 2015 Kepala Sub Bagian Pelaporan Pemantauan dan Penyelidikan, Rr.Johana Nunik Widianti, S.Sos.MA mengungkapkan, saat ini Tim Penyidik Komnasham telah merampungkan hasil-hasil temuan maupun pendalaman atas dugaan masalah yang terjadi di Kabupaten Ngada.

Menurut dia, dengan berakhirnya tahap ini maka dalam waktu dekat Tim penyidik Komnasham segera melanjutkan hasil rekomendasi mereka ke tingkat Komisioner Komnasham sebelum mengeluarkan rekomendasi resmi Komnasham kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada kepemimpinan Bupati Marianus Sae bersama Lembaga Dewan ataupun kepada mitra pihak keamanan di Kabupaten Ngada, dalam hal ini Polres Ngada di Bajawa.

“Terimakasih rekan-rekan Pers di daerah atas konfirmasi aktualita Komnasham terhadap hasil pemantauan dan pengkajian kami usai kembali dari Flores NTT Kabupaten Ngada. Bisa saya sampaikan bahwa saat ini kami sudah selesai merampungkan hasil-hasil pengkajian berdasarkan data dan uji lapangan atas kondisi yang terjadi di Ngada. Proses berikutnya seluruh berkas dan hasil kajian rekomendasi Tim Penyidik akan memasuki nmekanisme tahab berikutnya yakni diajukan kepada Komisioner Komnasham untuk menjadi rekomendasi Komnasham secara kelembagaan bagi Kabupaten Ngada Flores,”ungkap Rr.Johana Nunik Widianti, S.Sos.MA.

Johana Nunik menambahkan, dalam waktu dekat Komnasham akan segera mengeluarkan hasil rekomendasi resmi melalui penetapan berbagai point rekomendasi Komnasham kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada sebagai bagian dari desakan Komnasham dalam mengatasi kondisi yang terjadi di lapangan. Selainitu, tambah dia, tidak tertutup kemungkinan Komnasham juga akan merekomendasikan kepada pihak keamanan untuk merespons berbagai pengaduan dugaan kekerasan yang menimpa para pedagang korban kekerasan oknum-oknum Satpol PP Ngada, atau sebagaimana pengaduan bersama coppy tanda bukti laporan perkara yang diketahui proses penanganannya saat ini masih dalam pengayoman pihak keamanan di Ngada, Polres Ngada di Bajawa-Flores.

Laporan pandangan mata Jurnalis Zonalinenews yang kini berada di Bajawa Kabupaten Ngada, 12 Mei 2015, mengungkapkan hingga saat ini Pasar Inpres Bajawa Kabupaten Ngada masih diblokir pihak Pemda dan sejumlah pedagang terpaksa berjualan di halaman rumah milik salah satu pemangku ulayat di dekat pasar Inpres Bajawa. Sementara pagar seng yang dibuat oleh Pemda Ngada hingga saat ini belum dibuka, berikutnya sejumlah keluarga pedagang textil asal Padang dan Jawa yang menyewa bangunan rumah disamping Pasar Inpres Bajawa nampak terperangkap dalam kurungan pagar pembatas yang dibuat oleh pemda Ngada. Mereka mangaku pada awal kejadian pemagaran menggunakan seng oleh pemda Ngada di seluruh lokasi Pasar Inpres Bajawa, mereka terkurung dan terputus total akses keluar bahkan untuk menunaikan ibadah Sholat pun harus keluar melalui jendela dan melompat diantara tembok disamping Pasar Inpres Bajawa. Para pedangan ini menyesalkan sikap kebijakan Pemda Ngada yang memblokir total kawasan Pasar Inpres Bajawa tanpa memperhitungkan ruang akses sejumlah warga pedagang yang setiap hari menetap di area terdekat Pasar Inpres Bajawa. (*wrn)